BETANEWS.ID, KUDUS – Komunitas Pegiat Konservasi Muria (Peka) melakukan penanaman 86 bibit pohon endemik di kawasan Rejenu (Air Tiga Rasa) Desa Japan, Sabtu (23/12/2023). Dalam aksi itu, mereka bekerja sama dengan Mapala UMK, Komunitas Sintas, dan Bhakti Lingkungan Djarum Foundation.
Ketua Komunitas Peka, Teguh Budi Wiyono, mengatakan, penanaman pohon di Lereng Muria itu rutin dilakukan setahun dua kali. Untuk jenis pohonnya ada dua yaitu bambu dan pohon Ficus. Jenis bambu ada 36 bibit dan 50 bibit dari jenis Ficus.
“Untuk bambu akan kita tanam di sepanjang sungai area perbatasan Desa Japan dan Desa Colo,” beber Teguh.
Baca juga: Gerakan Anak Muda Kudus Tanam Seribu Pohon untuk Antisipasi Banjir di Undaan
Menurut Teguh, Ficus merupakan pohon endemik lokal asal Pegunungan Muria. Maka dari itu, pihaknya ingin tetep melestarikan keberadaannya. Sementara untuk bambu bisa berfungsi untuk menahan angin dan menjaga sumber mata air yang ada di Pegunungan Muria.
“Tujuan dari kegiatan ini untuk menjaga sumber mata air di pegunungan Muria, karena pohonnya hilang sekitar 30 persen,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut secara rutin dilakukan menjelang musim penghujan dan di akhir musim penghujan agar pohon bisa tumbuh dengan baik. Menurutnya, puluhan pohon itu bantuan dari Bhakti Lingkungan Djarum Foundation.
Baca juga: Ribuan Pohon Tabebuya Ditanam di Jalan-Jalan Utama Kudus, Bakalan Estetik Nih
Staf Bhakti Lingkungan Djarum Foundation, Jordy Samodra, menambahkan, selain bekerja sama dengan komunitas yang peduli lingkungan, pihaknya juga menyediakan tanaman untuk masyarakat ataupun komunitas yang ingin menanam pohon. pihaknya juga sudah menyemai tanaman endemik lokal Muria, seperti Ficus, Superba, dan jenis lainnya.
“Kami berharap bisa menjaga sumber mata air. Tanaman ini kan jenis tanaman endemik yang ada di Muria, buah-buahannya bisa dimakan satwa yang ada di pegunungan Muria,” tutur warga Pasuruan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

