BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan rumah warga di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus, hingga saat ini masih terendam banjir. Bahkan ratusan warga selama dua pekan ini masih bertahan di pengungsian, lantaran rumahnya masih terendam.
Sekretaris Desa (Sekdes) Tanjungkarang Aklisia mengatakan, sebanyak 553 rumah warga sampai saat ini masih terendam banjir. Hingga saat ini, masih ada 1.989 jiwa dari 667 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir selama dua pekan lebih hingga sekarang.

Baca juga: Banjir di Tanjungkarang Akibatkan Lalu Lintas di Jalan Kudus- Purwodadi Macet Hingga 1,5 Kilometer
“Untuk warga yang mengungsi saat ini total masih ada 177 jiwa dari 51 KK. 136 jiwa dari 37 KK berada di GKMI Tanjungkarang, 28 jiwa dari 10 KK di klenteng, dan 13 jiwa dari 4 KK berada di SD 2 Tanjungkarang,” rincinya saat ditemui di Kantor Balai Desa Tanjungkarang, Jumat (13/1/2023).
Kedalaman air saat ini, kata Aklisia, bervariasi antara 20 sentimeter sampai dengan 50 sentimeter. Sehingga warga masih banyak yang bertahan di tempat pengungsian. Bahkan menurutnya, pengungsi betah tinggal di pengungsian lantaran penyediaan makanan sangat terjamin.
“Untuk penyediaan logistik saat ini masih aman, karena banyak bantuan dari berbagai pihak. Kami mewakili Pemerintah Desa Tanjungkarang sangat berterima kasih banyak atas segala bentuk bantuan moril dan materiil bagi warga kami yang terdampak,” tuturnya.
Ia menuturkan, pada tahun ini pihaknya akan merencanakan peninggian akses jalan warga, terutama di Gang 18 dan Gang 19 yang merupakan titik terendam di sana. Dengan harapan, ke depannya akses jalan di sana tidak menghambat aktivitas warga di saat musim hujan yang mengakibatkan banjir.
“Karena kami menyadari jalan utama sudah ditinggikan otomatis untuk akses jalan gang akan ditinggikan, sekitar 50 sentimeter untuk pengurukan terlebih dahulu. Karena kita kan bertahap dengan keterbatasan dana dari desa. Karena yang paling rendah di Gang 18 dan 19,” ujarnya.
Baca juga: Warga Tanjungkarang Dirikan Titipan Sepeda Motor untuk Warga yang Takut Terjang Banjir
Kepala Desa Tanjungkarang Sumarno menambahkan, kondisi terkini wilayahnya masih ada genangan air sejak banjir melanda desa tersebut mulai Sabtu (31/12/2022) lalu. Air yang menggenangi pemukiman desa tidak bisa langsung mengalir ke tempat pembuangan, lantaran masih menunggu antrean. Akibatnya dua pekan lebih desa tersebut hingga saat ini masih terendam.
“Jadi pemukiman warga di RW 3,4,5,6, dan 7 saat ini masih ada genangan air dengan ketinggian air di atas lutut orang dewasa. Pengungsi juga belum beranjak pergi karena rumah mereka masih terendam,” tambahnya.
Editor: Kholistiono

