31 C
Kudus
Kamis, Juni 4, 2020
Beranda Ekonomi Lulusan STAIN Kudus...

Lulusan STAIN Kudus Ini Buat Sate Surimi, Buka Franchise di Beberapa Kota

SEPUTARKUDUS.COM, GONDOSARI – Di tepi Jalan PR Sukun, tepatnya di halaman Alfamart seberang lapangan tenis Sukun Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kudus, tampak gerobak lengkap dengan etalasenya. Di samping gerobak terlihat seorang pria mengenakan kaus oblong putih sedang menaruh beberapa sate di atas alat pemanggang. Pria tersebut yakni Nandar Hidayat (27), pemilik usaha Sate Surimi. Dia merintis usahanya dengan modal kepercayaan, hingga kini mampu meraup omzet Rp 35 juta sebulan.

Di sela ativitasnya, pria yang akrab disapa Nandar itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usahanya. Dia mengungkapkan, mulai merintis usaha sejak masih duduk di bangku kuliah. Saat itu dirinya kuliah di STAIN Kudus melalui jalur beasiswa tidak mampu. Namun karena beasiswa tersebut hanya berlaku satu tahun, dia kemudian mencari beasiswa dari lembaga lain, dan berhasil mendapat beasiswa dari Djarum.

“Tapi beasiswa tersebut juga hanya berlaku satu tahun saja. Oleh sebab itu, setelah beasiswa berakhir dan untuk bisa membiayai kuliah aku memutuskan kerja di PT Indo Lautan Makmur Cabang Kudus yang memproduksi surimi ikan,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Warga Gondosari, Gebog, Kudus itu menuturkan, tempat kerjanya tersebut memproduksi aneka olahan yang terbuat dari Ikan Swangi, tidak menggunakan bahan pengawet maupun pewarna buatan. Namun sayangnya, aneka olahan tersebut tidak laku dan kurang diminati di pasaran. Karena tidak laku tersebut dia berfikir mungkin ada yang salah dengan cara pemasarannya.

Saat itu dia mengaku curiga, kenapa olahan makanan seenak dan sebagus itu yang tidak mengandung kimia, kurang diminati. Hingga kemudian dia berinisiatif memasarkannya dengan cara yang berbeda, yakni dengan menjual aneka olahan produk Surimi dalam keadaan matang.

“Aku ingat tepat pada Natal tahun 2014 aku mulai menjual olahan produk Sarimi dalam keadaan matang di Taman Krida Kudus. Saat itu aku diperbolehkan membawa dulu aneka produk olahan Surimi untuk aku jual dalam keadaan matang. Begitu juga dengan perabotannya semua dipinjami perusahaan, dari freezer, meja dan lainnya,” jelasnya.

Pria lajang itu mengatakan, menjual aneka produk olahan Surimi dengan cara dibikin sate dan dibakar. Karena itu diberi nama Sate Surimi. Pertama berjualan lumayan laris karena dalam waktu satu jam bisa menjual 100 tusuk. Karena melihat antusias pembeli, muncul dibenaknya untuk menseriusi berjualan Sate Surimi dalam keadaan matang.

Saat itu Nandar pun mulai ikut berjualan di even-even yang diadakan pemerintah Kabupaten Kudus. Selain itu dia juga ikut buka stand di Car Free Day. Meski setiap berjualan selalu laris dia mengaku belum berani menyewa tempat untuk berjualan setiap hari. Hingga suatu ketika ada satu pelanggan yang memintanya untuk berjualan setiap hari, agar para penikmat Sate Surimi yang ingin membeli bisa langsung datang ke lokasi dan tidak menunggu sepekan sekali.

“Karena ada pelanggan yang memintanya aku pun nekat membuka tempat untuk berjualan Sate Surimi setiap hari dan alhamdulillah laris. Kini aku sudah punya sepuluh tempat penjualan yang tersebar di beberapa daerah, Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Purwodadi, serta Semarang. Dari sepuluh tempat itu aku mampu meraup omzet Rp 35 juta sebulan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

23,883FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,305PengikutMengikuti
12,024PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Unika Soegijapranata Semarang Temukan Alat Pelumpuh Covid-19

BETANEWS.ID, SEMARANG - Pepohonan yang rindang di sekitar Universitas Katolik Unika Soegijapranata Semarang membuat udara semakin segar. Ditambah lagi, siang itu cukup...

Makam Sunan Muria Dibuka 8 Juni, Jam Kunjungan dan Kapasitas Peziarah Dibatasi

BETANEWS.ID, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus akan membuka Makam Sunan Muria untuk simulasi new normal atau kenormalan baru pada 8-14 Juni 2020...

Polres Kudus Gelar Simulasi Antisipasi Dampak Terburuk Covid-19

BETANEWS.ID, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus bersama dengan Kepolisian Resort (Polres) Kudus melakukan simulasi Tactical Floor Game (TFG) di Pendopo Kabupaten Kudus,...

Waspada, Kudus Ditetapkan sebagai Wilayah Transmisi Lokal Covid-19

BETANEWS.ID, KUDUS - Kabupaten Kudus ditetapkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai salah satu wilayah di eks Karesidenan Pati sebagai transmisi lokal baru...

Si Jago Merah Mengamuk di Istana Ban Kudus, Jalur Pantura Lumpuh

BETANEWS.ID, KUDUS - Bau karet terbakar menyengat di Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kudus, Rabu (3/6/2020) malam. Bau tersebut datang dari gudang ban...

Ayah dan Anak di Kudus Positif Covid-19, Hari Ini Sang Ayah Meninggal

BETANEWS.ID, KUDUS – Di antara warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kudus, dua di antaranya merupakan ayah (57) dan anak (23)....

Awalnya Ikut-Ikutan, Kini Bonsai Jadi Mata Pencaharian Ali Fadli

BETANEWS.ID, KUDUS - Sebuah pohon bonsai dengan kawat melilit batangnya tampak di halaman sebuah rumah di Desa Gondangmanis RT 04 RW 04,...