31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Banjir di Tanjungkarang Akibatkan Lalu Lintas di Jalan Kudus- Purwodadi Macet Hingga 1,5 Kilometer

BETANEWS.ID, KUDUS – Banjir tampak menggenangi beberapa wilayah di Kabupaten Kudus, termasuk di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati. Genangan air terlihat tak hanya di pemukiman warga dan area persawahan desa tersebut, tapi juga menggenangi ruas Jalan Kudus-Purwodadi. Akibatnya jalur tersebut mengalami kemacetan yang panjang.

Beberapa pengendara sepeda motor, mobil pribadi, maupun truk bermuatan terlihat berjalan pelan-pelan karena terhambat banjir. Pantauan di lokasi menunjukkan, sepanjang 1,5 kilometer dari arah selatan menuju ke arah utara sampai Proliman Tanjungkarang mengalami kemacetan.

Kasatsus Bagana Banser Nooryanto mengatakan, sepanjang 1,5 kilometer dari selatan mulai dari Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan sudah mulai ada kemacetan hingga ke arah utara yakni sampai dengan Proliman Tanjungkarang.

-Advertisement-
Bagana Kudus ikut mengatur arus lalu lintas. Foto: Kaerul Umam.

Baca juga: Ketinggian Banjir di Tanjungkarang Capai 40 Cm, Banyak Motor Mogok

“Kemacetan tersebut karena adanya genangan air di ruas jalan dengan ketinggian bervariasi, yakni antara 10 sentimeter sampai 30 sentimeter. Banyak pengendara yang mengalami mogok pada kendaraannya yang kebanyakan didominasi motor Nmax dan PCX,” beber Nooryanto kepada Betanews.id, Senin (2/1/2023).

Pihaknya juga menerjunkan 100 personel anggota Bagana Banser untuk membantu kebencanaan di Kabupaten Kudus. Termasuk di Kecamatan Undaan, Jati, Kaliwungu, Jekulo dan Dawe.

“Untuk yang di daerah Dawe dan Gebog antisipasi kebencanaan longsor dan pohon tumbang,” jelasnya saat ditemui posko komando yang berada di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tersebut.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Tanjungkarang Sumarno menyebut, hingga saat ini daerahnya itu hampir sebagian besar terendam banjir. Mulai dari area persawahan, pemukiman warga hingga ruas jalan di desa tersebut. Hanya satu Rukun Tangga (RT) saja yang tidak terendam, yakni di RT 2 RW 2.

“Hingga saat ini warga yang mengungsi bertambah dengan total ada 150 orang, terdiri dari 41 Kepala Keluarga (KK) mulai dari balita, anak-anak, remaja, orang tua, dan lansia,” terangnya di ruangan Bale Desa Tanjungkarang.

Tempat pengungsian yang disediakan, kata Sumarno, ada toga titik, yakni di aula GKMI Tanjungkarang, aula Klenteng Tanjungkarang, dan Aula SDN 2 Tanjungkarang. Masing-masing tempat pengungsian yang disediakan itu ada penghuninya.

“Untuk yang di gereja ada 125 orang, terdiri 33 KK, termasuk ada 2 orang bayi. Kemudian yang di Klenteng ada 14 orang terdiri 5 KK. Selanjutnya di Aula SDN 2 Tanjungkarang ada 11 orang yang terdiri dari 3 KK,” rincinya.

Baca juga: Terendam Banjir Hampir Satu Meter, Terminal Jati Kudus Ditutup Sementara

Pihaknya juga mengupayakan agar ratusan pengungsi tersebut mendapatkan asupan makanan. Logistik berupa sembako, mi instan, telur, minyak goreng, dan air bersih hingga saat ini aman.

“Untuk sementara bantuan yang datang dari swasta yakni dari PT PURA, Resto Babon, dan PT Tosan Mash. Kemarin juga ada bantuan berupa nasi sebanyak 80 bungkus dari BPBD Kudus untuk siang dan malam hari,” ucapnya.

Dia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para donatur yang masih mau membantu bagi warga terdampak, khususnya warga Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER