BETANEWS.ID, KUDUS – Seroang pria tampak sedang duduk di salah satu stan Bazar UMKM yang merupakan rangkaian kegiatan Kick Off 1 Abad Harlah Nahdlatul Ulama di Gedung Jamiyyatul Hujjaj Kudus (JHK). Ia mengenakan peci berwana coklat yang terbuat dari karung goni. Pria itu adalah Muhammad Asrofi, pemilik dari kerajinan Mahagoni.
Saat ditemui, Asrofi biasa ia dipanggil bersedia menjelaskan tentang usaha yang dirintisnya sejak 2017 lalu. Usahanya menjual produk berupa peci, topi, tas selempang, tas gendong, lukisan dan produk lainnya, semuanya berbahan dasar karung goni.

Baca juga: Sedang Digemari, Peci Karung Goni di MWT Brand Ini Kirim Hingga Korea Selatan
“Saya bikin peci dari bahan karung goni, ada lukisan dan produk lainnya juga,” jelasnya kepada Betanews.id, Selasa (9/8/2022).
Bahan dasar karung goni ini, katanya berasal dari karung packing rokok yang didapatkan dari pabrik rokok di Kudus. Di tangannya, limbah karung goni ini disulap menjadi beragam produk yang unik dan bernilai jual.
“Karung goni ini didapatkan dari limbah pabrik yang berada di Kudus. Dari bekas packing tembakau, banyak yang terbuang, jadi kita manfaatkan untuk bikin peci dan lain-lain,” tuturnya.
Untuk pembuatan peci misalnya, karung goni terlebih dahulu harus dicuci ataupun disikat sampai bersih, lalu dijemur sampai kering. Setelahnya, karung goni akan dikeringkan dan diberikan pola, untuk selanjutnya dijahit sesuai model.
“Untuk prosesnya kita jahit. Karung goni kita cuci dulu kita bersihkan, disikat. Lalu baru nanti dijahit sesuai dengan pola produk peci atau yang mau dibuat,” terangnya.
Sementara untuk lukisan goni, Asrofi mengaku melukisnya dengan menggunakan tangan. Karena permintaan semakin banyak, dirinya memutuskan membuat lukisan dengan sistem cetak.
“Untuk lukisan karung goni ini awalnya dulu kita lukis. Lalu karena banyak permintaan, kita gak mampu kalau lukis tangan, jadi sekarang dicetak,” ungkapnya.
Produk kerajinan karung goni milik Mahaghoni ini dijual dengan harga Rp 45 ribu Samapi Rp 100 ribu. Peminat dari produk berbahan dasar karung goni ini tersebar di berbagai wilayah di Jawa, bahkan sudah sampai ke luar negeri.
Baca juga: Peci Beludru dari Limbah Garmen Buatan Nunung yang Lagi Digandrungi Banyak Orang
“Bahkan untuk peci goni berlogo Nahdlatul Ulama ini sudah sampai ke Korea selatan. Untuk yang di Indonesia sudah ke Jakarta, Bogor dan Banten,” tuturnya.
Asrofi menyebut, karung ghoni miliknya dijual melalui marketplace yaitu Shopee dan Lazada dengan nama Majumapan Goni. Untuk tempat produksi ada di beberapa lokasi, di antaranya di Desa Tergo dan Desa Jurang.
“Dalam sehari bisa menjual sekitar 2 sampai 10 kodi. Dengan bantuan reseller tetap berjumlah 10,” tandasnya.
Editor : Kholistiono

