BETANEWS.ID, PATI – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya menyebut, gundulnya mangrove di Tayu dan Dukuhseti berdampak pada parahnya kerusakan akibat rob. Dia mengatakan, mulai dari tempat pelelangan ikan (TPI) Desa Banyutowo ke Barat sampai Pantai Idola Dukuhseti, hampir tidak ada lagi tanaman yangbisa menghalau ombak itu.
“Kalau ada tanaman mangrove, bisa meredam dampak rob secara langsung,” katanya saat ditemui di ruangannya, Sabtu (4/6/2022).
Menurutnya, keberadaaan sabuk hijau pantai memang sangat penting. Selain bermanfaat mengurangi abrasi, keberadaan tanaman tersebut mampu meminimalisir hantaman rob ke daratan.
Baca juga: Pekan Pertama Juni Ini Jateng Masih Berpotensi Terjadi Banjir Rob
Namun, hal ini perlu kesadaran bersama, baik itu BPBD, Dinas Kelautan dan Perikanan, swasta, dan masyarakat.
“Selama kesadaran kita bersama belum ada, bakal terjadi lagi (kerusakan serupa). Sabuk hijau mangrove memang perlu dipertahankan, paling tidak 30-50 meter ketebalannya. Dengan begitu, dipastikan pantai lebih terlindungi. Terutama yang langsung berbatasan dengan pemukiman warga,” jelasnya.
Baca juga: Diterjang Rob, Petambak di Pati Diperkirakan Rugi hingga Miliaran
Pihaknya bersama dinas-dinas terkait juga sudah melakukan pemantauan ke lokasi yang terdampak rob. Tanggul yang jebol membutuhkan bantuan material seperti batu dan kawat bronjong untuk menghalau air laut naik ke daratan.
“Hal ini sudah kami laporkan ke Pak Bupati. Bekerjasama dengan Basnaz akan memberikan bantuan berupa material. Sebab setelah dicek untuk membenahi tanggul jebol dibutuhkan material seperti batu dan diupayakan material lain misalnya kawat bronjong untuk mengikat batu,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

