31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Ditemukan 68 Inveksi Baru di Semester Pertama 2023, Kudus Darurat HIV/AIDS?

BETANEWS.ID, KUDUS – Kasus HIV/ AIDS di Kabupaten Kudus masih terbilang tinggi. Dalam kurun waktu Januari hingga Juni atau semester pertama di tahun 2023, di Kabupaten Kudus ditemukan kasus baru dengan 68 orang terinveksi HIV/AIDS.

Anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Manager Kasus HIV/AIDS Kabupaten Kudus, Eni Mardiyanti mengatakan, dari temuan inveksi baru tersebut, yang banyak masih berjenis kelamin pria. Bahkan pebandinganya lebih dari 50 persen.

Baca Juga: 630 Perewang Siap Masak Sego Jangkrik Buka Luwur Sunan Kudus

-Advertisement-

“Di semester satu tahun 2023 di Kabupaten Kudus ditemukan 68 orang baru yang terinveksi HIV. Dari jumlah tersebut, yang berjenis kelamin pria ada 48 dan yang perempuan ada 20 orang,” ujar perempuan yang akrab disapa Eni kepada Betanews.id melalui watshap, Kamis (27/7/2023).

Sementara untuk penyebabnya, lanjut Eni, didominasi karena hubungan seks beresiko. Di antaranya adalah melakukan hubungan seks tanpa pengaman atau kondom.

“Selain itu, pria di Kudus yang terinveksi AIDS karena hubungan seks Lelaki Seks Lelaki (LSL) juga banyak. Justru faktor ini yang menyebabkan remaja laki-laki di Kudus yang terinveksi AIDS meningkat,” bebernya.

Di semester pertama tahun 2023, warga Kudus yang paling banyak terinveksi HAV/AIDS berada pada rentang usia 30-49 tahun dengan jumlah 48 orang. Disusul pada rentang usia 18-29 dengan jumlah inveksi 18 orang. Di rentang usia 50-60 tahun ada 6 orang.

“Tak hanya itu, di periode ini juga masih ditemukan kasus HIV/AIDS pada lansia yakni ada empat orang. Kemudian di rentang usia 11-17 tahun dan rentang usia 5-10 tahun dengan masing-masing satu orang,” rincinya.

Sebagai langkah pencegahan, kata Eni pihaknya terus melakukan penyuluhan terkait penularan bahaya HIV/AIDS kepada masyarakat. Hal itu bahkan dilkakukannya ke setiap desa dan kelurahan yang ada di Kudus.

“Kita juga ada program STOP (Suluh, Temukan, Obati dan Pertahankan) ini harus dilakukan secara masih berkelanjutan, berkesinambungan. Jadi semua orang harus dipahamkan terkait HIV/AIDS dan penularanya,” jelasnya.

Baca Juga: Hartopo Tanggapi Gugatan SK Penundaan Pelantikan Perades Kudus

Selain itu, pihaknya juga mendorong agar masyarakat berani melakukan test secreening HIV. Tujuannya, ketika positif HIV bisa segera dilakukan pengobatan.

“Karena endingnya itu tri zero. Zero penularan HIV, zero kematian karena aids dan zerro diskriminasi terhadap pengidap HIV/AIDS,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER