Beranda blog Halaman 1887

Gadis Kecil Ini Bersemangat Ikuti Upacara Bendera di Bekas Bangunan Stasiun Kudus

0
Zahra menghormat saat ikuti upacara bendera di Stasiun Kudus 2017_8
Zahra menghormat saat ikuti upacara bendera di Stasiun Kudus. Foto: Imam Arwindra

SEPUTARKUDUS.COM, WERGU WETAN – Sejumlah orang telah berbaris di bekas Stasiun Kudus, Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus. Mereka hendak melaksanakan upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-72, yang diselenggarakan Karangtaruna desa setempat, bersama sejumlah peserta dari berbagai komunitas di Kudus. Tak terkecuali, Zahrotul Jannah, anak empat tahun yang tampak bersemangat.

Zahra sapaan akrapnya, masih duduk dibangku Taman Kanak-kanak (TK) B. Dia mengaku baru pertama kali mengikuti upacara bendera.  “Ya, ini (upacara) pertama. Rasanya senang,” ungkap gadis kecil berbaju motif bunga-bunga, sambil terlihat malu.

Menurut Zahra, upacara pertamanya yang dilakukan di bekas Stasiun Kudus menyenangkan. Selain bisa mengikuti upacara, dirinya juga bisa menonton film yang diputar dalam rangkaian kegiatan. Selain itu dirinya mengaku bisa bermain dengan teman-temannya. “Ya senang,” tutur Zahra yang kemudian berlari mengikuti sesi foto bersama peserta upacara.

Dwi Joko Santoso (39), paman Zahra yang mendampingi saat kegiatan upacara mengaku senang keponakannya bisa mengikuti upacara bendera. Menurutnya, dengan diperkenalkan sejak dini tentang makna kemerdekaan Indonesia, cinta tanah air akan terbentuk. Selain itu, karakter anak juga bisa terbangun sejak awal.

“Semoga anak-anak di Indonesia juga diperkenalkan lebih dini untuk cinta tanah airnya,” tambahnya.

Sementara itu, Arief Indaryanto (33) Ketua Karang Taruna Kelurahan Wergu Wetan menuturkan, dilaksanakannya upacara bendera di bekas Stasiun Kudus untuk mengenang tragedi agresi militer pertama oleh pasukan Belanda tanggal 21 Juli 1947. Selain itu lanjut Arief, setelah pedagang pasar dipindah di Pasar Baru, lokasi bekas Stasiun Kudus dibiarkan begitu saja.

“Ini merupakan pertama kalinya kami mengadakan kegiatan di sini (Stasiun Kudus), karena tahun sebelumnya masih digunakan para pedagang untuk berjualan,” jelasnya.

Dia berharap, lokasi bekas Stasiun Kudus dijaga keutuhannya. Supaya kelak generasi selanjutnya dapat belajar dari lokasi peninggalan sejarah di Kabupaten Kudus tersebut. Dia sangat bersyukur, bila bekas stasiun tersebut bisa direvitalisasi dan difungsikan kembali untuk transportasi kereta api. “Kalau bisa jangan dibuat bangunan modern,” tambahnya.

Dia menambahkan, dalam kegiatan tersebut pihaknya menggandeng sejumlah komunitas di Kudus. Komunitas tersebut di antaranaya Jenank, Onto Onto Tok (OOT), Omah Dongeng Marwah dan beberapa komunitas lainnya. Selain upacara bendera, pihaknya juga menyelenggarakan lomba fotografi.

- advertisement -

Satu Tahun Menunggu, Akhirnya Berteriak Lantang Bisa Hadir di Fasbuk

0
Berteriak Lantang tampil dalam acara Fasbuk beberapa waktu lalu
Berteriak Lantang tampil dalam acara Fasbuk beberapa waktu lalu. Foto: Ahmad Rosyidi

SEPUTARKUDUS.COM, UKM – Puluhan orang terlihat berkerumun di depan panggung, mengikuti diskusi usai menyaksikan pertunjukan yang digelar Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (Fasbuk), Senin (31/7/2017) malam. Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) itu menghadirkan grup band, Berteriak Lantank.

Arfin Akhmad Maulana (23), ketua Fasbuk yang sekaligus menjadi moderator diskusi, mengungkapkan, Berteriak Lantank sudah satu tahun menunggu undangan Fasbuk untuk mengisi acara. Karena sudah terjadwal, sehingga baru bisa mengundang band tersebut.

“Mereka sudah menghubungi kami sejak satu tahun yang lalu. Karena Fasbuk sudah terjadwal jadi baru sekarang mereka bisa kami undang mengisi acara. Kami juga memberi tantangan untuk mereka, mengaransemen puisi menjadi lagu sesuai genre mereka,” ungkapnya saat ditemui Seputarkudus.com usai acara.

Hanafi Yazid (30), vokalis yang juga pendiri Berteriak Lantank, membenarkan bahwa Berteriak Lantank memang sudah ingin ikut berpartisipasi sejak satu tahun yang lalu. Menurutnya, Fasbuk menjadi forum yang mengapresiasi seniman di Kudus, sehingga membuatnya tertarik untuk memeriahkan.

Azye begitu Hanafi Yazid akrab disapa, mangaku mendapat pengalaman baru karena dituntut untuk mengaransemen puisi menjadi lagu. Meski sempat kesulitan, dia merasa senang bisa mendapat pengalaman baru dan bisa berpartisipasi di acara Fasbuk.

Dalam diskusi, band yang berdiri sejak tahun 2011 dan sudah 14 kali berganti personil tersebut, mendapat pertanyaan dari penonton tentang cara menyatukan genre. “Yang penting itu berkarya, nanti akan ketemu sendiri kemistrinya. Berteriak Lantank tidak mematok terus genre pop punk, tapi juga ada lagu kami yang pop banget. Jadi tidak usah terlalu terpatok genre untuk berkarya,” jawab Azye saat diskusi.

Muhammad Sholikin (16), satu diantara penggemar Berteriak Lantank, merasa terkesan dengan acara Fasbuk. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat asik dan cocok untuk generasi muda yang menyukai seni.

“Saya baru pertaama kali mengikuti acara ini, ternyata sangat asik. Acaranya sangat cocok untuk pemuda, bisa datang dengan teman atau pacar tetap asik. Selain untuk refreshing, kita juga bisa mendapat inspirasi baru. Jadi kemungkinan besok saya akan datang lagi.” tambahnya.

- advertisement -

Siswa-Siswi SD Birrul Walidain Senang Terima Hadiah Pensih dari Bule Amerika

0
Siswa dan siswi SD Birrul Walidain Kudus senang mendapat hadiah pensil dari Volunteer AS
Siswa dan siswi SD Birrul Walidain Kudus senang mendapat hadiah pensil dari Volunteer AS. Foto: Ahmad Rosyidi

SEPUTARKUDUS.COM, MLATI NOROWITO – Ratusan anak terlihat berdiri membawa bendera Indonesia dan Amerika Serikat di depan panggung di halaman Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Birrul Walidain, Rabu (26/7/2017) pagi. Tampak dua orang wanita dari turun dari panggung, kemudian masuk kedalam kelas. Mereka yakni Elicia Blackford dari California dan Kathryn Boyens.

Dua wanita berkulit putih tersebut merupakan peserta program Teachers for Global Classrooms (TGC) USA dari Illinois. Di dalam kelas, mereka mengajak anak-anak bernyanyi, setelah itu membagikan hadiah kepada anak-anak.

Noval Fatih Ali Asar (8), satu di antara sejumlah anak yang mendapat hadiah pensil, mengaku senang karena pensil yang diberikan dua bule tersebut unik. Noval sapaan akrabnya, mengungkapkan dirinya tidak paham dengan apa yang mereka nyanyikan.

“Saya senang mendapat pensil yang unik. Tadi juga diajari bernyanyi, tetapi saya tidak paham bahasanya. Yang saya tahu gerakannya seperti pundak, lutut, kaki,” ungkap murid Kelas dua Archery itu kepada Seputarkudus.com.

Di luar ruangan, terlihat seorang pria mengenakan jas hitam dan berdasi sedang memberikan arahan kepada sejumlah guru. Pria itu adalah Jamaluddin Kamal (31), yang tak lain Kepala SD Muhammadiyah Birrul Walidain. Di tengah kesibukannya, Jamal begitu dia akrab disapa, sudi berbagi penjelasan. Dia mengaku sangat antusias dengan kehadiran dua volunteer dari USA.

“Tadi dimulai pukul 9.15 WIB dan nanti akan selesai pukul 12.00 WIB. Tidak hanya guru, anak-anak juga terlihat sangat antusias menyambut kehadiran volunteer dari TGC USA. Kami berharap dengan kegiatan-kegiatan seperti ini akan bisa memotivasi siswa, selain itu juga bisa menambah wawasan kebangsaan mereka,” terang warga Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kudus itu.

Dia juga menjelaskan, Katrhyn dan Elicia tidak masuk keseluruh kelas, hanya kelas satu, dua dan enam. TGC merupakan program pengembangan profesi guru Amerika Serikat selama satu tahun. Program dengan field experience itu akan dijalani selama satu hingga dua pekan di negara yang di tuju dalam pengembangan profesi.

“Sebelumnya kami juga sudah pernah kedatangan guru tamu dari Polandia dan India. Jadi ini yang ketiga kalinya kami kedatangan guru dari luar negeri. Dan rencana ke depan ada guru dari Malaysia yang akan hadir,” tambahnya.

- advertisement -

Film Lathi Digarap dengan Peralatan Sederhana dan Proses Syuting Cukup Dua Hari

0

SEPUTARKUDUS.COM, NGEMBALREJO – Waktu menunjukan pukul 22.30 WIB, terlihat sejumlah orang sedang menonton film di sebuah ruang tamu di tepi Jalan Raya Kudus Pati, Desa Ngembalrejo, Bae, Kudus. Sesekali suara bising kendaraan terdengar dari Jalan Raya tersebut. Sambil melihat proses film yang digarap berjudul Lathi, Asa Jadmiko (41), menjelaskan, tentang proses pembuatan film yang diproduksi Teater Djarum tersebut.

Asa begitu dia akrab disapa, mengaku sempat merasa haru saat melakukan proses recording sound track film itu. Dia mengungkapkan, bahwa di balik musik gamelan yang menjadi sound track film Lathi adalah anak-anak berusia kurang lebih enam tahun. Mereka adalah anak didik seorang seniman di Kudus, Waryoto Giok.

Baca juga: Teater Djarum Buat Film Berjudul Lathi, Akan Ditayangkan pada Hari Raya Idul Fitri

“Ilustrasi musik film itu dibantu mas Giok. Dan yang menabuh gamelan adalah anak-anak didikannya, yang usianya kerang lebih masih enam tahun. Saya merasa haru waktu recording. Mereka tampak piawai memainkan musik gamelan,” ungkap sutradara film Lathi itu kepada Seputarkudus.com belum lama ini.

Dia menjelaskan, proses pembuatan film Lathi kurang lebih sekitar satu bulan. Tetapi waktu untuk pengambilan gambar hanya dua hari saja. Asa yang juga pembuat ide cerita, membuat cerita tersebut tanpa menentukan dialognya. Sehingga para pemeran bisa melakukan pengembangan sesuai cerita yang sudah ditentukan.

Menurutnya, dalam proses pembuatan film tersebut hanya mengeluarkan sedikit biaya. Mereka menggunakan kamera dan alat seadanya. Asa juga mengungkapkan, adegan rapat di masjid yang rencana malam hari, berubah menjadi siang hari karena terkendala pencahayaan.

“Karena jika pengambilan gambar malam hari kami butuh laghting, jadi butuh sewa. Selain itu juga masjid setiap malam ada salat Tarawih dan tadarusan. Jadi kami lebih ingin memberikan tontonan sekaligus tuntunan, yang memiliki nilai tanpa menggurui. Dan kami masih belum mengutamakan kualitas filmnya,” jelasnya.

Sementara itu, pemain dalam film Lathi, Sutrimo (38), menambahkan, proses syuting hanya dilakukan di satu Dukuh saja, di Dukuh Blolo, Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu Kudus. Selain itu, jarak lokasi juga berdekatan.

“Kami syuting dua hari karena ada adegan yang gagal. Waktu adegan di masjid suaranya tidak masuk, jadi kami ulang. Semua berjalan lancar, ada hal-hal sepontan yang tidak direncanakan dalam film itu,” tamabah pria yang berperan menjadi priyai dalam film Lathi itu.

- advertisement -

Kini Desa Karangmalang Miliki Sanggar Seni Kusuma Bangsa

0
Pembukaan Sanggar Seni Kusuma Bangsa, Desa Karangmalang, Gebog, Kudus 2017_6
Pembukaan Sanggar Seni Kusuma Bangsa, Desa Karangmalang, Gebog, Kudus. Foto: Imam Arwindra

SEPUTARKUDUS.COM, KARANGMALANG – Suara tabuhan alat darbuka terdengar dari dalam aula Balai Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kudus. Tampak empat orang laki-laki terlihat lihai memainkan alat perkusi yang ditabuh secara beriringan. Tepukan penonton terdengar bergemuruh saat grup komunitas Darbuka Kudus usai tampil tampil dalam pembukaan Sanggar Seni Kusuma Bangsa tersebut.

Sebelum komunitas Darbuka Kudus tampil, terdapat Teater Kusuma Bangsa yang menampilkan pertunjukan teater selama beberapa menit. Teater Kusuma Bangsa yakni milik organisasi pemuda Karang Taruna Desa Karangmalang yang menurut Muhammad Noor Hakim (26) baru pertama kali tampil di panggung seni. Menurutnya, tampilnya teater Kusuma Bangsa berbarengan dengan adanya sangar seni baru di Desa Karangmalang.

“Hari ini kami launching sanggar seni baru dengan nama Sanggar Seni Kusuma Bangsa,” tuturnya saat ditemui Seputarkudus.com saat berlangsungnya kegiatan, beberapa waktu lalu.

Hakim yang juga ketua Karang Taruna Kusuma Bangsa Desa Karangmalang menjelaskan, dibuatkannya sanggar seni berawal dari banyaknya permintaan pemuda di desanya. Menurutnya, pemuda di Desa Karangmalang banyak yang berbakat di bidang seni. Mereka juga mengikuti organisasi kesenian di kampus dan sekolah. Setelah lulus dan pulang ke kampung halaman banyak yang tidak memiliki wadah serta  hobinya tidak tersalurkan.

“Jadi kalau lewat Desa Karangmalang, banyak pemuda dipinggir jalan yang suka main gitar,” tuturnya yang menjadi ketua Karang Taruna masa bakti 2016-2019.

Supaya hobi dan kreativitas seni mereka tersalurkan, dibuatkanlah sanggar seni bernama Kusuma Bangsa yang tempatnya nanti di Balai Desa Karangmalang. Lokasi kantor masih satu ruangan dengan Karang Taruna, untuk latihan berada di aula balai desa.

Menurut Hakim, secara organisasi, Sanggar Seni Kusuma Bangsa berada di bawah naungan Karang Taruna. Sanggar seni akan fokus pada seni pertunjukan teater, puisi, musik perkusi dan musik yang alatnya berasal dari daur ulang bahan bekas.

“Awal launching ini ada 15-an anak yang sudah aktif. Nanti tidak menutup kemungkinan seluruh pemuda di Desa Karangmalang yang memiliki bakat seni akan kami ajak untuk bergabung,” jelasnya pada kegiatan yang juga mengundang Teater Sembilan, Teater Sego dan Teater Wasis untuk tampil.

Sementara itu, Sekretaris Desa Karangmalang Kacipto menuturkan, pihaknya mendukung penuh adanya Sanggar Seni Kusuma Bangsa yang dibentuk oleh pemuda Karang Taruna. Menurutnya, dengan adanya sanggar seni bisa menjadi wadah pengembangan kreativitas bagi pemuda. Selain itu, juga menjadi tempat berkumpul untuk tidak melakukan hal-hal yang negatif.

“Mereka juga bisa saling memberikan masukan, saling berbagi kemampuan. Bisa saling melengkapi,” tuturnya.

Pihaknya juga mengaku mendukung dalam segi anggaran untuk pengembangan sanggar seni yang baru di-launching-nya. Menurutnya, tahun-tahun sebelumnya pemerintah desa sudah memberikan anggaran diperuntukkan untuk operasional organisasi Karang Taruna.

“Dari desa tahun-tahun kemarin sudah kami berikan. Itu untuk keterampilan pengembangan mengundang narasumber dan lainnya,” jelasnya yang datang mengenakan batik abu-abu berpeci hitam.

- advertisement -

Taman Bojana, Pusat Kuliner Kudus yang Jadi Primadona Pelancong Saat Lebaran

0
Sate kerbau, kuliner khas Kudus di Taman Bojana 2017_7_1
Sate kerbau, kuliner khas Kudus di Taman Bojana. Foto: Imam Arwindra

SEPUTARKUDUS.COM, SIMPANG TUJUH – Berbagai macam makanan siap santap terlihat tersaji di warung makan Taman Bojana, Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Tampak di antaranya berbagai macam sate telur puyuh, sate jeroan dan sate kerbau terhidang di atas piring dekat dengan kerupuk. Sate tersebut bukanlah menu utama pusat kuliner Kudus tersebut, melainkan soto kerbau.

Menurut Darmo (50) satu di antara pedagang Taman Bojana, menu yang disebutkan akan selalu tersaji walau saat hari pertama Lebaran. Menurunya, setelah melakukan Salat Idul Fitri di Masjid Agung Kudus dirinya akan membuka warung untuk melayani pengunjung.

Baca juga:

“Kalau Lebaran di sini (Taman Bojana) penuh. Orang lewat saja susah,” tuturnya saat ditemui di warungnya belum lama ini.

Dia yang menjual makanan khas Kudus mengaku, saat malam hari Raya Idul Fitri Darmo juga membuka warungnya. Menurutnya, hal tersebut merupakan momen untuk meningkatkan pendapatan setelah sepi pengunjung selama bulan Ramadan. Selain soto kerbau, sejumlah makanan yang dijual di Taman Bojana cukup beragam, di antaranya soto ayam, pindang kerbau, opor ayam, gudeg, nasi sop dan tahu gimbal telur.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dikatakan, Taman Bojana padat pengunjung dari dua hari menjelang Lebaran hingga beberapa hari setelah Lebaran. Selain karena libur, momen tersebut dimanfaatkan keluarga untuk berwisata kuliner. Menurutnya, saat momen lebaran pengunjung Taman Bojana dalam sehari mencapai 1.000 orang lebih.

Wes, pokoknya mau duduk saja susah. Antrean panjang sampai lorong-lorong jalan padat,” tuturnya yang terlihat bersemangat.

Darmo yang sudah tiga generasi menjalankan usaha kuliner soto Kudus, pindang kerbau, soto kerbau dan pindang ayam mengaku sudah terbiasa berjualan saat lebaran tiba. Menurutnya, warung Bu Marni yang dikelolanya dengan nama dibuka dari pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB malam. “Pokoknya sampai lemes,” tuturnya sambil tertawa.

Harga menu utama yang diberikan yakni Rp 13 ribu setiap porsi. Sedangkan untuk sate antara Rp 3 ribu hingga Rp 10 ribu. Darmo memberitahukan, hampir keseluran kios di Taman Bojana buka. Kemungkinan untuk kios yang tutup hanya beberapa saja.

“Ini untuk nutup pas puasa. Kalau puasa warung ikut puasa. Namun saat Lebaran, warung pun juga ikut Lebaran,” terangnya yang tinggal di Kelurahan Mlati Norowito, Kecamatan Kota, Kudus.

Sementara itu, pedagang nasi tahu telur gimbal Achmad Hasan (26), mengakui berbeda dengan rekannya Darmo. Dia lebih memilih membuka warungnya dua hari setelah Lebaran. Pengantin muda tersebut menuturkan, akan memanfaatkan hari pertama lebaran untuk berkunjung sanak saudara.

“Kalau saya bukanya H-2 Lebaran. Namun saat malam takbir saya tetap buka. Karena pengunjungnya pasti padat,” tuturnya yang mengenakan kaca mata.

Menurutnya, saat momentum Lebaran, warung yang didirikan kakeknya tersebut dikunjungi sekitar 200 orang setiap harinya. Pada bulan Ramadan pengunjung  yang datang hanya sekita 50 an orang. Namun pengunjung mulai meningkat tujuh hari menjelang lebaran dan puncaknya saat lebaran.

“Adanya peningkatan karena pengunjung di Ramayana. Mobil mereka di parkirkan di depan Taman Bojana. Otomatis mereka juga akan berkunjung ke sini,” jelasnya secara rinci.

Hasan memberitahukan, nasi tahu telur gimbal dengan porsi lengkap dijualnya dengan harga Rp 20 ribu. Sedangkan jika hanya tahu dan telur setiap porsinya diberi harga Rp 15 ribu.

- advertisement -

Damar Motor, Showroom Viar yang Namanya Diambil dari Suku Kata Desa Pemilik

0
Produk Viar Karya 200 L di Damar Motor Kudus 2017_7_1
Produk Viar Karya 200 L di Damar Motor Kudus. Foto: Sutopo Ahmad

SEPUTARKUDUS.COM, JANGGALAN – Di tepi Jalan Sunan Kudus nomor 212, Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kudus, terpakir empat unit kendaraan roda tiga yang tiga di antaranya bermerek Viar. Selang beberapa waktu, seorang pria mengenakan kaus berkerah warna biru memakai topi sedang berjalan menuju tempat lobi. Pria tersebut bernama Biono (45), Pemilik Showroom Damar Motor.

Sembari duduk santai sambil menunggu calon pembeli yang datang, pria yang sudah dikaruniai tiga orang anak itu, sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang nama usahanya tersebut. Dia menjelaskan, kata Damar diambil dari suku kata depan nama desanya, yakni Damaran. Menurutnya, nama itu sengaja dipilih karena selama hidup dia tinggal di lingkungan tersebut.

Baca juga: Kapasitas Lebih Lapang, Viar Karya 200 L Banyak Diburu Kalangan Bisnis

Showroom saya bernama Damar Motor. Kata Damar saya ambil dari nama desa tempat saya tinggal. Saya sengaja memilih nama itu, karena saya dari kecil sampai sekarang punya anak tiga hidupnya di Desa. Saya juga berharap, dengan memakai nama Desa sebagai nama usaha, kelak dapat membawa berkah bagi usaha yang saya rintis,” ungkap Biono Warga Desa Damaran RT 2 RW 1, Kecamatan Kota, Kudus.

Dia menceritakan, berkecimpung di dunia motor sudah lebih dari 26 tahun, tepatnya sejak lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP). Terkait dengan berdirinya Showroom Damar Motor di Kudus, katanya, dimulai sejak tahun 2016. Hingga sekarang ini, terhitung usaha yang dia kelola sudah berlangsung sekitar satu tahun.

“Selain menjual motor roda tiga khusus merek Viar, saya juga menyediakan jasa service dan penjualan spare part semua varian merek motor roda tiga. Setiap pembelian di showroom saya semua bisa dilakukan dengan cara tunai maupun kredit,” ujar Biono sambil sesekali melayani calon pembeli yang datang.

Dia menambahkan, Harga yang ditawarkan bagi setiap pembelian motor Viar berbeda-beda, katanya, tergantung dengan seri motor yang hendak dibeli. Dia merinci, Motor Viar New Karya BIT dijual seharga Rp 21,205 juta, New Karya 150 R dijual seharga Rp 24,35 juta dan New Karya 150 L dibanderol dengan harga Rp 24,97 juta. Sedangkan untuk New Karya 200 R dijual seharga Rp 26,715 juta dan Karya 200 L seharga Rp 27,155 juta.

Showrom buka setiap hari mulai pukul 8.00 WIB hingga 16.00 WIB. Untuk penjualan tidak bisa dipastikan, tapi kalau di rata-rata sekitar 10 unit motor yang laku terjual setiap bulannya,” tambah Biono sewaktu ditemui di Showroom Damar Motor yang berlokasi tidak jauh dari Menara Kudus.

- advertisement -

Kapasitas Lebih Lapang, Viar Karya 200 L Banyak Diburu Kalangan Bisnis

0
Biono, pemilik showroom Damar Motor yang menjual produk Viar 2017_6_30
Biono, pemilik showroom Damar Motor yang menjual produk Viar. Foto: Sutopo Ahmad

SEPUTARKUDUS.COM, JANGGALAN – Tiga unit kendaraan roda tiga bermerek Viar terlihat terpakir di ruangan showroom Damar Motor, Jalan Sunan Kudus nomor 212, Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kudus. Tampak motor itu masih terbungkus plastik tanpa plat nomor kendaraan. Satu di antara motor itu yakni Viar Karya 200 Long (L), motor pabrikan asal Indonesia yang kini banyak disukai kalangan bisnis.

Sembari duduk santai di tempat lobi, Pemilik showroom Damar Motor, Biono (45), sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang keunggulan motor tersebut. Dia menjelaskan, motor itu memiliki bak berukuran 200 x 125 x 51 sentimeter. Sedangkan daya angkut motor, lanjutnya, kapasitas muatan maksimal sebesar 1,2 ton.

“Kelebihan dari Karya 200 L, motor lebih lapang, kokoh sekaligus bertenaga. Motor dapat menampung muatan antara 620 kilogram hingga 1,2 ton. Biasanya yang sering membeli dari kalangan bisnis, baik dari perajin tas, pengusaha sayuran maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lainnya,” ungkap Biono yang mengenakan kaus berkerah warna biru memakai topi merah, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Warga Desa Damaran RT 2 RW 1, Kecamatan Kota, Kudus, ini mengatakan, varian warna yang ditawarkan setiap pembelian motor itu terbagi ke dalam tujuh warna. Di antaranya, warna putih, merah, biru, hijau, kuning, orange serta warna hitam yang sekarang sedang digandrungi pelanggan. Terkait dengan harga, setiap unit motor Viar Karya 200 L dibanderol dengan harga Rp 27,155 juta per unit.

“Pelanggan saya menyeluruh, ada yang dari Kudus, Jepara maupun Demak. Tak jarang juga ada dari wilayah Pati, tapi masih sedikit yang sering membeli. Saya juga tidak pernah melakukan pemasaran maupun promosi, yang bisa saya lakukan hanya menunggu calon pembeli yang datang ke showroom,” ujar Biono waktu ditemui di showroom Damar Motor yang berlokasi tidak jauh dari Menara Kudus.

Sementara itu, dia menambahkan, setiap pembelian motor Viar di showroom yang dia kelola, katanya, pelanggan akan mendapatkan berbagai fasilitas. Di antaranya, service gratis sebanyak tiga kali selama enam bulan serta ganti oli secara gratis. Selain itu, pelanggan juga akan mendapatkan jaket, helm, dongkrak motor Viar serta asesoris pendukung lainnya.

“Untuk penjualan tidak bisa dipastikan, yang namanya orang berjualan kadang bisa naik, kadang juga bisa turun. Tapi kalau di rata-rata setiap bulannya, khusus penjualan Viar Karya 200 L ,yang laku terjual sebanyak enam unit per bulan,” tambah Biono sambil sesekali melayani calon pembeli yang datang.

- advertisement -

Ingin Cari Rumah Tapi Tak Cukup Biaya, Coba Tengok Program KPR Bank Jateng Kudus

0
Dhany Adi Wicaksono 2017_6_30
Dhany Adi Wicaksono. Foto: Sutopo Ahmad

SEPUTARKUDUS.COM, RENDENG – Di lantai dua kantor Bank Jateng Kudus, tepatnya di Jalan Jendral Sudirman nomor 158, Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus, terlihat beberapa orang sedang sedang sibuk melayani calon nasabah yang datang. Di tengah ruangan kantor itu, tampak seorang pria mengenakan kemeja panjang warna putih lengkap dengan dasi sedang melihat lembaran kertas. Pria tersebut tak lain Dhany Adi Wicaksono (33), Kepala Seksi (Kasi) Analis Bank Jateng Kudus.

Kepada Seputarkudus.com, Dhany begitu dirinya disapa, sudi berbagi informasi terkait dengan layanan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di tempat tersebut. Dia menjelaskan, layanan KPR Bank Jateng di peruntukan bagi semua nasabah yang ingin memiliki rumah. Menurutnya, obyek yang dapat dibiayai meliputi pemilikan rumah, take over, pembelian kavling maksimal 300 meter persegi dan pembangunan rumah.

“Pembiayaan KPR di Bank Jateng tidak hanya untuk rumah tinggal baru saja. Masyarakat juga dapat mengajukan kredit untuk pembelian ruko, apartemen, rumah susun, rumah kantor, rumah second maupun renovasi rumah. Khusus untuk pemilikan rumah, setiap nasabah wajib menyediakan uang muka sebesar 30 persen dari total harga rumah,” ungkap Dhany saat ditemui beberapa waktu lalu.

Warga asal Demak itu melanjutkan, pembiayaan KPR bisa diberikan bagi nasabah yang sudah memiliki penghasilan tetap setiap bulannya. Menurut dia, besaran angsuran yang dibebankan bagi nasabah juga tak memberatkan, yakni dapat diangsur  sesuai kemampuan dan penghasilan per bulan dari setiap nasabah.

Dia memberitahukan, pembiayaan KPR Bank Jateng di tujukan bagi nasabah TNI, Polri, PNS, pensiunan, pegawai swasta, buruh, tenaga profesional maupun wiraswasta. Terkait dengan jangka waktu kredit, katanya, masksimal bisa sampai 15 tahun. “Kalau tidak, maksimum sisa masa aktif kerja sampai berumur 65 tahun,” ujar Dhany.

Dhany menambahkan, dalam mengajukan pembiayaan KPR di Bank Jateng, nasabah wajib melengkapi beberapa syarat yang sudah ditetapkan. Di antaranya, fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), penghasilan, surat nikah, tabungan tiga bulan terakhir, sertifikat izin mendirikan bangunan (IMB) serta fotokopi pembayaran listrik dan air.

“Bagi nasabah dari wiraswasta, wajib melengkapi fotokopi izin usaha dan laporan keuangan sewaktu memohon pengajuan. Untuk suku bunga KPR di Bank Jateng Kudus sebesar 14 persen per tahun.  Kalau minat nasabah yang mengajukan di tempat kami, area Kudus sangat banyak,” tambah Dhany.

- advertisement -

Alga Jaya Motor, Showroom Mobil Bekas yang Namanya Diambil dari Suku Kata Terakhir Nama Pemilik

0
Rental mobil di Kudus 2017_6
Rental mobil di Kudus. Foto: Sutopo Ahmad

SEPUTARKUDUS.COM, BACIN – Di tepi Jalan Kapten Ali Mahmudi, tepatnya di satu rumah Desa Bacin RT 4 RW 1, Kecamatan Bae, Kudus, terlihat terpakir beberapa unit kendaraan roda empat. Tidak jauh dari kendaraan, tampak seorang pria mengenakan kaus warna putih sedang duduk sambil sesekali memandang beberapa mobil yang terpakir. Pria tersebut tak lain Zaenal Wahyudi Alga (29), pemilik showroom Alga Jaya Motor yang menamai usahanya dari suku kata terakhir namanya.

Sembari duduk santai sambil menunggu calon pembeli yang datang, Zaenal begitu akrab disapa, sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang showroom tersebut. Dia menjelaskan, mengawali usaha sejak awal 2012, hingga sekarang sudah berlangsung sekitar enam tahun. Selain menamai usaha dengan sebutan Alga, dia juga menamai anaknya dari suku kata depan usaha tersebut.

“Dari dulu memang saya ingin memakai nama Alga sebagai usaha. Berhubung saya memiliki usaha penjualan mobil serta motor bekas, akhirnya saya pilih nama Alga sesuai keinginan dan rekomendasi dari bapak. Selain saya buat sebagai nama usaha, kata Alga juga saya adopsi untuk nama anak saya yang bernama Alvaro Gavriel,” ungkap Zaenal yang mengaku baru dikaruniai satu orang anak.

Pria yang menamatkan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Muria Kudus (UMK), ini mengatakan,  showroom tempat yang dia kelola melayani penjualan mobil bekas semua jenis. Menurutnya, harga yang ditawarkan setiap unit mobil yang hendak dibeli berbeda-beda, katanya, tergantung jenis maupun tahun rakitan mobil.

Dia merinci, mobil Toyota Agya tahun 2015 plat Kudus dijual seharga Rp 93 juta. Suzuki Carry Pick Up tahun 2016 dijual seharga Rp 74 juta dan Daihatsu Gran Max dibanderol dengan harga kisaran Rp 65 juta hingga Rp 70 juta. “Beberapa mobil yang dijual saya dapatkan dari lelang, kadang juga dari masyarakat yang datang ke showroom menawarkan mobilnya,” ujar Zaenal sambil sesekali melihat layar handphone.

Dia menambahkan, selain hanya menunggu calon pembeli yang datang, langkah dia dalam pemasaran yakni melalui bantuan makelar maupun menawarkan langsung kepada temannya. Terkait dengan pelanggan, lanjutnya, hampir semua menyeluruh dari area Kudus, Pati serta Jepara. Tak jarang, dia mengaku juga ada pelanggan yang dari luar jawa seperti Sumbawa.

“Kebanyakan yang laku terjul di tempat saya berupa mobil pikap, soalnya dari segi harga juga lebih murah. Tapi untuk penjualan tidak bisa dipastikan, kadang bisa naik, kadang juga bisa turun. Kalau di rata-rata, setiap bulan yang bisa saya jual sekitar tiga unit per bulan,” tambah Zaenal.

- advertisement -

Warga Undaan Tengah Belajar Mengurangi Risiko Bencana

0
Warga Undaan Tengah mengikuti sosialisasi pengurangan risiko bencana 2017_6
Warga Undaan Tengah mengikuti sosialisasi pengurangan risiko bencana. Foto: Ahmad Rosyidi

SEPUTARKUDUS.COM, UNDAAN TENGAH – Di sebelah timur Jalan Kudus-Purwodadi, tampak sejumlah mobil terparkir di depan Balai Desa Undaan Tengah, Undaan, Kudus. Di aula Balai Desa tersebut, terlihat ratusan orang sedang mengikuti kegiatan Sinau Bareng Pengurangan Risiko Bencana. Terlihat seorang pria mengenakan rompi dan peci di depan pintu masuk membagikan setiker kepada peserta yang hadir.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kudus bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus. Hadir pula dalam acara tersebut, sejumlah Kepala Desa di Undaan, Camat Undaan, Kepala BPBD, dan Ketua DPRD Kudus.

Dalam Sambutannya, kepala BPBD Kabupaten Kudus Bergas C Saputra, mengatakan, penanggulangan bencana berbasis komunitas dinilai lebih efektif. “Misalnya, di Kecamatan Undaan ada Linmas, Karang Taruna, dan Ibu-ibu PKK. Karena bencana tidak bisa dihindari, tetapi bisa disiasati. Misalnya air, agar tidak mengalami bencana banjir harus kita kendalikan,” jelasnya, belum lama ini.

Sedangkan menurut Ali Imron (35), satu diantara sejumlah peserta, megungkapkan, kegiatan sosialisasi dan pemahaman tentang risiko bencana memang diperlukan. Agar masyarakat bisa tahu cara mengantisipasi dan mengurangi resiko bencana. “Jadi saya mendukung kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti ini,” ungkapnya kepada Seputarkudus.com.

Yulian Noor Widiya (33), panitia kegiatan, menjelaskan, Sinau Bareng Pengurangan Risiko Bencana sudah menjadi agenda rutin FRPB Kudus. Selain melakukan sosialisasi penanggulangan bencana, mereka juga melakukan santunan kepada anak yatim, piatu, duafa dan disabilitas. Dan kegiatan tersebut sudah menjadi kegiatan yang kelima.

“Ini sudah menjadi acara rutin kami, setiap satu tahun sekali di bulan Ramadan. Ini memasuki tahun kelima, dan setiap tahun kami berpindah-pindah kecamatan. Kami juga melakukan penggalangan dana untuk memberi santunan kepada anak yatim, piatu, duafa dan disabilitas. Untuk kali ini kami akan memberikan santunan kepada 50 orang,” terang warga Desa Burian, Kota Kudus itu.

Yulian sapaan akrabnya, menambahkan, mereka melakukan penggalangan dana selama satu bulan sebelum pelaksanaan kegiatan. Dari hasil penggalangan dana tersebut, terkumpul sebanyak Rp 20.150.000. Menurutnya, dana tersebut hasil dari sumbangan sejumlah instansi yang tidak mengikat.

Dia juga merinci sejumlah organisasi yang tergabung di FRPB Kudus, di antaranya, Penanggulangan Bencana Indonesia Satgas INTI PB, Kudus Rescue, Generasi Muda FKPPI, Radio Antar Penduduk (RAPI), Communications and Rescue Task Force, UBALOKA, PKPU, Keluarga Besar Laskar Merah Putih, dan Forum Komunikasi Disabilitas Kudus.

- advertisement -

V-Kool Outlet Kudus, Toko Aksesoris Mobil di Kudus yang Memiliki Teknisi Andal

0
Teknisi V-Kool Outlet Kudus sedang memasang filter kaca mobil 2017_6
Teknisi V-Kool Outlet Kudus sedang memasang filter kaca mobil. Foto: Sutopo Ahmad

SEPUTARKUDUS.COM, MLATI KIDUL – Di tepi Jalan Pramuka nomor 20A, Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kudus, terlihat sebuah toko dengan dinding terbuka. Di dalamnya, tempak beberapa mobil yang terpakir rapi menghiasi ruang toko. Tampak juga beberapa orang sedang duduk di lantai sambil menjahit beberapa jok mobil. Tempat tersebt yakni outlet V-Kool Kudus, yang diklaim memiliki teknisi yang handal dan profesional.

Sembari duduk santai di tempat lobi, Sales Counter V-Kool Outlet Kudus, Ririn Setia Utami (38), sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang usaha tersebut. Dia menjelaskan, V-Kool Outlet Kudus melayani jasa pemasangan kaca film, fariasi, cover jok dan anti karat. Menurut Ririn begitu dirinya disapa, keunggulan dari V-Kool dibanding dengan usaha lain yang sejenis salah satunya mempunyai teknisi yang sangat berpengalaman.

“Kami merupakan satu-satunya outlet V-Kool di area Kudus. Selain itu, kami mempunyai beberapa teknisi maupun karyawan yang handal dan profesional dalam melayani pelanggan. Semua produk yang kami berikan bagi setiap pelanggan berkualitas dan tentunya bergaransi,” ungkap Ririn yang mengaku bekerja di V-Kool Outlet Kudus sejak 2014, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Warga asal Purwodadi yang kini berdomisili di Kudus, ini mengatakan, toko V-Kool berdiri di Kudus sudah hampir berusia delapan tahun, tepatnya sejak 1999. Terkait dengan garansi yang diberikan semua pelayanan berbeda-beda, katanya, tergantung kebutuhan konsumen. Salah satu di antaranya pemasangan kaca film, garansi yang diberikan bagi konsumen selama lima tahun.

“Cover jok di tempat kami garansi hanya berupa jahitan saja, jangka waktu garansi selama setengah tahun. Untuk anti-karat garansi yang kami berikan selama lima tahun, sama seperti pemasangan kaca film. Sedangkang untuk fariasi mobil, tidak ada garansi yang kami berikan, yang ada hanya garansi langsung dari pabrik,” ujar Ririn yang memakai kaca mata rambut hitam panjang terurai.

Dia menambahkan, V-Kool Outlet Kudus mulai buka pukul 9.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, ketentuan itu berlaku pada hari Senin hingga Jumat. Khusus di hari Sabtu, pelayanan dilakukan lebih awal mulai pukul 8.00 Wiib hingga 16.30 WIB. Menurutnya, pada hari minggu dan hari-hari libur nasional pelayanan di V-Kool Outlet Kudus libur.

“Pelanggan kami seluruh wilayah Karisidenan Pati, biasanya yang sering datang dari daerah Jepara, Pati, Demak serta Kudus. Kebanyakan mereka sering membeli sejumlah fariasi mobil dan melakukan cover jok di tempat kami. Terkait dengan harga sangat beragam, datang saja di outlet kami atau bisa langsung konsultasi dengan marketing. Bagi yang berkenan menggunakan jasa kami, silahkan menghubungi nomor telepon 0857-3875-4242, atas nama Samsul Hilal,” tambah Ririn.

- advertisement -

Dapat Ilmu dari Mechanical Day Mudik 2017, Boy Termotivasi Buka Bengkel Mobil

0
Boy menyervis mobil pada Mechanical Day Mudik 2017_6
Boy menyervis mobil pada Mechanical Day Mudik. Foto: Ahmad Rosyidi

SEPUTARKUDUS.COM, UMK – Seorang pria berbaju abu-abu berpadu hijau terlihat sedang membersihkan mesin mobil di halaman sebelah barat Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK). Usai dibersihkan, mobil tersebut kemudian dicek emisi gas bembuangannya. Pria tersebut yakni Boy Sandi (20), Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin UMK yang ikut menjadi teknisi dalam kegiatan Mechanical Day Mudik 2017.

Boy, begitu dia akrab disapa, mengungkapkan, awalnya dia mengira untuk mempelajari mesin mobil lebih rumit dibandingkan motor. Setelah mengikuti pelatihan selama tiga hari di Nasmoco Semarang, Boy baru sadar ternyata tidak serumit yang dia bayangkan. Dan dia semakin tertari mempelajari mesin mobil.

Baca juga: Prasetyo Merasa Terbantu Ada Layanan Servis Mobil Gratis untuk Pemudik

“Saya menjadi tertarik mempelajari mesin mobil. Ternyata tidak serumit yang saya bayangkan. Kemarin saya ikut pelatihan selama tiga hari di Semarang, dan ini ikut menjadi teknisi dalam kegiatan Mechanical Day Mudik 2017. Jadi saya mendapat banyak pengetahuan baru tentang mesin mobil,” terangnya kepada Seputarkudus.com, belum lama ini.

Setelah mendapat pengalaman dari kegiatan tersebut, Boy mengaku ingin membuka bengkel mobil setelah lulus kuliah. Menurutnya, bengkel mobil cukup menjanjikan, karena saat ini banyak orang yang memiliki mobil pribadi. Selain itu keuntungannya juga dinilai jauh lebih banyak jika dibanding bengkel motor.

“Saya menjadi tertarik mempelajari tentang mesin mobil. Dan saya jadi termotivasi untuk membuka bengkel mobil setelah lulus kuliah nanti. Karena saat ini masyarakan sudah banyak yang memiliki mobil pribadi, jadi saya yakin akan laku. Keuntungan bengkel mobil juga banyak,” ungkap warga Desa Bandengan, Kota Jepara itu sambil tersenyum.

Wahyu Widiarno, ketua panitia kegiatan tersebut, menjelaskan, kerjasama dengan Nasmoco Semarang, mereka mendapat profit sharing Rp 50 ribu per mobil. Dari hasil tersebut, mereka membagi 70 persen untuk mekanik dari mahasiswa Teknik Mesin UMK semester empat. Dan 30 persen untuk panitia pelaksana, mahasiswa Teknik Mesin UMK semester dua.

Wahyu mengaku mendapat banyak pengalaman baru dari kegiatan tersebut. Meski bukan menjadi mekanik yang langsung praktik, dia bisa belajar dari mengamati prosesnya. Dia berharap kerjasama setiap tahun dengan Nasmoco Semarang bisa berlanjut, dan bisa memberi manfaat bagi masyarakat.

- advertisement -

Prasetyo Merasa Terbantu Ada Layanan Servis Mobil dari Nasmoco untuk Pemudik

0
Sejumlah montir menyervis mobil pemudik pada Mechanical Day Mudik 2017_6
Sejumlah montir menyervis mobil pemudik pada Mechanical Day Mudik. Foto: Ahmad Rosyidi

SEPUTARKUDUS.COM, UMK – Sejumlah mobil terparkir disebuah tenda di Universitas Muria Kudus (UMK) saat diselenggarakan Mechanical Day Mudik 2017. Tampak seorang pria mengenakan jaket coklat berdiri tak jauh dari mobil tersebut. Pria itu bernama Prasetiyo Wijoyo (37). Dia sedang menunggu mobilnya yang sedang diservis oleh mekanik Nasmoco dan mahasiswa Jurusan Teknik Mesin UMK.

Sambil menunggu, Prasetiyo begitu dia akrab disapa, sudi berbagi cerita kepada Seputarkudus.com. Dia mengaku datang ke Mechanical Day Mudik 2017 karena mendapat informasi dari temannya yang menjadi dosen di UMK. Karena tertarik ada servis murah, akhirnya dia membeli vocer paket seharga Rp 450 ribu.

“Saya membeli vocer seharga Rp 450 ribu, dan mendapat cash back Rp 50 ribu. Menurut saya ini sangat membantu, karena bisa menghemat 50 persen lebih. Kalau di diler bisa sampai Rp 1 juta lebih. Jadi saya bisa mudik dengan tenang setelah di ganti oli, tune up, dang anti kampas rem,” terang warga Pekalongan itu, beberapa waktu lalu.

Prasetyo yang sudah 15 tahun tinggal di Kudus mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, layanan dari Nasmoco dan mahasiswa Teknik UMK sangat membantu masyarakat yang hendak mudik seperti dirinya.

Sementara itu, Wahyu Widiarno (20), ketua kegiatan, mengatakan, kegiatan tersebut memang ditujukan untuk membantu warga yang hendak mudik. Selain masyarakat umum, dosen UMK juga banyak yang ikut membeli vocer paket yang disediakan. Ada dua jenis paket, yang pertama paket seharga Rp 390 ribu, dengan fasilitas ganti oli dan tune up. Sedangkan paket yang kedua seharga Rp 450 ribu, ditambah ganti kampas rem.

“Ini kegiatan yang ketiga. Kalau tahun sebelumnya hanya sekitar 22 mobil, kali ini data yang masuk sekitar 55 mobil. Kegiatan ini selama tiga hari, mulai tanggal 13 hingga 15 Juni 2017. Target kami 60 mobil,” ungkap warga Jepara itu.

Dia juga menjelaskan, teknisi Progdi Teknik Mesin UMK ada sekitar 22 orang. Mereka juga dibantu teknisi dari Nasmoco Semarang. “Dan panitia pelaksananya ada 24 orang, mahasiswa Progdi Teknik Mesin semester dua. Yang menjadi teknisi itu semester empat, mereka yang sudah pernah magang di Nasmoco,” jelasnya.

- advertisement -

Kue Nastar Mickey Mouse Diklaim Tanpa Bahan Pengawet dan Tahan Hingga 6 Bulan

0
Produk nastar di toko Mickey Mouse 2017_6_23
Produk nastar di toko Mickey Mouse

SEPUTARKUDUS.COM, GLANTENGAN – Beberapa pembeli datang silih berganti ke toko di tepi Jalan Sunan Muria nomer 49 Desa Glantengan, Kecamatan Kota, Kudus. Di dalam toko tampak pembeli sedang memilih beberapa kue kering dalam kemasan yang tersusun rapi di rak aluminium. Toko tersebut dikenal dengan sebutan Toko Mickey Mouse yang produksi sekaligus menjual aneka kue nastar tanpa bahan pengawet.

Nathalia Santosa (32), putri pemilik toko tersebut, sudi berbagi penjelasan produk kue yang dijualnya, kepada Seputarkudus.com. Dia mengatakan, aneka kue nastar yang dijual di Toko Mickey Mouse tidak ada yang menggunakan bahan pengawet sedikitpun. Dan itu merupakan ciri dan kekhasan kue yang mempunyai merk dengan gambar tokoh kartun mickey mouse tersebut.

Baca juga: Toko Ini Selalu Sediakan Parsel Berbagai Kemasan, Pelanggan Datang Hingga Surabaya

“Keunggulan kue nastar buatan kami yakni tidak menggunakan bahan pengawet. Jadi sangat sehat dan aman untuk dikonsumsi sehari-hari. Oleh sebab itu kami tidak pernah menyetok dalam jumlah banyak. Jadi habis terjual kami langsung membuat lagi, sehingga kue yang kami jual dalam keadaan baru terus,” ujarnya.

Warga Desa Glantengan, Kota, Kudus tersebut mengungkapkan, berbeda dengan kue nastar produksi orang lain yang mampu bertahan hingga lebih dari satu tahun, kue Nastar Mickey Mouse hanya mampu bertahan enam bulan. Dia menuturkan, di Toko Mickey Mouse menyediakan beberapa jenis kue nastar di antaranya, kue nastar lidah kucing, kue nastar gendon dan lainnya.

“Selain kue nastar, kami juga menyediakan kue Prill, soes kering, kue Mandarin, bakery, roti tawar, keciput dan lainnya. Dan semua produk kue dan makanan dari Mickey Mouse tidak ada yang dicampuri dengan bahan pengawet. Selai untuk kue juga kami produksi sendiri dari bahan buah nanas,” ungkap perempuan yang sudah dikaruniai satu anak tersebut.

Dia mengatakan, sama dengan parsel, aneka kue Mickey Mouse juga diminati banyak orang. Dan juga pelanggannya tidak hanya dari Kudus melainkan juga dari Jepara, Pati, Semarang dan Surabaya. “Orang yang berlangganan parsel ditoko kami, sebenarnya terlebih dulu berlangganan membeli aneka kue Mickey Mouse,” ungkapnya sambil tersenyum.

Toko dirintis sejak tahun 1990

Perempuan berkulit putih tersebut mengisahkan, ibunya membuat aneka jenis kue sejak tahun 1990 sebelum mempunyai toko sendiri. Menurutnya, ibunya itu membuat kue kemudian dititipkan di beberapa toko yang ada di Kudus. Dan puji tuhan kata dia, kue buatan ibunya lumayan diminati banyak orang.

“Ibuku itu sejak dulu memang gemar membuat kue. Dan karena memang kue ibuku mempunyai rasa yang enak hingga lumayan laris. Bahkan dari berjualan kue tersebut ibuku bisa buka toko sendiri tepatnya pada tahun 1998,” jelasnya yang mengaku aneka kue produksi ibunya diberi merk Mickey Mouse.

Dia menuturkan, selain menyediakan aneka kue, Toko Mickey Mouse juga menerima pesanan pembuatan kue, di ataranya, kue lapis legit, kue tar untuk ulang tahun dan lainnya. Kini, selain menjual aneka kue produksi sendiri kata dia, toko tersebut juga menjual kue produksi pabrik, aneka sembako, rokok, air mineral, minuman bersoda dan lain sebagainya.

“Bisa dibilang untuk kebutuhan bahan pokok di toko kami lengkap. Kami juga melayani pembelian ecer maupun grosir,” ujar perempuan berkulit putih tersebut.

- advertisement -