31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaTeknologiBerbekal Ilmu Elektro...

Berbekal Ilmu Elektro yang Dipelajari Ketika SMP, Suyuti Ciptakan Mesin Penetas Telur

Alat penetas telur yang dibuat oleh Suyuti. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara mesin gergaji listrik pemotong kayu terdengar di sebuah pelataran rumah di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Gergaji listrik yang sedang digunakan untuk memotong triplek tersebut terlihat dikendalikan seorang pria mengenakan kaus oblong warna merah. Setelah terbelah triplek dengan tebal dua sentimeter itu dirangkai jadi sebuah kotak. Pria itu bernama Suyuti (45) pembuat mesin tetas telur.

Di sela aktivitasnya, pria yang akrab disapa Yuti itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, membuat mesin penetas telur sejak tiga tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2017. Menurutnya, pembuatan mesin penetas telur itu dikarenakan keadaan yang memaksanya.

Sebab, kata dia, dulu itu ia pernah ternak ayam. Di saat ayam peliharaannya itu pada bertelur, anehnya tidak ada satupun indukannya yang sudi mengerami telurnya. Yang ada malah telurnya itu dipatuk indukannya, dan musnah sia – sia.

- Ads Banner -

Baca juga : K-Plug, Alat Perekam Canggih Buatan Warga Kudus Diminati Musisi Mancanegara

“Keadaan itulah yang membuatku berpikir. Kalau begini terus, ternak bukannya untung malan buntung ini. Akhirnya saya pun memutar otak dan membuat mesin penetas sendiri,” ujar Suyuti kepada betanews.id, Senin (11/5/2020).

Pria yang dikaruniai dua putra itu menuturkan, membuat mesin penetas telur secara otodidak. Dengan berbekal ilmu elektro yang digemari dan dipelajari saat masih duduk di bangku SMP, Suyuti mampu menciptakan mesin tetas telur manual, dengan kapasitas 30 butir telur.

Awalnya, tutur dia, mesin tetas itu digunakan sendiri. Namun dengan seiring berjalannya waktu, banyak rekan peternak ayam yang main ke rumah. Serta melihat mesin tetas telur hasil karyanya. Dari situ, mereka pada pesan dan minta dibuatkan mesin tetas telur serupa.


“Saya pun menyanggupinya. Malah dari mulut ke mulut rekan itu, mesin tetas telur hasil karyaku banyak diketahui orang dan pesanan pun berdatangan,” ungkapnya sambil meletakkan obeng.

Hingga, lanjutnya, dia pun memutuskan untuk memproduksi mesin tetas telur manual kapasitas di bawah 300 butir setiap hari. Antara lain mesin tetas kapasitas 30 butir, kapasitas 50 butir, 100 butir telur, 200 dan kapasitas 300 butir telur.

Baca juga : Siapkan Aplikasi Arsip EMAS, Ganjar Dorong Data Keluarga Disimpan Secara Digital

“Kapasitas tersebut saya berani produksi setiap hari, karena memang peminatnya banyak. Namun untuk kapasitas di atas 300 butir, saya hanya melayani pesanan saja,” ungkapnya sambil momotong siku aluminium.

Saat ini, dia juga sudah memproduksi mesin tetas full otomatis. Dia pun bersyukur, mesin tetas yang diberi label Surya Anugrah Jaya (SAJ) diminati banyak orang. Pelanggan hampir seantereo Pulau Jawa, Sumatra dan Kalimantan.

“Semoga saja usahaku ini makin lancar dan banyak pemesan,” ujar Suyuti yang juga seorang karyawan di perusahaan kertas terbesar di Kudus tersebut.


Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler