BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pembeli tampak menunggu di bagian luar outlet Masabi Food & Drink di Jalan KHR Asnawi, Desa Damaran, Kecamatan Kudus. Sesekali, ia bercengkerama dengan seorang pria yang sedang membuat pesanannya. Pria yang diajak ngobrol itu adalah Haidar Aulia Abimantrana, sang pemilik outlet.
Setelah selesai melayani, pria yang akrab disapa Abi tersebut bersedia berbagi informasi tentang usaha yang dirintis Februari 2022 itu. Di tempatnya, Abi menyediakan street food Korea maupun Jepang.

Beberapa jajanan itu meliputi bungeoppang, takoyaki, topoki, dan rabboki. Bungeoppang sendiri ada beberapa varian rasa yang bisa dipilih, seperti orisinal, blueberry, caramel, chocolate, durian, nastar, taro, strawberry, cheese, matcha, milky regal, nutella, peanuts butter, dan tiramisu.
Baca juga: Kotelo, Jajanan Kekinian dari Ubi Jalar yang Banyak Digandrungi Anak Muda
Kemudian takoyaki, isianya seperti cheese, kornet, sausage, dan tempura. Kemudian untuk topoki dan robokki, isiannya itu orisinal, kornet, mozzarella, sausage, dan tempura. Menurutnya, yang paling diminati adalah bungeoppang atau roti Korea.
“Kalau di Kudus sendiri, mungkin hanya kedai ini saja yang jual. Sebenarnya roti ini hampir mirip dengan bolu pedesaan, namun dengan toping atau varian rasa di dalamnya,” beber Abi kepada betanews.id, Rabu (29/6/2022).
“Kalau untuk harga bungeoppang mulai Rp6 ribu sampai Rp10 ribu, topoki mulai Rp10 ribu sampai Rp15 ribu, dan raboki mulai Rp15 ribu sampai Rp20 ribu,” rincinya.
Baca juga: Outlet Ngem-mil yang Sediakan Jajanan Kekinian Ini Digandrungi Banyak Anak-Anak di Kudus
Menurutnya, saking banyaknya peminat, saat mengikuti acara Dies Natalis Universitas Muria Kudus (UMK) 2022 yang berlangsung pada 2-4 Juni 2022 lalu, outletnya jadi salah satu yang laris. Katanya, sehari sanggup menjual hingga 120 bungeoppang.
“Kalau di kedai sini ya bisa menjual 20 sampai 50 porsi lah. Rekor itu saat mengikuti acara Dies Natalis UMK, dari beberapa pelaku UMKM yang hadir kedai ini salah satu yang paling laris dibeli pembeli,” tandas Abi.
Editor: Ahmad Muhlisin

