31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Ini Lho Cara Memasak Nasi Liwet Khas Solo-Sukoharjo yang Masih Tradisional Banget

BETANEWS.ID, SUKOHARJO – Desa Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo terkenal sebagai sentra nasi liwet sejak dulu kala. Siang itu, banyak rumah di kawasan Kelurahan Duwet yang mempersiapkan dagangannya, termasuk di kediaman Painah.

Painah yang dibantu beberapa tenaga dari tetangganya mempersiapkan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat nasi liwet. Dari pagi hari, Painah sudah mulai belanja dan meracik bumbu yang digunakan.

Nasi Liwet jualan Painah di Jalan Sutan Syahrir, Kepatihan Wetan, Jebres, Solo. Foto: Khalim Mahfur

Salah satu bahan yang paling penting dalam membuat nasi liwet adalah kelapa. Menurutnya, kelapa yang berkualitas bagus akan menghasilkan santan yang gurih dan nasi menjadi sedap. Setidaknya, Painah membutuhkan kelapa sebanyak 10 butir setiap harinya.

-Advertisement-

Baca juga: Wajib Coba! Sate Kerbau Pentol, Dagingnya Empuk dengan Bumbu Rahasia yang Rasanya Mantul

Kemudian, setelah jeda istirahat siang, Painah dan beberapa orang yang membantunya kembali mengolah nasi liwet, mulai dari membuat nasi gurih, membuat lauk ayam, telur, tahu, serta beberapa lauk lainnya.

Nasi liwet yang dibuat Painah juga masih dimasak dengan cara tradisional, yakni dengan menggunakan kayu bakar, sehingga, makanan yang dihasilkan memiliki cita rasa yang khas.

Di saat Painah dan bebrapa tenaga lainnya sibuk memasak, di sudut dapur lain tampak seorang wanita sedang sibuk membuat pincuk atau tempat makan yang terbuat dari daun pisang. Wanita itu adalah Sarwanti (43), anak Painah.

Wanita itu mengatakan bahwa resep tersebut sudah turun temurun dari neneknya. Kemudian, ia juga belajar membuat nasi liwet dari sang ibu.

Baca juga: Lezatnya Garang Asem Podo Roso Kudus Ini Sering Jadi Buruan Wisatawan

Ia lantas menjelaskan proses memasak nasi liwet di dapurnya. Pertama, beras dikukus di sebuah dandang berukuran besar. Sembari menunggu beras tersebut matang, santan yang sebelumnya sudah disiapkan kemudian dimasak di tungku yang lain. Setelah itu, beras dan santan kemudian diangkat dan dijadikan menjadi satu dengan ditambahkan beberapa bumbu seperti daun salam dan daun jeruk.

Sayur labu siam yang sebelumnya sudah dipotong tipis-tipis juga kemudian dimasak dengan racikan  bumbu yang sudah dipersiapkan. Lauk pendukung lainnya seperti tahu bacem, telur bacem, ayam, dan beberapa lainnya juga dipersiapkan.

“Isinya nasi, lauk, sayuran. Lauknya ayam sama telur, sayurnya sambal goreng jepang,” katanya.

Hal yang juga penting dalam nasi liwet adalah santan ketal  yang diguyurkan ke atas nasi. Santan yang cukup kental itu sebelumnya berupa santan biasa yang dimasak hingga menggumpal dan kemudian gumpalan tersebut lah yang diambil sedikit demi sedikit.

Baca juga: Enaknya Sate Aci Bumbu Kacang di Jepara Ini, Pelanggannya Rela Antre

“Yang jadi kuncinya adalah santannya, paling nomor satu. Biasannya 10 biji kelapa per hari,” katanya.

Lebih lanjut, Sarwani megatakan bahwa memang ada banyak pedagang nasi liwet yang berasal dari Desa Duwet dan sekitarnya. Setidaknya lebih dari 50 pedagang yang berasal dari kampung tersebut.

“Jualannya beda-beda tempatnya, ada yang di Solo, Sukoharjo juga ada. Jualannya ada yang pagi, ada juga yang malam.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER