BETANEWS.ID, KUDUS – Fajar Humam siang itu tampak sibuk membuatkan mi ke pembeli yang datang di warungnya. Setelah jadi, kemudian seorang wanita di dekatnya mengantarkan mi tersebut kepada pembeli. Siang itu, warungnya yang berada di Jalan Raya Besito, tepatnya di sebelah Utara Polytron itu memang cukup ramai didatangi pembeli.
Setelah melayani pembeli, Fajar bersedia berbagi kisah merintis usaha mi yamin. Dia menuturkan, sebelum punya usaha, ia bekerja di salah satu perusahaan ekspedisi kargo pesawat di Papua selama 7 sampai 8 tahun. Setelah itu, ia pulang dan menikahi kekasihnya.

“Selang beberapa bulan menikah, saya tidak ada pekerjaan. Sedangkan saya juga tidak mempunyai keterampilan selain pengalaman kerja di cargo pesawat. Apalagi, di daerah sini juga tidak ada ekspedisi seperti itu. Makanya saya menganggur,” beber fajar kepada betanews.id, Senin (6/5/2022).
Baca juga: Lezatnya Mi Yamin di Dekat Polytron Ini Bisa Tarik Seratusan Pembeli Tiap Hari
Tidak punya keterampilan, kata fajar, membuatnya bingung menafkahi keluarga kecilnya. Kemudian tawaran dari temannya untuk bekerja di Papua kembali diambil untuk bisa bertahan hidup. Menurutnya, saat itu tidak lama, hanya beberapa bulan saja di sana. Kemudian ia kembali lagi ke Pati, ke tempat asal usulnya.
Saat pulang kedua kalinya itu, sang istri kemudian mempunyai ide berjualan mi yamin. Ketertarikan itu muncul lantaran di Kudus belum ada yang jual. Namun, awalnya ia tidak mau untuk diajak berjualan mi yamin karena malu.
“Pertama kali berjualan diajak istri tak mau, karena malu. Karena terpaksa sudah punya anak dan tidak ada pekerjaan juga jadinya dijalani aja dulu,” ungkap Fajar yang kini berdomisili di Dukuh Karang Sambung RT 2 RW 4, Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu.
Menurutnya, saat pertama kali berjualan ia tak langsung mempunyai tempat. Selama dua sampai tiga pekan ia mencoba memasarkan mi yamin melalui Facebook. Dari situ kemudian ada pembeli yang berminat, bahkan penasaran dengan mi yang ditawarkan.
Baca juga: Kisah Dewi Pontang-Panting Cari Nafkah Sejak Single Parent, Terus Semangat Agar Anaknya Sukses
“Dari situ saya kemudian berpikir untuk berjualan secara offline di mana bisa makan di tempat,” jelasnya.
Di warung itu, ia juga butuh waktu tiga bulan untuk membuat dagangannya ramai. Bahkan setidaknya kini dalam sehari ia mampu menjual hingga 130 porsi. Pembelinya pun tak hanya dari Kudus saja. Ada yang dari Demak, Pati, dan Jepara. Keunikan mi yang dijualnya itu ada pangsit basahnya yang membuat para pembeli penasaran. Tak heran, jika mi yamin pangsit basah itu menjadi best seller di sana.
“Memang mie Yamin pangsit basah ini yang paling banyak dicari di sini,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

