Karang Taruna Ngudi Kawruh Adakan Pelatihan Pembuatan Disinfektan

BETANEWS.ID, PATI – Pagi itu suasana Balai Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati nampak ramai dengan kedatangan para pemuda desa setempat. Mereka merupakan anggota Karang Taruna Ngudi Kawruh Desa Ketitang Wetan yang akan mengadakan pelatihan pembuatan disinfektan organik. Belasan orang yang ke semuanya lelaki, nampak antusias menyambut mentor dari CV Muara Nusa dan Pembina Karang Taruna, Agus Sujadi (56).

Pelatihan membuat disinfektan yang diadakan oleh Karang Taruna Desa Ketitang Wetan. Foto : Titis Widjayanti

Sebelum pelatihan dimulai, para pemuda saling bergantian menyiapkan bahan-bahan yang dipandu oleh mentor. Setelah semua siap, dua orang mentor akhirnya memulai langkah awal pembuatan disinfektan organik yang dimaksud. Sambil melihat secara cermat, beberapa orang mencatat perbandingan bahan dan yang lain mengabadikan moment foto dan video melalui handphone.

“Bahannya ada texapon, sodium sulfat, soda api, alkohol, garam alkali, daun sirih, lalu air akuades, pewangi pakaian serta pewarna makanan. Nah kalau campuran seperti ini, diusahakan airnya yang dituang, bukan air akuadesnya. Lalu ditambah beberapa bahan. Terus kalau ngaduk, semua larutan itu diaduk dari arah kanan ke kiri. Berbanding terbalik dengan arah jarum jam. Secara hukum kimia seperti itu. Kalau terbalik, ada yang tidak larut. Tetapi adonannya naik, misal disinfektan ini, bisa berbuih banyak, tapi tidak larut adonannya. Tidak tercampur,” papar M Adi Yunus Al-fatih (35), salah satu mentor pelatihan kepada betanews.id, Minggu (5/3/2020).

-Advertisement-

Baca juga : Perangi Covid-19, Rumah Warga Ketitang Wetang Kembali Disemprot Disinfektan

Sementara salah satu mentor, Ujang Abdul Na’im (26) yang merupakan warga asli Desa Ketitang Wetan masih mengaduk campuran bahan-bahan di ember hingga jadi. Setelah itu, larutan didiamkan beberapa jam hingga air berwarna merah muda itu menjadi bening dan siap untuk digunakan.

“Kalau biasanya, disinfektan yang akhir-akhir ini digunakan masyarakat secara umum itu berbahaya. Itu karena bahan-bahan yang digunakan memakai banyak bahan kimia. Misal klorin, itu untuk benda nggak papa, tapi untuk tubuh manusia itu berbahaya. Bisa jadi kalau kulitnya sensitif, ya alergi. Semacam iritasi. Terus untuk yang punya penyakit paru-paru dan asma juga berbahaya. Karena itu baunya juga menyengat. Bisa memperparah malah. Sedangkan, kita membuat obat penawar semacam ini kan gunanya untuk pembunuh kuman atau virus. Nah, kalau tadi pakai garam, pewarna makanan, terus rebusan daun sirih sama pewangi pakaian yang memang aman untuk manusia,” papar Adi lagi.

Sementara itu, menurut pengakuan Agus, kegiatan siang itu memang salah satu program yang dicanangkan karang taruna dalam merespon wabah Covid-19. Selain itu, lelaki bertopi hitam itu menambahkan, jika langkah tersebut diambil sebagai bentuk kewaspadaan terhadap mewabahnya virus tersebut dengan cara yang aman.

Baca juga : Ini Bahan Antiseptik Racikan Hartatik yang Dipakai di Bilik Sterilisasi

Lalu, ia juga berharap ke depan program semacam ini tidak berhenti ketika wabah Covid-19 usai. Akan tetapi, bisa berlanjut menjadi salah satu produk ekonomis yang bisa diproduksi bahkan dipasarkan ke masyarakat umum.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER