BETANEWS.ID, KUDUS – Banjir yang melanda Kabupaten Kudus tak hanya menenggelamkan ribuan rumah warga. Jalan Pantura dan Terminal Jati Kudus juga terendam, bahkan Terminal Jati terpaksa ditutup karena banjir yang cukup tinggi.
Indarto, Kepala Terminal Jati Kudus melalui Komandan Regu yakni Sumiyadi mengatakan, air banjir mulai menggenangi terminal sejak Sabtu (31/12/2022). Karena air makin tinggi, pada Minggu (1/1/2023) pihaknya memutuskan menutup Terminal Jati.

Baca juga: Ratusan Rumah di Jati Wetan Terendam Banjir, Surutnya Bisa Berbulan-Bulan
“Sejak kemarin Minggu terminal kami tutup. Sebab banjir makin tinggi dengan ketinggian kurang lebih 80 sentimeter,” ujar Sumiyadi kepada Betanews.id, Senin (2/2/2022).
Tingginya air banjir, kata dia, mengakibatkan para penumpang enggan untuk masuk terminal. Begitu juga dengan angkutan dan bus, mereka tak mau masuk ke dalam terminal karena takut mogok dan mesin akan rusak.
“Apalagi angkutan, jelas tidak berani masuk ke terminal karena takut mogok. Sementara bus, takut mesinnya rusak,” bebernya.
Dia mengatakan, karena Terminal Jati ditutup, sehingga untuk aktivitas menaikkan dan menurunkan penumpang dilakukan di sebelah barat terminal. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti proses pembelian tiket bus malam untuk jurusan Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi (Jabodetabek).
“Untuk penjualan tiket bus jurusan Jabodetabek kami tidak tahu. Namun, untuk menaikkan dan menurunkan penumpang sementara ini dilakukan di samping barat terminal,” jelasnya.
Baca juga: Ketinggian Banjir di Tanjungkarang Capai 40 Cm, Banyak Motor Mogok
Dia mengaku, tak tahu pasti kapan banjir di Terminal Jati surut. Hal itu kata dia tergantung oleh debit air Sungai Wulan. Sebab, jika debit Sungai Wulan tinggi pintu air pembuangan tak bisa dibuka.
“Saya tidak tahu pasti kapan banjir di Terminal Jati akan surut. Jika, Debit Sungai Wulan turun maka banjir di Terminal Jati akan cepat surut juga,”imbuhnya.
Editor: Kholistiono

