83,3 Persen Anak SMA di Indonesia Ternyata Berpikir Ideologi Pancasila Bisa Diubah

BETANEWS.ID, JEPARA – 83,3 persen anak SMA di Indonesia ternyata berpikir Ideologi Pancasila bisa diubah. Ini merupakan hasil survei SETARA Institut bersama International NGO Forum On Indonesian Development (INFID) terhadap 947 pelajar tingkat SMA di lima kota di Indonesia.

Menyikapi ini, Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum, Universitas Nahdlatul Ulama (Unisnu) Kabupaten Jepara, Mayadina Rohmi Musfiroh kemudian melakukan uji coba terhadap hasil penelitian tersebut kepada 40 siswa di salah satu SMK di Kabupaten Kudus.

Hasilnya, hampir 50 persen siswa SMK yang ia berikan pertanyaan terkait ideologi pancasila juga memberikan jawaban serupa jika pancasila bukanlah ideologi yang final.

-Advertisement-

Baca juga: Gibran Sebut Tindakan Ekstrimisme di Solo Tinggi, Targetkan Anak Muda untuk Direkrut

“Jadi saya tidak kaget waktu baca hasil penelitian SETARA kemarin,” katanya pada Betanews.id, Rabu (7/6/2023).

Namun, terkait penyebab dari munculnya pemikiran tersebut, ia mengatakan bahwa belum bisa memberikan jawaban yang pasti. Sebab, ia sendiri belum melakukan pendalaman terhadap fenomena yang tersebut.

“Cuma kalau hipotesa saya muatan kurikulum, bagaimana proses belajarnya itu yang perlu untuk dicek lagi,” katanya.

Selain munculnya fenomena tersebut yang harus menjadi perhatian bersama, juga terdapat fenomena lunturnya perilaku moderat atau toleransi antar sesama di kalangan anak muda. Hal tersebut menurut Maya juga diakibatkan dari tingginya angka kekerasan dan perundungan yang terjadi di kalangan anak muda.

Baca juga: Ini Beberapa Alasan Anak Muda di Kota Semarang Ogah Berpolitik Praktis

“Sepertinya penting untuk melakukan penanaman, pembinaan ideologi Pancasila kepada anak-anak. Tidak hanya dari aspek teoritis, konseptual, tapi juga praktek dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

“Dan itu harus dimulai dari rumah. Kalau kembali  tripusat pendidikannya Ki Hajar Dewantara kan dimulai dari rumah, lingkungan sekolah, baru ke masyarakat,” tambahnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER