BETANEWS.ID, DEMAK – Warga pesisir pantai Morodemak menolak adanya wacana pengerukan pasir laut untuk dijadikan bahan bangunan tol tanggul laut Semarang Demak. Hal itu, dinilai memperparah keadaan pemukiman warga yang telah lama terendam rob.
Salah seorang anggota Kelompok Nelayan Puspita Bahari, Salim mengaku kecewa dengan Bupati Demak Eisti’anah yang mendukung adanya wacana tersebut. Ia khawatir jika itu dilakukan akan semakin menenggelamkan tempat tinggalnya.
Baca Juga: Kurban Tak Pengaruhi Harga Daging Sapi di Demak
“Saya tetap tidak setuju. Morodemak itu kan justru membutuhkan urugan sendiri, karena saat ini kan Morodemak saat ini kan tenggelam. Kok malah diambil, bagaimana nanti,” katanya, Rabu (28/6/2023).
Menurut Salim, mengenai usulan warga tentang pengerukan sedimentasi pasir laut Morodemak, sudah diusulkan lama kepada pemerintah kabupaten (pemkab) Demak. Akan tetapi, permintaan itu ditujukan untuk membuka jalur kapal, bukan pengambilan pasir berskala besar.
“Jadi jangan salah paham, nelayannya tidak ada yang minta kok pasirnya disuruh ngeruk. Nanti wilayah pesisir Morodemak bagaimana, ini saja sudah tenggelam kok,” ujar warga Morodemak.
Jika pengerukan pasir Morodemak dilakukan, lanjut Salim kerugian warga tidak hanya dari segi materi saja, melainkan tempat tinggal dan mata pencaharian masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai nelayan ikut terenggut. Ia menyebut, kondisi rob di wilayahnya saat ini semakin parah dan terus tinggi.
“Itu nanti ya amblas, termasuk warga yang memiliki budidaya ikan nanti tidak bisa lagi. Tambak-tambak ini sudah tenggelam, apalagi pasirnya ini mau dikeruk,” imbuhnya.
Baca Juga: Ngirit, Nelayan Demak Melaut Pakai Gas Melon
Mengetahui wacana tersebut, sejumlah kelompok nelayan Puspita Bahari, melakukan aksi penolakan wacana pengerukan pasir laut Morodemak, sehubungan dengan adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2023, tentang pengelolaan hasil sedimentasi pasir laut.
“Ya pasti ada aksi, kita tentang. Memangnya (pasir Morodemak) milik pemerintah. Itu kan milik rakyat. Kalau sudah aman dan nyaman hidup di sini kenapa diusir,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

