31 C
Kudus
Minggu, Juni 26, 2022
spot_img
BerandaKULINEROutlet Ngem-mil yang...

Outlet Ngem-mil yang Sediakan Jajanan Kekinian Ini Digandrungi Banyak Anak-Anak di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Kudus-Purwodadi, tepatnya di depan Pasar Kalirejo, Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, terlihat outlet bernama Ngem-mil. Tampak seorang wanita di sana sedang melayani anak kecil. Dia adalah Firahmania Salisa (18), karyawan Ngem-mil.

Setelah melayani, wanita yang akrab disapa Salisa tersebut bersedia berbagi informasi outlet yang resmi buka pada 13 Juni 2022 itu. Di tempat itu, dia menyediakan  jajanan kering dan basah, seperti otak-otak, makaroni, usus, mie kriuk, bihun kremes, cilor, maklor, kwitiauw, dan basreng.

Salisa sedang melayani pembeli jajanan kekinian di Outlet Ngem-mil. Foto: Kaerul Umam

“Jadi Ngem-mil menyediakan jajanan basah dan juga kering, dengan enam varian  rasa yang bisa dipilih. Seperti orisinal, asin gurih, pedas kering, pedas basah, jagung manis, dan keju manis. Sementara untuk harga mulai dari Rp5 ribu sampai Rp10 ribu,” beber Salisa kepada betanews.id, Jumat (17/6/2022).

- Ads Banner -

Baca juga: Tahu Drakor yang Punya Banyak Varian Rasa Ini Bisa Terjual hingga 500 Biji Sehari

Ia menjelaskan, outlet tersebut menargetkan pembeli dari kalangan anak-anak sampai remaja, lantaran jajanan yang dijual memang disukai anak-anak. Menurutnya, outlet yang belum genap sepekan buka itu, bisa menjual kurang lebih 100 pcs setiap harinya. Katanya, jajanan yang paling banyak diminati adalah basreng dan usus.

“Karena memang baru buka, jadi baru tahap pengenalan kepada pembeli, dan respon dari masyarakat bagus. Tapi memang paling ramai pembeli di saat malam hari,” jelas warga Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus tersebut.

Tak hanya berjualan secara offline saja, outlet tersebut juga berjualan melalui media online seperti di Instragram dan juga TikTok.

Baca juga: Tahu Drakor yang Punya Banyak Varian Rasa Ini Bisa Terjual hingga 500 Biji Sehari

Outlet yang buka mulai pukul 7.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB itu, kata Salisa, memberikan testimoni kepada pembelinya setelah mencampurkan varian rasa yang sudah dipilih. Jika menurut pembeli bumbunya kurang, pembeli bisa tambah bumbu sesuai keinginan.

“Intinya kita memberikan pelayanan yang bagus untuk pembeli, agar mereka puas dengan apa yang mereka mau,” tandas Salisa.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler