31 C
Kudus
Selasa, Oktober 20, 2020
Beranda Kuliner Tape Singkong Mak...

Tape Singkong Mak Jumi, Tape Legendaris Asal Gembong Pati

BETANEWS.ID, PATI – Beberapa orang pria dan perempuan tampak sibuk di teras sebuah rumah di RT 4 RW 8 Dukuh Bergat, Desa Gembong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Mereka terlihat mengupas singkong. Di dapur, terlihat seorang perempuan sedang mencuci singkong yang sudah dikupas menggunakan mesin. Setelah bersih, singkong tersebut kemudian direbus selama setengah jam. Perempuan tersebut yakni Eni Lestari (26) pemilik usaha produksi Tape Singkong Mak Jumi.

Sembari lanjut beraktivitas, perempuan yang akrab disapa Eni itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, Tape Singkong Mak Jumi merupakan usaha turun temurun yang sudah dirintis sejak 40 tahun yang lalu. Dia mengatakan, Tape Mak Jumi bisa dibilang satu di antara tape legendaris di Gembong yang bisa bertahan hingga sekarang.

“Tape Singkong Mak Jumi itu dirintis oleh ibu saya. Sebelum dikenal seperti sekarang, perjuangan ibuku merintis usaha tape sangat berat. Dulu untuk memasarkan tape ibuku setiap hari harus berangkat pagi dan jualan tape di Pasar Juwana, Pati,” ujar Eni kepada betanews.id, Kamis (8/10/2020).

Proses pembutan tape singkong Mak Jumi di Desa Gembong, Pati. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Es Tape Ketan Bu Djah, Segarnya Minuman Tradisional yang Bikin Nagih

Perempuan yang belum dikaruniai anak itu menuturkan, ibunya jualan tape di Pasar Juwana puluhan tahun. Setelah pasar itu terbakar, ibunya pun memutuskan pindah jualan di Pasar Gembong dekat rumah. Namun, dikarenakan di pasar dekat rumahnya itu penjual tape singkong sangat banyak, ibunya hanya mampu menjual sedikit tape singkong. Bahkan sering tidak habis.

“Untuk mengakali hal itu dan agar tidak rugi, ibu saya mengurangi produksinya. Ibu saya hanya produksi singkong dua karung saja setiap harinya. Saat itu, tape singkong masih diwadahi keranjang, setiap ada pembeli baru diambilkan dan dikemas dalam plastik,” ungkapnya.

Hingga suatu hari, lanjutnya, ada seorang pelanggan yang ingin beli tapi minta wadah besek. Sebab, tape singkong itu akan dijadikan oleh – oleh untuk kerabat jauh. Dari situ ia punya ide untuk menjual tape singkong dalam kemasan besek. Setelah menjual tape singkong dalam besek itu, Tape Mak Jumi makin diminati dan dikenal banyak orang.

Selain kemasan, lanjutnya, Tape Mak Jumi memang punya keunggulan. Di antaranya, rasanya yang selalu stabil manis dari dulu hingga sekarang. Ada kecut sedikit yang bikin segar, lebih kisat jadi bisa lebih awet dan tahan lebih lama, lebih legit dan potongan tapenya itu besar – besar. Kalau ada yang kecil itu pesanan dari pelanggan.

“Sejak makin dikenal itu, pada tahun 2010 ibu saya sudah tidak berjualan tape di pasar. Ibu saya fokus produksi tape singkong dan para pelanggan yang ingin beli Tape Mak Jumi datang ke rumah,” paparnya.

Dia mengatakan, Tape Mak Jumi diproduksi dengan bahan singkong keju yang berwarna putih. Sedangkan yang berbahan singkong mentega itu berwarna lebih kekuningan. Menurutnya, untuk memenuhi permintaan pelanggannya saat ini ia bisa produksi tape singkong sebanyak 400 besek sehari.

“Itu kalau tidak ada pesanan. Kalau ada pesanan kami bisa produksi tape singkong sampai 500 besek setiap harinya. Untuk harga, Tape Mak Jumi kami banderol Rp 5 ribu sebesek,” jelasnya.

Baca juga : Tape Kuwawur, Usaha Turun Temurun yang Jadi Mata Pencaharian Warga

Dia menuturkan, untuk pelanggan Tape Mak Jumi meliputi Pati, Kudus, Semarang, Karimun Jawa. Pernah juga tape produksinya dikirim ke Hongkong. Menurutnya, saat itu ada pembeli Tape Mak Jumi dan akan dikirim ke anaknya yang bekerja di Hongkong.

“Mungkin saja anaknya kangen sama tape. Semoga saja Tape Mak Jumi makin diminati dan laris lagi. Bisa berkembang lebih besar lagi dan banyak pelanggan,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

26,317FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,297PengikutMengikuti
21,002PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Centra Moda Textile, ‘Surganya’ Kain di Kudus yang Sering Kasih Diskon Gede

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sedang bercengkerama dengan para karyawan di sebuah ruko Jalan HM Subhcan Jember, Desa Janggalan, Kecamatan Kota...

Karimunjawa Kembali Dibuka untuk Wisatawan

BETANEWS.ID, JEPARA - Wisata Karimunjawa di Kabupaten Jepara kembali dibuka dengan terbatas, setelah delapan bulan vakum. Pembukaan ini ditandai dengan pelepasan 220...

Selain Parijoto, Pamelo dan Pisang Byar Ternyata Sudah Jadi Tanaman Khas Daerah Lain

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus telah dan akan mengajukan sembilan tanaman untuk jadi tanaman khas daerah. Dari...

Nasi Goreng Nanas Bercita Rasa Kari yang Bikin Pelanggan Home Cafe and Resto Ketagihan

BETANEWS.ID, KUDUS - Sejumlah orang terlihat keluar masuk sebuah kafe yang berada di Jalan Ganesha lV 67, Desa Purwosari, Kecamatan Kota Kudus....

Parijoto Ditetapkan Jadi Tanaman Khas Jepara, Dispertan Kudus Ajukan Uji DNA

BETANEWS.ID, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispentan) Kabupaten Kudus masih melakukan langkah terakhir agar parijoto bisa menjadi...

Peraturan PVT Proses Revisi, Parijoto Akan Didaftarkan jadi Milik Provinsi Jateng

BETANEWS.ID, KUDUS - Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 01/pert/SR.120/2/2006 tentang Syarat Penamaan dan Tata Cara Pendaftaran Varietas Tanaman sedang proses direvisi. Direvisinya...

Parijoto, Tanaman Sabdo Wali yang Kaya Manfaat

BETANEWS.ID, KUDUS - Di sebuah rumah yang berada di Desa Colo, RT 01 RW 01, Kecamatan Dawe, Kudus, tampak seorang pria mengenakan...