31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Terdampak Debu Truk Pengangkut Tanah Galian C, Warga Tanjungrejo Protes

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan warga RW 6 Desa Tanjugrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, melakukan aksi protes di persimpangan jalan di desa tersebut, Minggu (19/3/2023). Aksi tersebut memprotes banyaknya debu di jalan desa mereka, akibat lalu lalang kendaraan muatan tanah hasil tambang galian C di Desa Tanjungrejo.

Koordinator aksi yang juga ketua RW 6, Surikin, mengatakan, puluhan warganya tersebut memprotes warga RW 6 lainnya yang punya usaha galian C. Pasalnya, kendaraan pengangkut tanah yang lalu lalang di desanya tersebut mengakibatkan jalan jadi berdebu.

“Jalan banyak debu dan tidak segera dibersihkan. Kalau terkena gerimis bikin licin jalan,” ujarnya kepada awak media, Minggu (19/3/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Makan dan Tidur Dikerubungi Lalat, Warga di Kudus Demo Kandang Ayam

Padahal, lanjut Surikin, sesuai perjanjian, debu yang dihasilkan dari lalu-lalang kendaraan pengangkut tanah itu segera dibersihkan. Namun nyatanya, realitanya tidak begitu, sehingga warga tidak nyaman. Ia juga meminta agar kendaraan pengangkut tanah beroperasi sesuai jam yang sudah disepakati.

“Dalam kesepakatan, mobil pengangkut tanah beroperasi mulai pukul 7:00 WIB sampai 16:00 WIB. Namun, kemarin itu beroperasi lebih pagi. Padahal saat pagi itu banyak anak sekolah dan orang yang berangkat kerja. Jadi, kalau kendaraan pengangkut tanah beroperasi lebih pagi jelas lalu lintas jalan Desa Tanjungrejo akan padat, dan tentu mengganggu,” bebernya.

Selain itu, ia juga meminta kepada pemilik usaha galian C agar memenuhi janjinya. Yakni, memberikan kompensasi yang telah dijanjikan kepada warga sekitar. Antara lain, kompensasi untuk musala, warga, RW, dan kebersihan jalan.

“Semua kompensasi itu sesuai hasil rapat. Harapannya, pihak penambang menepati semua janji tersebut,” tegas Surikin.

Dia mengungkapkan, pihak penambang dan yang melakukan protes adalah sama-sama warga Desa Tanjungrejo, dan warga RW 6. Oleh karenanya, aksi tersebut untuk mencari jalan tengah agar para penambang tetap bisa kerja, tapi tidak mengganggu warga lainnya.

Baca juga: Ratusan Warga Kedungsari Demo, Tuntut Kandang Ayam Ditutup

“Nanti kita akan ketemu lagi dengan pihak penambang untuk membicarakan ini lebih lanjut. Hasilnya akan disampaikan surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani oleh pihak penambang,” jelasnya.

Sementara itu pengelola galian C di Dukuh Kedungmojo di Desa Tanjungrejo, Arvian Maulana mangatakan, bahwa pihaknya sudah menepati apa yang telah disepakati. Bahkan jalan berdebu yang dipermasalahkan warga itu selalu dibersihkan setiap jamnya.

“Semua yang jadi sepakati telah kami penuhi. Bahkan kami siagakan 16 orang untuk pembersihan jalan. Setiap ada debu langsung kita sirami dan bersihkan,” ujarnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER