BETANEWS.ID, DEMAK – Harga daging ayam di Kabupaten Demak mengalami kenaikan hingga Rp40 ribu per kilogram. Lonjakan ini mulai dirasakan penjual ayam potong sejak dua minggu yang lalu.
Berdasarkan pantauan betanews.id, di Pasar Bintoro, Jalan Sultan Fatah, Petengan Selatan, Bintoro, Kecamatan/Kabupaten Demak, jelang hari raya Iduladha daging ayam terus mengalami kenaikan. Keadaan ini dipicu, karena patokan harga dari bakul yang cenderung cukup tinggi.
Penjual ayam potong, Miyati (45), mengatakan, ayam dari bakul dijual Rp27 ribu per kilogram. Sedangkan sebelumnya ia mendapatkan Rp24 ribu per kilogram. Akibatnya, ia menaikkan harga jual ayam daging dari Rp38 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.
Baca juga: Harga Daging Ayam di Jepara Naik, Pedagang: ‘Malah Makin Ramai yang Beli’
“Kata bakulnya, ayam dari peternak sedang langka. Saya biasanya ambil 10 kilogram,” katanya, Selasa (27/6/2023).
Harga ayam yang meroket, membuat Miyati mengurangi jumlah stok daging ayamnya. Ia yang biasanya memasok 10 kilogram ayam, dua pekan ini hanya bisa mengambil 7 kilogram ayam dari bakul.
Sama halnya dengan Miyati, kenaikan harga ayam dari bakul turut dirasakan Rohimah (55). Ia yang biasanya menyetok 70 kilogram ayam, kini hanya bisa mengambil 60 kilogram dari bakul per hari.
“Kemarin itu masih, biasanya kan habis. Jadi hari ini ambil 60 kilogram saja,” ujarnya.
Baca juga: Ngirit, Nelayan Demak Melaut Pakai Gas Melon
Meskipun harga ayam mengalami kelonjakan dari bakul, Rohimah mengaku tidak berani menaikan ayam potongnya tinggi-tinggi. Untuk per kilogram ia jual Rp38 ribu.
“Kemarin Rp35 ribu sekarang Rp38 ribu per kilogram. Tidak berani naik banyak-banyak, karena tidak semua penjual berani. Ini saja untungnya sedikit, yang penting habis,” terangnya.
Menurut Rohimah, kenaikan harga daging ayam tidak akan bertahan lama. Setelah hari raya Iduladha, harga daging ayam akan mengalami penurunan.
“InsyaAllah bakal turun, karena daging kan banyak. Ini kan mendekati lebaran Kurban jadi naik harganya,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

