Tak Puas dengan Hasil Tes, Puluhan Peserta Seleksi Perangkat Desa Kesambi Lakukan Sanggah

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan peserta tes seleksi pengisian perangkat Desa Kesambi Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, melakukan sanggah. Hal itu dikarenakan mereka merasa banyak kejanggalan yang terjadi.

Sanggahan dilakukan secara resmi di Balai Desa Kesambi dan diterima langsung oleh pihak panitia penyelanggara seleksi perangkat desa. Dengan disaksikan oleh Kepala Desa Kesambi, Camat Mejobo dan pihak kepolisian.

Salah satu peserta, Abdullah Rifai mengatakan, peserta seleksi perangkat Desa Kesambi ada 82 orang. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya melakukan sanggahan atas hasil tes yang dilaksanakan dengan metode Computer Assisted Test (CAT).

-Advertisement-
Puluhan peserta seleksi Perangkat Desa Kesambi lakukan sanggah terkait dengan nilai tes. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Seleksi Perangkat Desa Banyak Kejanggalan, DPRD Kudus Akan Panggil Pihak Penyelenggara

“Hari ini yang melakukan sanggah ada 25 peserta. Jumlah itu akan bertambah, karena besok juga ada peserta lain yang melakukan sanggah. Kemungkinan peserta yang melakukan sanggah lebih dari separuh jumlah peserta,” ujar pria yang akrab disapa Rifai kepada Betanews.id, Jumat (17/2/2023).

Rifai menuturkan, tes seleksi pengisian perangkat Desa Kesambi bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Pelaksanaanya di SMPN 3 Kudus dan SMPN 5 Kudus.

“Penyanggah ini kebanyakan yang melakukan tes di SMP 5 Kudus. Pasalnya tes seleksi perangkat desa di SMP 5 Kudus banyak kejanggalan,” bebernya.

Sanggahan yang dilakukan oleh Rifai dan puluhan peserta lain meliputi, hasil tes tak kunjung keluar ketika pengerjaan sudah selesai. Bahkan ada jeda sampai satu jam nilai hasil tes baru keluar.

“Kemudian, ketika nilai keluar malah dua kali dan berubah-ubah. Serta ada juga peserta tes di Desa Kesambi itu tak hadir, tapi malah dapat nilai. Ini kan aneh,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi Pengisian Perangkat Desa Kesambi yakni Muhammad Mawahib mengatakan, menerima sanggahan dari peserta. Sanggahan itu pun akan segera disampaikannya pihak Unpad.

Baca juga: Dianggap Cacat Hukum, Kades Sidorekso Akan Tunda Keluarkan SK Penetapan Perangkat

“Besok, Sabtu (18/2/2023) sanggahan ini langsung kita sampaikan ke pihak Unpad, karena itu kewajiban kami,” ujarnya.

Disinggung apakah panitia sudah konfirmasi ke pihak Unpad terkait pengumuman nilai dua kali dan berubah, Mawahib menjawab, informasi dari pihak Unpad itu kesalahan upload.

“Informasi dari Unpad itu kesalahan upload. Kami juga tidak tahu kenapa, tes metode CAT tapi tak ada live skornya,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER