BETANEWS.ID, DEMAK – Nelayan Dukuh Glondong, Desa Gebang, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, menggunakan gas gas elpiji 3 kilogram, atau gas melon sebagai bahan bakar perahu. Hal itu dilakukan sebagai upaya penghematan biaya operasional.
Sejak 2017 lalu Nur Soleh (42) mengganti bahan bakar bensin menjadi gas elpiji. Ide itu, didapatkan setelah mengikuti pelatihan dari Menteri ESDM dan di Jakarta, untuk menggunakan energi alternatif. Ia mengaku, setelah menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG) lebih menghemat biaya operasional.
Baca Juga: DLH Demak Bakal Bentuk Tim Saber Sampah
“Agak lebih irit, kalau pakai bensin habisnya 7 liter dikali Rp12 ribu per liternya, sedangkan gas itu di kampung harga Rp25 ribu untuk sehari, ” katanya pada betanews.id, Sabtu (24/6/2023).
Sedangkan mesin yang digunakan, Soleh memakai jenis GX Honda yang dihubungkan dengan selang ke regulator. Tidak hanya hemat, penggunan energi alternatif ini dinilai lebih praktis dan tahan lama. Karena keahliannya itu, ia bahkan tidak ragu ikut mengajarkan pengalamannya ke beberapa nelayan lainnya.
“Wah kalau orang sini sudah bisa pakai semua, mayoritas sudah bisa benahi sendiri kalau pas rewel. Kadang saya juga ikut ngajarin nelayan Sayung, Menco,” terangnya.
Tidak hanya Soleh, Muh Syahid (39) juga demikian, dia menggunakan gas melon setelah mendapatkan bantuan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Demak.
“Awal mulanya agak kesulitan, berhubung itu (gas) digunakan lama kelamaan mudah,” ujar Ketua Paguyuban Bintang Samudera.
Baca Juga: Nelayan Tolak Pengerukan Pasir Morodemak
Penggunaan gas melon dirasa Syahid lebih irit tiga kali lipat daripada saat memakai bensin.
“Pakai gas itu bisa dipakai dua hari. Kalau bensin kan lebih boros, rata-rata nelayan di sini sehari bisa dapat Rp70-100 ribu lebih, jika untuk beli bensin saja nanti hasilnya minus, makanya pakai gas,” pungkasnya.

