BETANEWS.ID, MAGELANG – Puluhan susunan pot dan bak mandi terpampang di salah satu produsen kerajinan yang berada di pinggir jalan lintas Jogja – Magelang, tepatnya di depan rest area Kecamatan Salam. Pot dan bak mandi yang cenderung berwarna putih itu, berbahan dasar bukan dari pasir dan semen biasa. Tetapi pot dan bak mandi berbahan dasar teraso dan semen putih.
Dengan bahan berkualitas itu, tak heran jika kerajinan tersebut sangat diminati oleh warga yang bukan hanya berasal dari Magelang saja, tetapi para wisatawan yang kebetulan melintas.

Baca juga: Nakula Sadewa Edu Park, Tempat Berburu Oleh-Oleh Kerajinan Khas Magelang
Pemilik Kerajinan Teraso M Jahri menjelaskan, pembeli pot banyak berasal dari luar daerah. Bahkan sebagian besar pembeli bak mandi dan pot miliknya merupakan pengunjung dari luar kota. Untuk pembelian secara online juga banyak dari luar kota.
“Yang paling banyak itu pembeli dari Semarang. Kita juga menerima pembelian secara online dan kita kirim langsung dari sini ke Semarang, Jogja dan lainnya. Biasanya orang beli datang langsung ke sini, sesudah itu melakukan pembelian lagi secara online,” ujar M Jahri.
Dijelaskannya, kerajinan pot dan bak mandi berbahan teraso saat ini sedang naik daun. Khususnya untuk bak mandi saat ini lebih diminati jika dibanding dengan pot. Untuk itu, saat ini pihaknya juga lebih banyak memproduksi bak mandi jika dibanding dengan produksi pot.
“Pot tetap ada dan tetap kita produksi, tapi karena bak mandi lebih banyak permintaan, kita lebih banyak memproduksi bak mandi. Kita produksi sesuai dengan banyaknya permintaan, mana permintaan pasar yang banyak, itu pula yang lebih banyak kita produksi,” jelasnya.
Untuk jumlah produksi bak mandi, setiap harinya tak bisa dijadikan patokan. Produksi tergantung dengan cuaca yang tidak menentu. Jika cuaca sedang bagus, dan tidak mendung atau hujan, produksi bisa mencapai 25 bak mandi setiap harinya.
“Kalau cuaca tidak bagus, mendung, paling hanya produksi 15 bak mandi saja. Mungkin itu yang menjadi kendala bagi kita untuk memproduksi bak mandi,” ucapnya.
Untuk harga bak mandi berbahan dasar teraso, harganya terbilang cukup tinggi. Berbanding lurus dengan kualitas itu sendiri. Bahan semen putih dan teraso yang diambil dari Tulung Agung, Jawa Timur, untuk kualitas memang tak perlu diragukan lagi.
“Untuk harga yang termurah itu ada yang Rp 250 ribu sampai Ro 300 ribu, kalau yang termahal sampai Rp 800 ribuan. Tergantung dari ukuran bak mandi itu sendiri,” pungkanya.
Editor : Kholistiono

