BETANEWS.ID, KUDUS – Siapa sangka yang awalnya hanya coba-coba ternyata bisa jadi ladang rezeki. Hal itulah yang dilakukan oleh Susiyanto (58) saat awal merintis es dawet kekinian. Di usaha yang baru dimulai empat bulan lalu itu, ia menyediakan varian rasa yang jarang ditemui yaitu rasa frambozen dan durian.
Pilihan rasa selain orisinal itu ternyata banyak yang suka, baik dari kalangan anak-anak hingga orang tua. Tak heran jika kedai yang berada di Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus itu selalau ramai pembeli.

“Es dawetnya dijual dengan harga Rp5 ribu/porsi. Biasanya sehari habis sekitar 40 porsi. Kalau pendapatan sehari ya sekitar Rp200 ribu,” ungkapnya saat ditemui, Selasa (05/12/2023).
Baca juga: Es Degan Pak Dhe di Hadipolo Kudus Ini Beri Diskon Khusus untuk Pelajar
Sejak buka hingga sekarang, Susiyanto selalu berusaha menyediakan es dawet dengan bahan berkualitas dan fresh. Bahkan, jika ada sisa penjualan, ia memilih membuangnya daripada dijual kembali. Ke depan, ia juga akan menambahkan beragam isian mulai dari tape ketan hingga sagu mutiara.
“Es dawet kekinian buka mulai pukul 09.00 pagi sampai sore. Biasanya jam tiga sore sudah habis,” jelas laki-laki yang pernah bekerja sebagai karyawan bank itu.
Baca juga: Es Dawet Kliwon Manis di Jati Kudus Ini Harganya Cuma Rp5 Ribu
Siapa sangka usaha es dawet kekinian miliknya tersebut membawanya mampu memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarganya itu. Ia juga berharap nantinya usaha itu ya akan terus berkembang.
Meski begitu, ia masih selalu berusaha mengembangkan keterampilan memasaknya, agar suatu hari nanti bisa kembali menjual ayam geprek yang sempat terhenti beberapa waktu.
Editor: Ahmad Muhlisin

