31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Bosan Bertahun Tahun Kerja Ikut Orang, Aufa Pilih Jualan Kue Gandos

BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi itu, sepasang suami istri tampak beraktivitas di tepi Jalan Raya Permai, Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, tepatnya sekitar 50 meter sebelah utaranya Rumah Sakit Islam Yakis. Keduanya terlihat sibuk memasukkan adonan warna putih ke cetakan sekaligus alat panggang. Mereka merupakan penjual kue gandos.

Sambil menunggu kue gandos yang dipanggangnya matang, Sang suami Muhammad Luthfi Aufa (29) sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, mulai berjualan kue gandos sekitar tiga tahun yang lalu. Sebelum menekuni usahanya tersebut, ia mengaku sudah kenyang makan asam garam kerja ikut orang. Menurutnya kerja ikut orang itu tidak enak, sekecil apa pun kerja atau usaha, yang penting itu milik sendiri.

Kue gandos bikinan Muhammad Luthfi Aufa. Satunya dijual Rp 500. Foto : Rabu Sipan

“Saya itu dulu kerja apa saja mas. Dari buruh pabrik, jaga play station (PS) serta kerja di perusahaan pembuatan paving juga pernah. Namun menurut saya, kerja ikut orang itu menghabiskan waktu lebih banyak, lebih capek, tapi hasilnya tidak sesuai,” ujar Aufa kepada betanews.id, Kamis (18/6/2020).

-Advertisement-

Baca juga : Pelanggan Sampai Antre Demi Mencicipi Rujak Es Krim Pak Yitno

Pria yang tercatat sebagai warga kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus itu menuturkan, ide berjualan kue dengan bahan baku kelapa itu dari kakaknya. Menurutnya, kakaknya lah yang mengajak Aufa berjualan kue berbentuk setengah lingkaran bercita rasa khas gurih tersebut.

“Saat saya masih kerja ikut orang, kakak saya dengan rajin mengajakku untuk berdagang. Bercerita tentang hasilnya dan asyiknya punya usaha sendiri meski usaha itu kecil. Tidak terikat sama bos, dan tidak diperintah orang lain,” beber pria yang sudah dikaruniai satu anak tersebut.

Selanjutnya, dia pun tertarik dengan ajakan kakaknya. Dengan modal yang dikumpulkan sewaktu bekerja, ia pun nekat beli gerobak kecil yang bisa dibonceng di motor. Kemudian ia pun memilih lokasi di sebelah utara Rumah Sakit Yakis Kudus untuk menjajakan dagangannya.

“Dari dulu hingga sekarang saya berjualan kue gandos di sini mas. Bedanya kalau dulu pakai gerobak kecil yang bisa dibonceng motor. Sekarang saya sudah pakai gerobak besar,” ungkapnya.

Dia menuturkan, menjual kue gandos dengan harga Rp 500 per satunya. Mulai jualan pukul 06.00 WIB sampai habis. Biasanya pukul 11.00 WIB jualan sudah habis. Ia bisa menghabiskan sekitar tiga kilogram adonan kue gandos. Kalau dihitung uang, omzet yang didapatnya, Rp 300 ribu sehari.

Baca juga : Cita Rasa Khas Pisang Goreng di Raja Banana Crispy Jadi Buruan Pembeli

“Itu penjualan pada hari biasa. Pas weekend penjualan meningkat, bisa habis empat sampai lima kilogram sehari,” jelas Aufa yang mengaku sejak ada pandemi penjualannya turun 20 persen.

Di bersyukur, meski usahanya saat ini masih kecil, tapi setidaknya itu usahanya sendiri. Kerjanya setengah hari, tapi hasilnya sama, bahkan lebih saat kerja seharian ikut orang.

“Saya berharap, semoga usaha saya bisa berkembang dan kelak juga bisa buka cabang, dan mengajak saudara agar berwira usaha,” harapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER