31 C
Kudus
Kamis, Juni 4, 2020
Beranda Ekonomi Turun Drastis, Harga...

Turun Drastis, Harga Cabai di Kudus Tak ‘Sepedas’ Rasanya

BETANEWS.ID, KUDUS – Hembusan angin terlihat menerpa daun tanaman cabai di persawahaan Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Hamparan sawah yang luas itu terdapat ribuan tanaman cabai. Sebagian cabai-cabai yang menggantung pada cabangnya terlihat ada yang sudah memerah, pertanda siap dipanen. Namun sayang, panen kali ini harga cabai di pasaran lagi turun.

Petani Cabai Nur Diana (40) menuturkan, harga panen cabai saat ini turun drastis. Meski mengaku pusing dengan turunnya harga cabai, tetapi dia mengaku pasrah dengan keadaan. Karena naik turunnya harga cabai bukan petani seperti dirinya yang menentukan.

“Gimana ini, musim panen cabai malah harganya turun. Harga cabai jadi tak sepedas rasanya,” ujar perempuan yang akrab disapa Nur itu, Jumat (8/5/2020).

Nur Diana sedang menata sayur di lapak jualannya, Jumat (8/5/2020). Foto: Rabu Sipan.

Warga Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu menambahkan, cabai dari sawah saat ini cuma dihargai Rp 7 ribu per kilogram. Sedangkan harga eceran tidak jauh berbeda yakni Rp 10 ribu per kilogram.

“Kalau harga tersebut bertahan sampai habis dipanen. Ya siap-siap totalan kerugian,” keluhnya sambil menata cabai.

Baca juga: Agus Kewalahan Penuhi Permintaan Melon yang Meningkat Drastis saat Ramadan

Dia menuturkan, harga normal cabai di sawah itu seyogyanya sekitar Rp 20 ribu per kilogram. Dengan harga tersebut, para petani bisa meraup untung yang lumayan.

“Syukur-syukur lagi bila bisa lebih dari Rp 20 ribu per kilogram. Bisa makin lumayan untungnya,” tutur perempuan yang dikaruniai dua anak tersebut.

Rentang waktu yang dibutuhkan dari tanam cabai hingga panen, lanjutnya, sekitar dua setengah bulan. Setelah itu, cabai bisa dipanen terus-menerus selama tujuh bulan.

“Biasanya, setiap hari bisa memanen sekitar tiga kwintal cabai, dengan luas tanah yang ditanami sekitar satu hektare,” bebernya.

Meski harga lagi turun, Nur mengaku tetap memanen cabai. Sebab kalau tidak dipanen, cabai akan busuk dan tidak ada pemasukan. Kalau dipanen dan dijual, uangnya bisa untuk operasional sehari-hari.

“Setidaknya bisa buat beli bahan bakar kendaraan untuk pulang pergi dari kampungku ke sawah,” kata Nur.

Baca juga: Sa’ad Harus Berangkat Jam 8 Malam Agar Bisa Dapat Tempat Berjualan di Pasar Bitingan

Dia mengaku, tanah seluas enam hektare disewa dengan harga Rp 10 juta per hektare. Tanah tersebut selain ditanami cabai juga ditanami komoditas sayur lain, seperti timun, padi, tomat, serta pembatas sawah keliling ditanaminya kacang panjang. Namun, saat ini hampir semua komoditas harganya turun.

“Sebagai petani saya berharap harga hasil panen secepatnya stabil dan hasil panen selalu bagus,” tutup Nur.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tinggalkan Balasan

23,876FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,305PengikutMengikuti
12,024PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Unika Soegijapranata Semarang Temukan Alat Pelumpuh Covid-19

BETANEWS.ID, SEMARANG - Pepohonan yang rindang di sekitar Universitas Katolik Unika Soegijapranata Semarang membuat udara semakin segar. Ditambah lagi, siang itu cukup...

Makam Sunan Muria Dibuka 8 Juni, Jam Kunjungan dan Kapasitas Peziarah Dibatasi

BETANEWS.ID, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus akan membuka Makam Sunan Muria untuk simulasi new normal atau kenormalan baru pada 8-14 Juni 2020...

Polres Kudus Gelar Simulasi Antisipasi Dampak Terburuk Covid-19

BETANEWS.ID, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus bersama dengan Kepolisian Resort (Polres) Kudus melakukan simulasi Tactical Floor Game (TFG) di Pendopo Kabupaten Kudus,...

Waspada, Kudus Ditetapkan sebagai Wilayah Transmisi Lokal Covid-19

BETANEWS.ID, KUDUS - Kabupaten Kudus ditetapkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai salah satu wilayah di eks Karesidenan Pati sebagai transmisi lokal baru...

Ayah dan Anak di Kudus Positif Covid-19, Hari Ini Sang Ayah Meninggal

BETANEWS.ID, KUDUS – Di antara warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kudus, dua di antaranya merupakan ayah (57) dan anak (23)....

Awalnya Ikut-Ikutan, Kini Bonsai Jadi Mata Pencaharian Ali Fadli

BETANEWS.ID, KUDUS - Sebuah pohon bonsai dengan kawat melilit batangnya tampak di halaman sebuah rumah di Desa Gondangmanis RT 04 RW 04,...

Si Jago Merah Mengamuk di Istana Ban Kudus, Jalur Pantura Lumpuh

BETANEWS.ID, KUDUS - Bau karet terbakar menyengat di Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kudus, Rabu (3/6/2020) malam. Bau tersebut datang dari gudang ban...