BETANEWS.ID, KUDUS – Haidar Aulia Abimantrana tampak sibuk membuat adonan takoyaki di outlet Masabi Food & Drink miliknya. Dengan cekatan, ia lantas menuangkan adonan tersebut ke cetakan yang sudah dipanaskan. Di sela waktu menunggu itu, pria bertumbuh tambun itu tampak menyiapkan beberapa saus yang akan dituang ke jajanan tersebut.
Di outlet yang berada di Jalan KHR Asnawi, Desa Damaran, Kecamatan Kudus itu, Abi menggantungkan hidupnya dari jualan jajanan Korea dan Jepang. Menurutnya, usaha tersebut terinspirasi dari film-film Korea dan Jepang yang sering ia tonton.

“Dari kesukaan itu kemudian muncul ketertarikan membuka usaha jajanan ini. Namun saya memilih street food Korea maupun Jepang ini yang jarang ditemui di kudus. Contohnya ya bungeoppang, roti ikan khas Korea, yang di Kudus belum ada,” beber abi kepada betanews.id, Rabu (29/6/2022).
Baca juga: Masabi Food & Drink, Tempat Cari Jajanan Korea dan Jepang yang Lagi Hits di Kudus
Meski begitu, awalnya ia meminta saran kepada teman dekatnya, terkait menu yang harus dijual dan banyak diminati masyarakat Kudus. Dari situ, ia kemudian mendapat jawaban, agar menjual jajanan asal negeri gingseng tersebut. Jajanan tersebut ialah bungeoppang yang kini banyak dicari oleh pembeli.
“Untuk respon bagus sih. Paling banyak diminati ya roti ikan asal Korea yaitu bungeoppang. Terutama pada saat hari libur, khususnya hari Minggu saat berjualan di area Balai Jagong setiap pukul 6.00 WIB. Jualan di sana habis paling cepat di antara pelapak lainnya. Biasanya ya sampai pukul 9.00 WIB,” ungkap Abi.
Baca juga: Kisah Regina, Mantan Guru SD yang Kini Sukses Bisnis Jam Tangan
Selain bungeoppang, ia juga menyediakan takoyaki, topoki, dan rabboki. Untuk harga bungeoppang mulai Rp6 ribu sampai Rp10 ribu, topoki mulai Rp10 ribu sampai Rp15 ribu, dan raboki mulai Rp15 ribu sampai Rp20 ribu.
“Setidaknya dalam sehari mampu menjual hingga 20 sampai 100 porsi. Sedangkan untuk menu lain seperti takoyaki, sehari bisa menjual 10 sampai 15 porsi,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

