Kerajinan Pahat Batu Muntilan Pikat Pasar Eropa, Rodin: ‘Dulu Setiap Tahun Minimal Kirim Satu Kontainer’

BETANEWS.ID, MAGELANG – Selain keberadaan Candi Borobudur sebagai daya tarik utama, Magelang juga punya beragam destinasi menarik.

Mulai dari budaya, kuliner tradisional, pemandangan alam yang memukau, situs-situs purbakala hingga aneka pusat kerajinan yang tak ditemukan di tempat lain.

Satu di antaranya adalah pusat kerajinan pahat batu yang berada di Muntilan, Kabupaten Magelang. Seperti halnya yang terlihat di sepanjang Jalan Pemuda Barat Muntilan. Di sana, banyak kios di pinggir jalan yang menjual kerajinan pahat batu.

-Advertisement-

Baca juga: Bupati Jepara Masih Optimistis Kembalikan Kejayaan Ukir Meski Tak Mudah (6/6)

Di antara produk pahat batu yang ada di tempat tersebut adalah patung. Baik itu berupa replika Candi Borobudur, stupa, hingga patung Budha. Sedangkan untuk ukuran, mulai dari sentimeter hingga di atas 5 meter.

Rodin, penanggung jawab usaha memahat patung menjelaskan, jenis patung yang dihasilkan di tempat tersebut merupakan asli terbuat dari batu bukan merupakan cetakan semen.

“Patung yang kita hasilkan terbuat dari batu kali, batu lava, batu hijau dan batu putih,” jelas Rodin.

Untuk batu lava dan batu hitam diambil dari lahar dingin gunung Merapi. Sementara untuk batu hijau didatangkan dari Mojokerto. Patung yang dihasilkan pun, menurutnya memiliki kualitas yang bagus dibandingkan cetakan semen.

Patung yang dihasilkan, menurutnya juga sudah sampai ke luar negeri. Bahkan sebelum Covid-19, kerajinan patung memiliki langganan dari luar negeri.

“Sebelum corona, setiap tahun kita mengirim ke Belgia, sedikitnya satu kontainer. Biasanya pelanggan datang ke tempat kami dan memesan patung sampai satu kontainer. Ada juga yang memesan jenis patung untuk kita kerjakan,” jelas Rodin.

Ia menambahkan, pelangan luar negeri bukan hanya datang dari Eropa saja, melainkan dari Asia dan juga Australia. Selain itu, pelanggan dari lokal juga tak kalah banyak.

“Kita juga pernah membuat patung dari batu setinggi 4 meter, pesanan dari Kaliurang, Yogyakarta. Itu satu batu utuh ya. Kalau patung dari batu sambungan kita pernah membuat lebih tinggi dari itu,” lanjut Rodin.

Baca juga: Kerennya Kerajinan Ukir Kayu Buatan Disabilitas Kudus yang Sudah Kirim Hingga Batam

Sayangnya, saat ini efek dari pendemi membuat kerajinan pahat patung sedikit terkena imbas. Pada masa pendemi, pengiriman ke luar negeri untuk sementara harus distop.

“Kita berharap para wisatawan luar negeri bisa kembali datang ke Magelang dan usaha kita kembali jalan seperti sedia kala,” pungkas Rodin.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER