BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Raya Besito, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, tampak sebuah bangunan. Di dalam bangunan terlihat tumpukan karung goni bekas. Sedangkan di di etalase terlihat beberapa produk dari hasil daur ulang karung goni bekas pabrik tersebut. Tempat tersebut yakni MWT Brand yang menyulap karung goni jadi berbagai produk yang mampu tembus pasar luar negeri.
Owner MWT Brand, Marwoto menuturkan, usaha yang dirintis 2019 lalu itu memilih bahan karung goni bekas karena unik dan klasik. Satu di antara produknya yang paling laris adalah peci. Bahkan kata dia, peci karung goni produksinya itu mampu tembus Pasar luar negeri.

“Beberapa bulan yang lalu peci dari karung goni MWT Brand pernah kirim ke Korea Selatan. Total pengiriman saat itu sekitar 40 buah,” ujar Marwoto kepada Betanews.id, Rabu (5/5/2021).
Baca juga: Baru Rilis, Peci dari Karung Goni ini Laris Manis di Pasaran
Marwoto mengungkapkan, selama ini ia memasarkan peci dari olahan karung goni bekas melalui rekan dan organisasi. Menurutnya, pembeli dari Negeri Gingseng tersebut juga merupakan cabang organisasi yang ada di sana, tepatnya adalah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Korea Selatan.
Ia juga memasarkan peci melalui media daring, terutama marketplace. Menurutnya, peminatnya sangat banyak. Bahkan pangsa pasarnya masih terbuka lebar, lantaran peci karung goni menawarkan keunikan, kesan klasik, kualitas yang bagus, serta nyaman dipakai. Selain ke luar negeri, pengiriman peci ini juga sudah ke suluruh provinsi di Indonesia
“Untuk peci kami ada dua model, polos dan berlogo. Yang polos harganya Rp 20 ribu sedangkan yang ada logonya harganya Rp 23 ribu,” beber Marwoto.
Baca juga: Kualitas Tak Diragukan, Peci Karung Goni Buatan Nunung Ini Tembus Pasar Mancanegara
Setiap harinya, ia mampu produksi antara 50 hingga 100 buah. Menurutnya, setiap satu karung goni bisa jadi sekitar tujuh peci. Sedangkan untuk penjualan, ia mengaku mampu menjual peci karung goni sebanyak seribu buah setiap bulannya.
Marwoto mengaku, selain menyulap kain goni bekas jadi peci. Ia kini juga memproduksi aneka model topi dan berbagai macam tas. Ada tas kantoran, waist bag, sling bag, tas ransel hingga tote bag.
“Kemarin juga ada buyer dari Singapura yang datang untuk melihat aneka produk dari MWT Brand. Nanti insyallah kalau lancar dan cocok, akan ada permintaan dari negara tetangga tersebut. Semoga saja nanti kerja samanya jadi,” tandas Marwoto.
Editor: Ahmad Muhlisin

