BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah melakukan operasi pasar gula pasir di Pasar Bitingan Kabupaten Kudus, Senin (18/5/2020). Kegiatan ini dilakukan guna menekan harga kebutuhan pokok tersebut di pasaran.
Kepala Disperindag Muhammad Arif Sambodo menuturkan, operasi pasar yang dilakukannya fokus pada gula pasir. Menurutnya, sejak bulan Januari 2020 harga gula pasir naik lebih mahal dari harga eceran tinggi (HET) yang ditentukan sebesar Rp 12.500 per kilogram. Sehingga, operasi pasar akan terus dilakukannya sampai harganya kembali normal di harga tersebut.

“Dari Januari hingga sekarang harganya naik. Akhir Februari kemarin saja sampai Rp 18.000 per kilogram,” ungkapnya.
Khusus di Kudus, lanjut Arif, harga di tingkat konsumen masih tinggi mencapai Rp 16.000 per kilogram. Sedangkan untuk distributor harganya Rp 13.500 per kilogram. Makanya, dalam operasi pasar ini, gula pasir yang dijual dihargai Rp 12.500.
Baca juga: Mendekati Lebaran, Harga Bawang Merah di Kudus Tembus Rp 65 Ribu per Kilogram
Menurutnya, operasi pasar sudah dilakukannya sejak awal Maret 2020 di seluruh Jawa Tengah. Selain di Kudus, pihaknya telah melaksanakannya di Kabupaten Batang, Kendal, Temanggung, Demak, Solo Raya dan kabupaten di daerah selatan Jawa Tengah.
“Total keseluruhan se Jawa Tengah ada 608 ton. Untuk Kudus sendiri 4 Ton,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, gula pasir yang dijual merupakan raw sugar impor yang diolah oleh PT Industri Gula Nusantara menjadi gula kristal putih. Dalam operasi pasar ini, setiap pembeli hanya dibatasi menebus dua kilogram saja.
“Kami kasih tinta di jarinya. Yang sudah ambil tidak boleh beli lagi,” tuturnya.
Sementara itu, pembeli gula pasir Muslimah mengaku senang mendapatkan gula lebih murah. Sebelumnya, dia harus membeli seharga Rp 17.000 ribu per kilogram.
Baca juga: Turun Drastis, Harga Cabai di Kudus Tak ‘Sepedas’ Rasanya
“Rasanya senang bisa mendapatkan lebih murah. Namun sayang, cuma dibatasi dua kilogram saja,” tutur warga Desa Blimbing Rejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara itu.
Dia berharap, harga gula pasir secepatnya dapat normal kembali. Mengingat, sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri. “Kebutuhan gula pasti akan semakin banyak,” tutup Muslimah.
Editor: Ahmad Muhlisin

