BETANEWS.ID, PATI – Petambak di Kecamatan Tayu dan Dukuhseti, Kabupaten Pati diperkirakan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah akibat tambaknya diterjang banjir rob yang terjadi dalam beberapa hari ini.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Martinus Budi Prasetya mengatakan, fenomena rob itu sebenarnya telah diingatkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dari Minggu hingga Rabu (20-23/5/2022). Hanya saja, yang terjadi di Kecamatan Tau dan Dukuhseti kali ini di luar dugaan.
“Tinggi kenaikan air laut diimbangi angin dari arah timur, sehingga masyarakat di pesisir pantai Utara merasakan langsung dampaknya,” katanya saat dihubungi lewat sambungan telefon, Selasa (24/5/2022) kemarin.
Baca juga: 22 Ribu Warga Semarang dan Demak Jadi Korban Banjir Rob
Akibat terjangan rob itu, tambak milik warga hampir semua wilayah Kecamatan Tayu, seperti Desa Dororejo, Tunggulsari, mengalami kerusakan. Begitupun di Kecamatan Dukuhseti seperti Desa Banyutowo, Slempung, Puncel, hampir semua tambak warga mengalami kerusakan akibat rob.
“Bahkan rob juga masuk ke pemukiman warga. Meskipun tidak luas, seperti di Tunggulsari ada 80 rumah yang terdampak. Air tergenang di dalam rumah dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter,” jelasnya.
Atas kejadian ini, para petani dipastikan mengalami kerugian yang cukup besar. Meski belum dihitung secara pasti, tapi diperkirakan kerugiannya dari ratusan hingga miliaran rupiah.
“Kerugian pasti belum dihitung, tapi diperkirakan ratusan sampai miliaran rupiah. Terutama tambak yang komoditasnya bandeng, itu (ikannya) hilang semua. Berapa hektar luas populasinya, jumlah bandengnya berapa, belum dipastikan,” ungkapnya.
Dengan air laut yang masih tinggi ini, Martinus mengimbau masyarakat untuk tidak dulu melakukan aktivitas di laut maupun di sekitar pantai. Intu untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa akibat banjir rob.
Baca juga: 4 Daerah Diterjang Banjir Rob, Ganjar: ‘Kenaikan Air Laut Akan Tinggi Beberapa Waktu ke Depan’
“Pembenahan kerusakan tanggul tambak itu dilakukan setelah air pasang surut. Jangan saat air tinggi. Keselamatan jiwa yang utama, jangan dulu beraktivitas di laut ataupun di sekitar pantai,” imbaunya.
Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengungkapkan, terjangan banjir rob di pesisir pantai Utara itu tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya memang tambak milik warga yang mengalami kerusakan. Ditambah dua bangunan rumah tidak permanen yang ambruk terkena hantaman ombak.
“Ada juga pembatas pantai sekitar 50 meter yang rusak, akan kita benahi secepatnya. Tapi tidak bisa seketika,” tandas dia.
Editor: Ahmad Muhlisin

