31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaKISAHDemi Bantu Ekonomi...

Demi Bantu Ekonomi Keluarga, Dua Bocah Ini Rela Jualan Arum Manis

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi timur Jalan KH Arwani, Desa Singocandi, Kecamatan Kota, tepatnya di samping barat SMPN 4 Kudus tampak seorang bocah sedang menunggui dagangannya. Sambil menunggu pembeli, dengan telaten ia mengemas barang yang dijualnya, kemudian digantung pada bilah bambu. Bocah tersebut bernama Salman Alfarizi (12), penjual rambut nenek atau arum manis.

Setelah mengemas dapat empat bungkus, terlihat ada perempuan mengendarai motor berhenti dan beli dua bungkus arum manis. Seusai melayani pembeli, bocah yang akrab disapa Salman itu melanjutkan mengemas dagangannya. Sembari melakukan aktivitasnya, ia bercerita, jika berjualan arum manis itu untuk membantu orang tuanya.

Salman Alfarizi dan adiknya sedang melayani pembeli. Foto : Rabu Sipan

Selama libur sekolah kata dia, sekolah tempatnya mengenyam pendidikan memberlakukan proses belajar mengajar dilakukan di rumah. Karena itu, selain mengerjakan tugas sekolah yang diberikan oleh gurunya, dia juga berjualan arum manis.

- Ads Banner -

Baca juga : Novilia, Gadis Cantik Penjual Pisang Goreng Beromzet Rp 20 Juta Sebulan

“Selama libur sekolah, dari pada banyak waktu yang terbuang, saya manfaatkan untuk berjualan arum manis. Hasilnya diberikan orang tua, untuk bantu orang tua,” ujar Salman kepada betanews.id, Senin (15/6/2020).

Dia mengaku, mulai berjualan arum manis mulai pukul 07.30 WIB sampai pukul 17.30 WIB. Arum manisnya itu dijualnya dengan harga Rp 2 ribu perbungkus. Sehari berjualan tuturnya, uang yang didapatnya tidak menentu. Tergantung dagangannya bisa habis terjual apa tidak.

“Kalau habis saya bisa membawa pulang uang Rp 200 ribu. Namun, seringnya itu tidak habis, sehari palingan hanya dapat uang Rp 50 ribu,” beber anak pertama dari tiga bersaudara tersebut.

Dia menuturkan, orang tuanya merantau ke Kudus sejak 13 tahun yang lalu. Ibunya berasal dari Semarang dan ayahnya dari Lamongan. Saat ini ia dan orang tua serta kedua adiknya tinggal mengontrak di RT 3 RW 1 Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus.

Baca juga : 35 Tahun Jadi Primadona, Kunci Sukses Jagung Bakar Paini Ada di Sambal

Kedua orang tuanya, lanjutnya, bekerja sebagai pedagang. Sebelum ada corona, ibunya berjualan mainan di sekolah – sekolah yang ada di Kudus. Sedangkan ayahnya jualan arum manis dan gulali.

“Semoga jualan saya laris manis. Sehingga bisa membantu perekonomian keluarga,” harap Salman yang sebelum ada pandemi setiap Ahad berjualan arum manis di acara CFD.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler