BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi itu di kandang Peternakan Sumber Barokah tampak tiga pria sedang sibuk memerah susu sapi. Di dalam rumah sepasang suami istri mengolah susu segar itu untuk disetor kepada para sales atau loper. Sang suami itu bernama Zainal Abidin (50) pemilik Peternakan Sumber Barokah dan produsen Susu Sumber Sehat.
Zainal, begitu akrab pria itu disapa mengatakan, menekuni usaha peternakan sapi perah sudah 23 tahun atau tepatnya sejak tahun 1999. Sebelumnya, ia hanya seorang sales di salah satu peternakan sapi perah di Kudus.

Baca juga: Dampak PMK, Produksi Susu Sapi di Kudus Anjlok
“Saya jadi sales itu selama tujuh tahun. Setelah bos saya sudah sepuh dan anaknya tidak ada yang mau melanjutkan, sehingga saya berinisiatif untuk merintis peternakan sapi perah dengan modal seadanya,” ujar Zainal kepada Betanews.id, Sabtu (2/7/2022).
Saat itu, kata dia, hanya nekat dan melihat peluang usaha. Sebab kebutuhan susu segar untuk masyarakat Kudus saat itu sangatlah banyak. Ia pun kemudian dengan beberapa teman salesnya mendirikan peternakan sapi perah dan diberi nama Sumber Barokah.
“Modalnya dari tabungan, ada juga yang pinjaman dari bank serta kerja sama dengan teman,” beber warga Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus tersebut.
Dia menuturkan, pada awal merintis Peternakan Sumber Barokah hanya memiliki enam ekor sapi perah. Kemudian terus berkembang, karena targetnya saat itu tiga sapi untuk satu sales.
“Saat itu saya punya tiga sales dan alhamdulillah tak butuh waktu lama kemudian punya sembilan sapi perah,” ungkapnya.
Setelah memiliki sembilan ekor sapi perah, ia pun terus menabung dari hasil penjualan susu segar. Hingga lambat laun, kini ia sudah memiliki 19 ekor sapi perah.
“Saat ini saya memiliki 19 ekor sapi perah. Setiap harinya mampu menghasilkan susu segar 200 liter, dengan harga per liternya Rp 20 ribu. Selain itu kami juga memiliki 16 pekerja,” ungkapnya.
Dia bersyukur, usaha yang dirintisnya tersebut bisa terus berkembang. Perjuangannya terasa tak sia-sia, dulu ia hidup seadanya yang penting peternakannya bisa besar.
Baca juga: Meski Ada Wabah PMK, Permintaan Susu Sapi Segar di Kudus Meningkat
“Dulu rumah saya itu sangat sederhana. Saya dulu tidak memikirkan bangun rumah, yang saya pikirkan bagaimana bisa melebarkan kandang dan tambah sapi,” ucapnya.
Dia mengaku, saat ini juga menyiapkan dua kandang sapi lagi. Tentunya lebih luas dan dengan kapasitas yang lebih banyak.
“Produk susu kami bermerk Sumber Sehat. Pelanggan, selain Kudus juga ada dari Jepara,” imbuhnya.
Editor : Kholistiono

