31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaSOLOGibran Sebut Tindakan...

Gibran Sebut Tindakan Ekstrimisme di Solo Tinggi, Targetkan Anak Muda untuk Direkrut

BETANEWS.ID, SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyebut tindakan ekstrimiame di Solo sangat tinggi. Hal itu ia utarakan usai menghadiri acara peluncuran Tim Terpadu Pencegahan Ekstrimisme (PE) oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Solo di Loji Gandrung, Selasa (11/10/2022).

“Pembentukan tim ini urgen banget, di kota lain ya durung ono (belum ada) soale Solo ini beda, demografinya seperti itu penanganannya harus khusus. Harapannya mengurangi tindakan ekstremimsme,” tegas Gibran.

Apalagi, menurutnya banyak gerakan radikalisme yang baru di Solo. Banyak penyusup yang menyebarkan radikalisme melalui kegiatan-kegiatan anak muda. Namun, ia enggan untuk menyebut siapa kelompok yang dimaksud.

- Ads Banner -

Baca juga: Mantan Napi Teroris di Yayasan Gemas Salam Dapat Hibah Mobil dari Pemkot Solo

Sing (yang) penyusup-penyusup baru iki lho, ini tadi saya bilang di kegiatan-kegiatan anak muda. Wis ra sah disebut, pokoe wis tugas kita bersama sama beliau-beliau yang tadi,” bebernya.

Menurut Gibran, pembentukan tim Penanggulangan Ekstrimisme tersebut dapat segera menanggulangi penyebaran paham tersebut.

Kepala Kesbangol Solo Indradi menerangkan, peluncuran Tim Terpadu Pencegahan Ekstrimisme tersebut merupakan tindak lanjut Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024, pada 6 Januari 2021.

Baca juga: Abu Tholut, Eks Napiter Asal Kudus Ini Ajak Kelompok Radikal untuk Tobat

“Dalam konkretnya, nanti kita bentuk tim dulu, kemudian nanti merumuskan, menyusun agenda untuk melakukan kampanye pencegahan. Seperti apa sih konkretnya, ya sosialisasi. Kemudian ada kajian-kajian dan yang paling penting di sini adalah kolaborasi lintas instansi dan komponen masyarakat,” papar Indradi.

Adapun komponen yang dimaksud adalah perangkat daerah, instansi di bawah Pemerintah Kota (Pemkot), dan juga forum-forum masyarakat yang peduli terhadap isu radikalisme. Ia menyebut, salah satu fokus utamanya adalah edukasi pembaruan pemahaman terhadap keberagaman.

“Dan sebenarnya tim ini  tidak berhenti, kalau memang nanti ada perubahan ada yang mau masuk nggak masalah,” tukasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler