BETANEWS.ID, PATI – Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya mengingatkan gelombang tinggi atau rob bakal kembali terjadi pada pertengahan Juni 2022.
“Ada indikasi fenomena rob kembali terjadi di pertengahan bulan Juni ini. Nelayan menyebutnya angin baratan. Diperkirakan pertengahan Juni ini,” ungkapnya saat dimintai keterangan, beberapa waktu lalu.
Namun, lebih lanjut Martinus tidak mampu memastikan ketinggian rob yang akan terjadi. Martinus tetap berharap, ketinggian pasang air laut tidak setinggi pada tanggal 23 Mei 2022 yang mencapai 2 meter.
Baca juga: Gundulnya Mangrove di Tayu dan Dukuhseti Berdampak pada Parahnya Kerusakan Akibat Rob
“Harapan kita tidak setinggi tanggal 23 Mei kemarin yang sampai dua meter yang diperparah dengan hembusan angin dan mendorong air laut ke daratan. Itu membuat kerusakan di tambak ikan milik warga sekitar,” katanya.
Fenomena rob ini dikatakan Martinus tidak bisa diprediksi ketinggiannya. Hanya saja memang di akhir Mei lalu, jarak bulan dan bumi yang cukup dekat membuat gravitasi bulan menguat. Sehingga pasang air laut bumi meninggi.
Baca juga: BMKG Prediksi Masih Ada Gelombang Tinggi, Penguatan Tanggul Laut di Wilayah Rawan Rob Dikebut
Di samping itu, BPBD Pati memperkirakan keadaan alam di bulan Juni-Juli masih tenang. Kewaspadaan bencana alam kembali dikencangkan pada bulan Agustus-September yang biasanya ada beberapa wilayah di Pati kekeringan.
“Tapi ini juga tidak bisa dipastikan. Seperti sampai akhir Bulan Mei ini sana masih ada hujan yang biasanya sudah mulai kemarau. Sehingga ini membawa hikmah ketika Pati yang menurut kalender, biasanya bulan Agustus-September ada kekeringan di wilayah Pati Selatan, jadi berkurang resiko kekeringannya,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

