Mark Zuckerberg Ancam akan Tutup Facebook dan IG, Lho Ada Apa?

BETANEWS.ID – Pendiri sekaligus CEO Meta, Mark Zuckerberg mengancam akan menutup aplikasi Facebook dan Instagram di Eropa. Ancaman tersebut dilontarkan lantaran adanya peraturan yang dinilainya menghambat untuk mengolah data dari Eropa di server Amerika Serikat.

Ancaman tersebut terungkap dalam sebuah laporan yang diajukan perusahaan yang dulu bernama Facebook tersebut, kepada Komisi Keamanan dan Bursa, pekan lalu. Dalam laporan tersebut terungkap, keluhan terhadap aturan Uni Eropa yang melarang pengolahan data pengguna di Eropa, di server Amerika.

“Jika perusahaan (Meta) tidak bisa mentransfer, menyimpan dan memproses data, ini akan berakibat orang Eropa tidak akan lagi bisa mengakses Facebook dan Instagram,” ujar Zuckerberg dalam laporannya, seperti dikutip The Sun Online, sebuah media online di Inggris, kemarin.

-Advertisement-

Baca juga: Kursi Roda Elektrik Ciptaan Warga Kudus Ini Punya Banyak Fitur Canggih

Ancaman tersebut dilontarkan Zuckerberg, karena adanya aturan Uni Eropa yang mencegah akses pengolahan data transatlantik. Uni Eropa hanya mengizinkan pemrosesan data dilakukan di server yang berbasis di Eropa, untuk melindungi privasi penduduk Eropa.

Namun, Zuckreberg menilai, aturan tersebut menghambat pengembangan bisnis perusahaan Meta di Eropa. Jika tidak ada kelonggaran terhadap aturan tersebut, Meta mungkin tidak akan lagi bisa menawarkan produk dan layanan Facebook dan Instagram di Eropa.

Seperti diketahui, Zuckerberg telah mengganti nama induk perusahaan dari Facebook menjadi Meta. Langkah tersebut diambil untuk menghadapi era baru metaverse yang tengah berkembang di jaringan blockchain.

Baca juga: Ganjar Kepincut Game Lokapala yang Karakternya Diambil dari Relief Candi Borobudur

Namun, Zuckerberg tampaknya harus menghadapi sejumlah hambatan untuk pengembangan bisnis perusahaannya tersebut. Selain aturan dari Uni Eropa, Zuckerberg juga dihantui merosotnya jumlah pengguna harian Facebook yang merosot hingga satu juta pengguna, di akhir kuartal 2021.

Hal itu menjadi yang terburuk selama 18 tahun terakhir, pada aplikasi dengan jumlah pengguna sekitar 2 miliar orang tersebut. Selain itu, gagalnya peluncuran uang kripto bernama Diem, juga berdampak signifikan pada saham Meta. Pekan lalu, dilaporkan saham perusahaan milik Zuckerberg tersebut longsor hingga 22 persen.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER