BETANEWS.ID , SOLO – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Solo tahun ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, Senin (10/10/2022) siang.
“Demam berdarah naik dibandingkan tahun kemarin, naik banget, dua kali lipat lebih,” beber Siti.
Siti menjelaskan, wabah demam berdarah sangat erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan. Apalagi, cuaca hujan seperti saat ini, mengakibatkan banyaknya genangan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk DBD.
Baca juga: Kasus DBD di Kota Semarang Naik Hingga 3 Kali Lipat
“Sekarang sudah musim hujan, intinya masyarakat itu jangan sampai air tertampung, sehingga jentik nyamuk itu berkembang biak,” ujarnya.
Untuk menanggulangi wabah DBD, banyak masyarakat yang ingin mencari jalan pintas. Salah satunya dengan menggunakan fogging. Namun, Siti mengungkapkan, bahwa cara tersebut bukan merupakan cara yang efektif.
“Fogging itu bukan karena kita mempersulit, tapi sesuai standar WHO penanganan DB itu yang paling efektif adalah dengan 3M Plus,” katanya.
Ada standar dan aturan tertentu yang harus dipenuhi dalam melakukan fogging. Seperti salah satunya adalah memperhatikan radius.
“Seandainya kasusnya di RT 1, pilih yang disemprot ke sini ke sana bisa. Misal ke RT 2 bisa, ke RT 3 dengan titik utama indeks kasus,” katanya.
Selain itu, kadar dosis obat yang digunakan juga harus sesuai dengan aturan. Selain itu, tekanan yang dihasilkan dari mesin fogging juga harus sesuai dan tidak menggunakan sembarangan mesin.
Baca juga: Sampai September, 203 Warga Demak Kena DBD, 2 Meninggal
Siti juga tidak menyarankan layanan fogging yang bukan merupakan layanan dari Dinas Kesehatan. Seperti misalnya pengadaan fogging yang dilakukan oleh sebuah kelompok masyarakat. Menurutnya, tidak sembarang orang bisa memfogging.
“Masyarakat itu menurut saya kesadaran untuk kesehatan dirinya sendiri itu perlu dibangun,” ujarnya.
Editor: Kholistiono

