BETANEWS.ID, KUDUS – Outlet Es Tape Ketan Bu Djah terlihat ramai siang itu. Cuaca Kudus yang begitu terik seperti menuntun banyak orang mampir di warung yang berada di kompleks ruko Taman Krida, Desa Wergu Wetan, Kecamatan Kota Kudus. Di bagian dalam, pria berkaus kuning tampak sigap melayani pembeli. Pria tersebut yakni Mahardika (24), warga Jepara yang lebih pilih buka usaha di Kota Kretek.
Usai melayani pembeli, pria yang akrab disapa Dika itu berbagi penjelasan tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, membuka outlet es tape ketan sejak November 2019. Dia mengaku lebih memilih buka usaha di Kudus daripada di kota kelahirannya karena beberapa alasan.

“Ada beberapa alasan, kenapa saya pilih buka usaha di Kudus. Menurut saya, Kudus merupakan kota dengan perekonomian tertinggi se Karesidenan Pati. Sehingga daya beli masyarakatnya juga pasti tinggi,” ujar Dika kepada Betanews.id, Jumat (10/7/2020).
Baca juga: Es Dawet Durian di Dapoer Gentong Laku Hingga 150 Porsi Sehari saat Weekend
Pria lajang itu menuturkan, usaha es tape ketan itu merupakan waralaba dari temannya warga Pati. Alasan ia ikut jualan karena es tape ketan banyak diminati. Bahkan di Pati sekarang ada tiga outlet yang semuanya laris. Selain itu, dia juga ikut serta berperan melestarikan minuman tradisional agar tidak punah.
“Tape ketan termasuk minuman tradisional. Oleh sebab itu kami kemas dengan dengan konsep rasa modern, agar makin diminati dan tidak punah begitu saja,” ujarnya.
Di tempatnya, Dika menyediakan es tape ketan dengan berbagai varian rasa. Di antaranya, rasa orisinal yakni tape ketan campur susu, es tape ketan susu rasa cocopandan, es tape ketan susu rasa coconut, serta es tape ketan susu rasa jahe. Selain jual es tape, dia juga menjual kopi, coklat, dan squash.
“Untuk harga sangat murah yakni Rp 7 ribu per porsi untuk rasa orisinal dan Rp 8 ribu segelas untuk varian rasa lainnya,” ungkap Dika.
Baca juga: Pelanggan Sampai Antre Demi Mencicipi Rujak Es Krim Pak Yitno
Dia menuturkan, warungnya buka setiap hari mulai pukul 13.00 sampai pukul 22.00 WIB. Dalam setiap buka itu, Dika mampu menjual sekitar 50 porsi.
“Saya juga melayani pembelian tape ketannya saja. Satu bok berisi satu kilogram dengan harga Rp 55 ribu,” tandas Dika.
Editor: Ahmad Muhlisin

