BETANEWS.ID, KUDUS – Gerakan anak muda yang tergabung dalam komunitas Pandawa Pribumi dan Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kudus, menggelar aksi penanaman seribu pohon di Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Hal itu, dilakukan dalam rangka memperingati hari pohon nasional.
Anggota Pandawa Pribumi, Mahmud Zakaria, mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian anak muda terhadap lingkungan yang rawan banjir. Terdapat lebih dari seribu pohon dengan jenis tabebuya, flamboyan, bungor, pucuk merah, dan ketapang disebar di sekitar area sawah dan permukiman warga.
“Karena Desa Ngemplak ini langganan banjir, oleh Pandawa Pribumi dan PMII berinisiatif menanam pohon untuk menahan banjir agar mengurangi debit air,” katanya, Jumat (1/12/2023).
Baca juga: Djarum Foundation Siap Lakukan Reboisasi di Wonosoco untuk Cegah Banjir Bandang
Tidak hanya menanam, bibit yang tertanam selanjutnya akan dirawat hingga menjadi pohon yang besar. Rencananya, melalui kerja sama dengan pemerintah desa, menjadikan area tersebut menjadi hutan desa.
“Setelah penanaman kita follow up, rencana di wilayah makam ini dari pemerintah desa akan menjadi ikon hutan desa,” imbuhnya.
Ketua PC PMII Kudus, Muh Alvin Rizqiya, menyebut, dalam waktu terdekat ini pihaknya akan menyasar di wilayah rawan longsor di Kecamatan Gebog.
“Kami mengajukan 2.000 bibit, kita bagi 1.000 bibit di Desa Ngemplak dan 1.000 bibit di Desa Jurang. Memang kita fokuskan penanaman di sini dan kita bagikan kepada masyarakat Desa Jurang,” ujarnya.
Baca juga: Selamatkan Lingkungan dari Krisis Iklim, Djarum Foundation Tanam Jutaan Pohon
Selain antisipasi adanya bencana banjir, penanaman pohon juga dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi pemanasan global di Kabupaten Kudus. Harapannya dengan memperingati hari pohon ini, dapat menjadi langkah baik untuk keberlangsungan lingkungan di Kota Kretek.
“Sebenarnya dalam kalender peringatan hari pohon itu tanggal 28 November, karena untuk merayakan kita sebagai makhluk hidup di dunia ini harus merawat alam di sekitar kita,” paparnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

