Tumpukan Sampah di Sungai Piji Capai 30 Meter, Warga Kesambi Kesal Karena Sudah Sering Dibersihkan

BETANEWS.ID, KUDUS – Sampah tampak menggunung di Jembatan 4 Sungai Piji, Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Sampah yang didominasi pohon bambu itu menghambat arus air sungai, sehingga warga khawatir tanggul jebol dan menyebabkan banjir.

Kepala Desa Kesambi Muhammad Masri mengatakan, tumpukan sampah di Sungai Piji sangat sering terjadi, terutama di musim penghujan. Bahkan di Bulan Desember ini penumpukan sampah sudah terjadi sebanyak lima kali.

Tumpukan sampah yang memenuhi Sungai Piji di Desa Kesambi. Foto: Rabu Sipan

“Di Bulan Desember ini saja, penumpukan sampah sudah terjadi lima kali. Setiap kali sudah dibersihkan, sampah akan datang lagi ketika turun hujan,” ujar pria yang akrab disapa Masri.

-Advertisement-

Baca juga: Jembatan Apung Setrokalangan Resmi Beroperasi, Tarifnya Rp 2 Ribu Sekali Lewat

Menurutnya, sampah yang menumpuk itu panjanganya ada sekitar 30 meter dengan ketebalan dua meter. Tumpukan sampah itu selain karena hujan juga dikarenakan tiang penyangga yang ada di tengah jembatan.

“Dengan adanya tiang penyangga di tengah jembatan, sehingga sampah yang terbawa arus sungai terhambat dan kemudian menumpuk. Ini sebenarnya masalah klasik dan sering terjadi,” keluhnya.

Menurutnya, sampah yang menumpuk itu kiriman dari hulu. Selain batang pohon, bambu, gedebog pisang sampah itu juga terdiri dari aneka limbah botol plastik.

“Kami tidak tahu warga desa mana yang membuang sampah di sungai. Namun, yang jelas sampah ini kiriman dari atas dan kami yang menerima dampaknya,” katanya.

Untuk pembersihan, kata dia, pihaknya saat ini lagi menunggu bantuan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kudus. Sebab, jika dibersihkan secara manual selesainya bisa sampai sepekan.

Baca juga: Tumpukan Sampah Sumbat Jembatan Sungai di Mijen Kudus, Diperkirakan Bisa Capai 50 Truk

“Tumpukan sampah ini harus segera dibersihkan. Harus pakai alat berat agar cepat selesai. Kalau tidak, takutnya terjadi hujan lagi dan sampah menumpuk makin banyak, serta arus air sungai terhambat dan rawan menjebol tanggul sehingga mengakibatkan banjir,” bebernya.

Dia mengatakan, jika sampai arus sungai menjebol tanggul sisi timur maka bencana banjir akan merendam sekitar 100 kepala keluarga (KK). Sementara jika menjebol  tanggul sisi barat, banjir akan merendam ratusan hektare sawah.

“Kami berharap jembatan Sungai Piji yang ada di Desa Kesambi agar direnovasi dan tiang penyangga tengah itu dihilangi. Tujuannya agar tak menghambat arus sungai dan jadi tempat penumpukan sampah,” harapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER