31 C
Kudus
Selasa, Maret 31, 2020
Beranda Ekonomi Lulusan STAIN Kudus...

Lulusan STAIN Kudus Ini Buat Sate Surimi, Buka Franchise di Beberapa Kota

SEPUTARKUDUS.COM, GONDOSARI – Di tepi Jalan PR Sukun, tepatnya di halaman Alfamart seberang lapangan tenis Sukun Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kudus, tampak gerobak lengkap dengan etalasenya. Di samping gerobak terlihat seorang pria mengenakan kaus oblong putih sedang menaruh beberapa sate di atas alat pemanggang. Pria tersebut yakni Nandar Hidayat (27), pemilik usaha Sate Surimi. Dia merintis usahanya dengan modal kepercayaan, hingga kini mampu meraup omzet Rp 35 juta sebulan.

Di sela ativitasnya, pria yang akrab disapa Nandar itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usahanya. Dia mengungkapkan, mulai merintis usaha sejak masih duduk di bangku kuliah. Saat itu dirinya kuliah di STAIN Kudus melalui jalur beasiswa tidak mampu. Namun karena beasiswa tersebut hanya berlaku satu tahun, dia kemudian mencari beasiswa dari lembaga lain, dan berhasil mendapat beasiswa dari Djarum.

“Tapi beasiswa tersebut juga hanya berlaku satu tahun saja. Oleh sebab itu, setelah beasiswa berakhir dan untuk bisa membiayai kuliah aku memutuskan kerja di PT Indo Lautan Makmur Cabang Kudus yang memproduksi surimi ikan,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Warga Gondosari, Gebog, Kudus itu menuturkan, tempat kerjanya tersebut memproduksi aneka olahan yang terbuat dari Ikan Swangi, tidak menggunakan bahan pengawet maupun pewarna buatan. Namun sayangnya, aneka olahan tersebut tidak laku dan kurang diminati di pasaran. Karena tidak laku tersebut dia berfikir mungkin ada yang salah dengan cara pemasarannya.

Saat itu dia mengaku curiga, kenapa olahan makanan seenak dan sebagus itu yang tidak mengandung kimia, kurang diminati. Hingga kemudian dia berinisiatif memasarkannya dengan cara yang berbeda, yakni dengan menjual aneka olahan produk Surimi dalam keadaan matang.

“Aku ingat tepat pada Natal tahun 2014 aku mulai menjual olahan produk Sarimi dalam keadaan matang di Taman Krida Kudus. Saat itu aku diperbolehkan membawa dulu aneka produk olahan Surimi untuk aku jual dalam keadaan matang. Begitu juga dengan perabotannya semua dipinjami perusahaan, dari freezer, meja dan lainnya,” jelasnya.

Pria lajang itu mengatakan, menjual aneka produk olahan Surimi dengan cara dibikin sate dan dibakar. Karena itu diberi nama Sate Surimi. Pertama berjualan lumayan laris karena dalam waktu satu jam bisa menjual 100 tusuk. Karena melihat antusias pembeli, muncul dibenaknya untuk menseriusi berjualan Sate Surimi dalam keadaan matang.

Saat itu Nandar pun mulai ikut berjualan di even-even yang diadakan pemerintah Kabupaten Kudus. Selain itu dia juga ikut buka stand di Car Free Day. Meski setiap berjualan selalu laris dia mengaku belum berani menyewa tempat untuk berjualan setiap hari. Hingga suatu ketika ada satu pelanggan yang memintanya untuk berjualan setiap hari, agar para penikmat Sate Surimi yang ingin membeli bisa langsung datang ke lokasi dan tidak menunggu sepekan sekali.

“Karena ada pelanggan yang memintanya aku pun nekat membuka tempat untuk berjualan Sate Surimi setiap hari dan alhamdulillah laris. Kini aku sudah punya sepuluh tempat penjualan yang tersebar di beberapa daerah, Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Purwodadi, serta Semarang. Dari sepuluh tempat itu aku mampu meraup omzet Rp 35 juta sebulan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

20,596FansSuka
13,415PengikutMengikuti
4,309PengikutMengikuti
10,120PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

1,8 Juta Warga Jateng Akan Terima BLT, Anggaran Rp 1,4 T Sudah Disiapkan

BETANEWS.ID, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jateng telah menyiapkan dana sebesar Rp 1,4 triliun untuk menanggulangi kasus penyebaran virus corona. Dana tersebut akan...

Polisi Kudus Datang, Kerumunan Muda-Mudi Tunggang-Langgang

BETANEWS.ID, KUDUS - Suara sirine dari mobil polisi memecah suasana malam di sekitar GOR Bung Karno Kudus, Sabtu (28/3/2020) malam. Dari pengeras...

Produksi Dupa di Kudus Terdampak Corona

BETANEWS. ID, KUDUS - Aroma dupa tercium di sebuah ruangan berukuran 4,5 x 3 meter di Desa Loram Kulon, RT 01 RW...

Peduli Pencegahan Corona, Pemdes Jepang Adakan Penyemprotan Disinfektan

BETANEWS.ID, KUDUS - Sebuah mobil pick up terlihat melintas di sebuah jalan di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Terdengar suara dari...

Jokowi ke Gubernur: Tirulah Jateng, Anggarkan Warga Terdampak Corona!

BETANEWS.ID, SEMARANG - Presiden Jako Widodo memerintahkan semua kepala daerah untuk meniru langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengatasi kasus dan dampak...

Perangi Covid-19, Rumah Warga Ketitang Wetang Kembali Disemprot Disinfektan

BETANEWS.ID, PATI -Wabah Covid-19 kian membuat warga berbondong-bondong mencari langkah-langkah pencegahan awal. Tak terkecuali warga Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati...

Mata Ganjar Berkaca-Kaca Dengar Curhat Tenaga Medis Positif Corona yang Kangen Anaknya

BETANEWS.ID, SEMARANG - Suasana haru terlihat saat Gubenur Ganjar Pranowo bercakap melalui sambungan telepon, Sabtu (28/3/2020). Mata Ganjar sempat berkaca-kaca saat mendengar...