Alasan Keselamatan, Warga Colo Tolak Karantina Pemudik di Graha Muria

BETANEWS.ID, KUDUS – Kain putih tampak terbentang di depan gerbang Hotel Graha Muria Colo dengan tulisan ‘Masyarakat Desa Colo Menolak Keras Graha Muria Dijadikan Tempat Karantina Pemudik Kab. Kudus’. Di dekatnya, sejumlah orang sedang mendapat arahan dari pria mengenakan topi dan masker. Pria itu adalah Much Rindho (42), koordinator lapangan aksi penolakan Graha Muria sebagai tempat karantina pemudik.

Hal itu dilakukan demi keselamatan dan keamanan warga. Menurut pria yang akrab disapa Rindho itu, jika karantina dilakukan di tempat tersebut, warga tentu akan merasa cemas. Saat ini warga sudah merasa resah dengan adanya pemberitaan Covid-19, apalagi jika di sana digunakan untuk tempak karantina pemudik.

“Kami sudah merasa resah dan takut dengan pemberitaan Virus Corona. Wisata ditutup membuat kami tidak bekerja, demi keselamatan dan keamanan warga Colo, kami akan menolak dengan keras,” jelas warga Desa Colo, RT 03 RW 03, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus itu kepada betanwes.id.

-Advertisement-

Baca juga : Warga Bakalankrapyak Blokade Akses Jalan Masuk Rusunawa

Dia berharap, Plt Bupati Kudus dapat memahami situasi yang ada. Mereka juga peduli dengan upaya pencegahan Virus Covid-19. Tetapi kepentingan warga setempat lebih diutamakan.

“Dari segi kemanusiaan kami tentu mendukung upaya memerangi Corona. Tapi keamanan dan keselamatan warga setempat lebih utama. Jadi kami sepakat untuk menolak,” Tegasnya, Sabtu (4/4/2020).

Berjalan memasuki Graha Muria Colo, seorang pria mengenakan baju berwarna biru dongker sedang duduk sambil memegang hanphone. Dia adalah Wagiman Sutrisno (56), Kepala UPT Objek Wisata Colo menjelaskan, bahwa dari pihak Graha Muria Colo sudah siap digunakan untuk mengkarantina pemudik. Di sana sudah siap menampung 50 orang, sedangkan villa yang ada di Colo bisa menampung 20 orang.

Baca juga : Penghuni Rusunawa Tolak Huniannya Jadi Tempat Karantina Pemudik

“Semua Graha Muria ditambah villa yang ada, bisa menampung 70 orang. Untuk keputusan dan negosiasi bukan wewenang saya, jadi tugas saya hanya menyiapkan tempatnya saja. Saya berharap segera ada keputusan dan titik temu demi kebaikan bersama,” tambah warga Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus itu.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER