31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Pasien Positif Covid-19 di Kudus Sembuh Pertama, Sukarsih: ‘Kuncinya Selalu Gembira’

BETANEWS.ID, KUDUS – Hari ini (9/4/2020) merupakan hari istimewa bagi Plt Bupati Kudus Hartopo. Bagaimana tidak, dirinya menerima tamu spesial, seorang pasien pertama positif Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh, di pendapa kabupaten. Sukarsih (28) namanya, seroang petugas medis di RS Mardirahayu Kudus.

Di depan awak media, Hartopo menyambut perempuan berambut lurus itu dengan rangkaian bunga berwarna merah. Ungkapan selamat atas kesembuhannya tersebut disambut Sukarsih dengan hangat. Usai itu, Hartopo mempersilakannya untuk berbagi cerita di podium.

Baca juga: Pemkab Kudus Gelontorkan Rp 48 Miliar untuk Hadapi Corona

-Advertisement-

Sukarsih bercerita, pada 21 Maret lalu dirinya mendapat tugas untuk merawat pasien corona di ruang isolasi. Empat hari kemudian dia merasakan nyeri haid dan diare.

“Saat saya masuk di ruang isolasi status saya berarti sudah orang dalam pengawasan (ODP),” ungkap perempuan yang berasal dari Kabupaten Pati tersebut, di pendapa kabupaten.

Sukarsih menceritakan pengalamannya selama dikarantina hingga kemudian sembuh. Foto: Imam Arwindra

Setelah merasakan nyeri haid dan diare, dirinya langsung dirawat khusus di ruang isolasi. Saat itu dokter dan tenaga medis yang merawatnya mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Selama di sana dia tidak diperbolehkan untuk dijenguk.

Baca juga: Sempat Ditolak, Jenazah PDP Corona Akhirnya Bisa Dimakamkan di Loram Wetan

Pada 27 Maret 2020, tubuh Sukarsih di-scan. Hasilnya, pernyataan dokter yang merawatnya mengarah dirinya terpapar virus corona. Sejak saat itu dirinya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sehari setelah itu, Sukarsih langsung dites menggunakan rapid test. Dan hasilnya menyatakan dirinya positif Covid-19. “Saat itu saya menekankan diri saya untuk tidak boleh takut, hati harus gembira dan pokoknya selalu menyenangkan hati,” ungkapnya.

Pada 29 Maret 2020 dokter melakukan test swab pertama. Hasilnya diketahui pada 3 April 2020, tes swab juga menyatakan dirnya positif.

Selama masa isolasi, Sukarsih mengatakan terus mendapatkan dukungan dari keluarga dan teman-temannya melalui daring. Selain itu, tim medis yang merawatnya pun selalu memberikan semangat untuk sembuh.

Baca juga: Alasan Keselamatan, Warga Colo Tolak Karantina Pemudik di Graha Muria

“Saya tidak pernah merasa kesepian. Semua support saya. Saya merasa senang,” lagi-lagi diungkapkan Sukarsih dengan penuh semangat.

Pada tanggal 4 dan 5 April 2010, hasil swab kedua telah keluar. Hasilnya menyatakan Sumarsih negatif. Dia mengatakan, menurut dokter yang merawatnya, jika hasil tes swab negatif berarti dia sembuh total.

Saat ditanya apakah ada obat atau penanganan khusus, Sukarsih mengungkapkan obatnya yakni antibiotik, vitamin dan hati yang gembira. “Bagi teman-teman PDP jangan panik, jangan takut, harus gembira. Ikuti aturan dokter,” tuturnya.

Baca juga: Penghuni Rusunawa Tolak Huniannya Jadi Tempat Karantina Pemudik

Kepada masyarakat dia berpesan agar selalu menjaga jarak fisik kepada orang lain. Selain itu sering cuci tangan pakai sabun dan selalu pakai masker.

Sementara itu, dalam sambutannya Hartopo mengaku senang ada pasien postif Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Dia memberi dukungan kepada Sukarsih dan semua tenaga medis yang berada di garda terdepan berperang melawan corona.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER