31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Tukang Ojek Muria Diminta Kenakan Partisi Portabel

BETANEWS.ID, KUDUS – Plt Bupati Kudus HM Hartopo menginginkan, agar tukang ojek di kawasan Makam Sunan Muria mengenakan alat partisi portabel. Alat itu digunakan untuk memberikan sekat, antara pengemudi dengan penumpang. Penggunaan partisi portabel tersebut dilakukan, guna menghadapi persiapan new normal atau kenormalan baru.

Hartopo menuturkan, sejak 8 Juni 2020, pihaknya sudah melakukan simulasi persiapan new normal di kawasan Makam Sunan Muria. Dimulai dari penataan tempat parkir, pedagang, hingga lokasi Makam Sunan Muria yang digunakan peziarah untuk berdoa.

Selain itu, tukang ojek yang mengantar para peziarah juga diminta untuk mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

-Advertisement-

Baca juga : Ojek Colo Tutup, Idho : ‘Ini Bertahan Hidup dengan Sisa-sisa Tabungan’

“Jadi, ada sekat di punggung tukang ojek. Nanti bahannya bisa pakai aklirik,” tuturnya saat ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (17/06/2020).

Hartopo menjelaskan, partisi portabel yang terbuat dari bahan aklirik tersebut diletakkan pada punggung pengemudi. Secara teknis, bisa sama seperti pengemudi ojek online Grab. “Fungsinya untuk pembatas ketika berboncengan,” jelasnya.

Menurutnya, dirinya sudah berkomunikasi mengenai usulan tersebut kepada Asosiasi Angkutan Sepeda Motor Muria (AASMM). Saat ini, tukang ojek masih proses menabung untuk pengadaan alat tersebut.

“Akibat dari krisis uang kemarin (Covid-19), mereka masih menabung. Aklirik harganya di atas Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu,” tuturnya.

Hartopo menuturkan, selama partisi portabel tersebut belum tersedia, tukang ojek dapat menggunakan face shield dan masker. “Kita standarnya seperti itu. Harus tetap pakai masker,” tambahnya.

Baca juga : Sepekan Makam Sunan Muria Dibuka untuk Simulasi, Begini Situasinya

Sementara itu, satu di antara tukang ojek Makam Sunan Muria, Abdul Rohman menuturkan, tidak keberatan jika harus menggunakan partisi portabel saat bekerja. Menurutnya, dirinya akan mengikuti arahan pemerintah terkait dengan protokol kesehatan Covid-19. “Iya tidak apa-apa. Kami akan ikut. Yang penting bisa bekerja,” tuturnya.

Menurutnya, dirinya akan bingung jika kawasan Makam Sunan Muria akan ditutup seperti yang dilakukan waktu lalu. “Intinya semua protokol kesehatan apapun kami akan ikuti. Itu juga baik untuk kami,” tambahnya.

Ketua AASMM, Shohib pun tidak masalah jika ojek Makam Sunan Muria mengenakan partisi portabel. Menurutnya, usulan tersebut baik untuk kesehatan bersama. “Jumlah ojek Makam Sunan Muria yakni 391 orang,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER