Ukiran kayu setinggi sekitar dua meter terpajang di ruang Pendapa Kabupaten Jepara, beberapa waktu lalu, saat Tim Liputan Khusus Beta News datang menemui Bupati Jepara, Dian Kristiadi. Ukiran itu adalah Macan Kurung. Orang nomor satu di Jepara yang saat itu mengenakan batik khas Jepara tersebut, antusias menjelaskan karya masterpiece yang dimiliki Kota Ukir, sebelum melakukan wawancara.

Bupati Jepara, Dian Kristiadi. Foto: Kaerul Umam

Kepada Tim Lipsus Beta News, Bupati Jepara tak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap karya ukir Macan Kurung, yang kini menjadi simbol Kota Ukir. Bahkan, di beberapa tempat, konsep ukiran Singowiryo tersebut dibuat patung, untuk menunjukkan pada khalayak bahwa Jepara pantas menyandang gelar Kota Ukir.

Kalau dikatakan pengukir lari menjadi karyawan di perusahaan manufaktur yang baru muncul, saya kira tidak. Kalau dikatakan mengurangi, iya.

Dian Kristiadi, Bupati Jepara

Saat disinggung terkait kondisi terkini industri ukir dan mebel di Jepara, Bupati menyebut kondisinya masih eksis. Industri pengolahan kayu di daerahnya masih berjalan, meskipun dia tidak menampik terjadi penurunan jika dibanding masa kejayaannya dulu.

Banner Ads

“Masyarakat Jepara, anak-anak Jepara, yang dulu belajar ukir, sampai saat ini masih eksis. Hanya memang angkanya ada penurunan. Ini tentunya disebabkan adanya penurunan permintaan pasar,” ujar Buapti Jepara kepada Tim Lipsus Beta News.

Tinggalkan Balasan