BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan perkembangan terkini terkait dengan corona. Hingga saat ini, ada enam kasus pasien positif COVID-19 di wilayahnya. Termasuk satu pasien yang positif terjangkit virus corona meninggal, setelah 10 hari dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang.
Kata Ganjar, pasien berjenis kelamin laki-laki berusia (43) tahun tersebut, sepuluh hari terakhir menjalani perawatan intensif di RSUP dr Kariadi Semarang. Setelah pihaknya melakukan tracking, sebelum dinyatakan positif terjangkit, pasien sempat melakukan perjalanan di Bali.
“Kita mengupdate perkembangan penanganan COVID-19 di Jawa Tengah, ini kondisi paling terakhir,” kata Ganjar dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (17/3/2020).
Baca juga : MUI Jateng: Salat Jumat Tetap Boleh di Masjid, Pengajian Disetop
Selain pasien yang meninggal tersebut, Ganjar juga menyampaikan di Surakarta saat ini ada satu pasien juga dinyatakan positif terjangkit. Berkelamin perempuan dengan usia 49 tahun dan saat ini dirawat di RS Moewardi.
“Dia kelanjutan dari kasus positif Corona yang meninggal di Solo. Dia satu forum dengan yang meninggal, ikut seminar di Bogor,” sebut Ganjar.
Baca juga : Usai ‘Liburkan’ Sekolah, Ganjar Tutup 55 Tempat Wisata di 11 Kabupaten
Menindaklanjuti kasus pasien positif yang kini dirawat di RS Moewardi itu, Ganjar menegaskan jika pihaknya terus koordinasi intens dengan Gubernur Jawa Barat dan juga Pemprov Jatim agar turut melakukan tracking.”Saya juga sudah komunikasi dengan Gubernur Jabar dan walikota, tapi ternyata berada di wilayah kabupaten,” katanya.
Dengan bertambahnya dua kasus tersebut, sampai saat ini di Jawa Tengah telah terjadi enam kasus positif COVID-19, empat masih dirawat dan dua telah meninggal dunia. Empat pasien tersebut kini dirawat RS Kariadi Semarang, RS Tidar Magelang dan dua pasien di RS Moewardi. Selain empat pasien positif tersebut, Ganjar juga membeberkan pasien lain yang masih dalam pantauan.
Baca juga : Mau Periksa Corona Gratis? Berikut RS di Jateng yang Bisa Jadi Tujuan
“Yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.005 orang, Pasien Dalam Pemantauan 69, yang dirawat 42 dan yang pulang sehat 24,” pungkas Ganjar.
Editor : Kholistiono

