Cerita Dea Jualan Tape Gembong yang Awalnya untuk Modal Nikah, Kini Produknya Laris Hingga ke Luar Daerah

BETANEWS.ID, KUDUS – Dea Nutria Alkahfi (25) tampak sedang mengambil dua besek yang berisi tape dari salah satu keranjang yang diletakkan di sepeda motor. Tape tersebut kemudian dimasukkan ke plastik dan selanjutnya diberikan kepada pembeli yang sudah menunggu.

Sejak pagi, Dea begitu sapaan akrabnya, biasanya mulai berjualan tape khas Gembong berkeliling menggunakan sepeda motor. Ia juga biasa mangkal di timur gapura Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Dea saat menjual Tape Gembong di Kudus. Foto: Kaerul Umam.

Baca juga : Tape Khas Gembong, Tak Cuma Rasanya yang Enak Tapi Juga Banyak Khasiatnya  untuk Kesehatan

-Advertisement-

Dea menceritakan, mulai berjualan tape khas Gembong sejak 2019 lalu, yang rencananya akan digunakan untuk modal menikah dengan kekasihnya.

Kali pertama berjualan, tidak seperti yang dibayangkan dan diharapkannya. Sebab, ketika itu jualannya sepi pembeli.

“Awalnya memang sepi dan banyak yang belum tahu tape khas Gembong ini. Kemudian lama kelamaan sekitar 6 bulan kemudian, tape khas Gembong ini mulai dikenal dan diburu para warga Kudus,” ujar warga Desa Gembong, Kecamatan Gembong, Pati tersebut.

Dengan kerja kerasnya, kata Dea, kini ia sudah memiliki pelanggan di beberapa daerah, seperti Kudus, Semarang, Solo, bahkan Yogjakarta. Ia mengaku, tak hanya memasarkan produknya itu secara offline saja, namun juga melalui media sosial Facebook dengan akun Dea Dessy.

“Kalau untuk penjualan, Alhamdulillah dalam sehari saya membawa seratus besek dan habis. Berjualan mulai dari pukul 7.30 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Terkadang juga pulang cepat, karena dagangan sudah habis,” jelasnya.

Baca juga : Tape Singkong Mak Jumi, Tape Legendaris Asal Gembong Pati

Ia mengatakan, tape yang ia jual hanya dibanderol dengan harga yang terjangkau, yakni hanya Rp 8 ribu per beseknya. Menurutnya, harga tersebut paling murah dibandingkan dengan pelapak tape khas Gembong lainnya.

“Dengan harga yang murah, tapi untuk kualitas, tidak bisa diragukan lagi. Karena saya mengutamakan kualitas terbaik dengan menggunakan bahan bahan pilihan. Contohnya singkong yang sudah dipilih dan dipisahkan dari serabutnya,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER