Djakfar, Pensiunan Pegawai Bank yang Sukses Budidaya Buah Naga Secara Organik

BETANEWS.ID, KUDUS – Di area persawahan Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, tepatnya sebelah barat Terminal Wisata Menara tampak sebuah perkebunan dengan ratusan tanaman buah naga. Setiap tanaman tampak menggelayut puluhan buah berwarna merah. Sedangkan di bagian lain, seorang pria paruh baya sedang menimbang buah naga yang dipetik pengunjung. Pria tersebut yakni Djakfar (63), Pemilik Tya Farm.

Usai melayani pembelian, pria yang tinggal masih satu desa dengan kebunnya itu pun sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, mulai merintis usaha perkebunan yang diberi nama Tya Farm sejak tahun 2015. Usaha tersebut ditekuninya setelah ia pensiun sebagai pagawai bank BUMN.

Salah seorang pengunjung Tya Farm sedang memetik buah naga. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga : Rangsang Pembuahan, Hutan Naga Organik Manfaatkan Teknologi Ultraviolet

-Advertisement-

“Saya pensiun tahun 2015, setahun sebelumnya saya diberi bekal pelatihan kewirausahaan oleh perusahaan untuk bekal setelah pensiun,” ujar Djakfar kepada Betanews.id, Senin (24/1/2022).

Pria yang dikaruniai empat cucu tersebut mengatakan, bekal kewirausahaan itu ada beberapa pilihan, di antaranya ada perindustrian, perikanan, jasa serta perkebunan. Yang perkebunan itu ada pelatihan budi daya buah naga.

“Saya pun tertarik untuk ikut pelatihan budi daya buah naga. Sebab, pada saat itu buah naga memang lagi digemari,” ungkapnya.

Setelah pensiun, Djakfar pun kemudian menekuni budi daya buah naga yang diberi nama Tya Farm di lahan warisan orang tuanya seluas setengah hektare. Luas lahan tersebut ia tanami buah naga sebanyak 500 tanaman.

“Setelah setahun, tanaman buah naga yang saya tanam mulai berbuah. Setelah itu rutin berbuah,” jelasnya.

Untuk hasil, lanjutnya tergantung musim. Saat musim hujan saat ini, ia bisa memanen buah naga sebulan tiga kali. Namun, saat musim kemarau hasil panennya agak berkurang.

Baca juga : Tamasya Sambil Belajar Berkebun Buah Naga di Hutan Naga Organik

“Saat ini lagi musim berbuah, di musim penghujan ini saya biasanya mampu memanen buah naga sekitar lima kuintal atau setengah ton,” jelas Djakfar yang mengaku menjual buah naga hasil kebunnya dengan harga Rp 12 ribu per kilogram.

Dia mengatakan, saat ini kebunnya pun tidak sudah mulai ia kembangkan. Selain buah naga, Djakfar juga mulai mengembangkan tanaman alpukat dan anggur, yang rencananya juga dijadikan wisata petik buah.

“Di Tya Farm ini, pembeli bisa metik sendiri buah yang diinginkan, harga sesuai ketentuan. Sedangkan masuk kebun gratis,” bebernya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER