31 C
Kudus
Selasa, Desember 6, 2022
BerandaWISATATamasya Sambil Belajar...

Tamasya Sambil Belajar Berkebun Buah Naga di Hutan Naga Organik

BETANEWS.ID, KUDUS – Terik matahari seperti tak dihiraukan oleh beberapa pria di Hutan Naga Organik, Minggu (14/6/2020) siang. Mereka terus berjibaku dengan rumput-rumput yang mulai tinggi di tengah hamparan tanaman buah naga. Setelah merapikan rumput, beberapa yang lain ada yang memotong dahan tanaman dan sebagian lain mengumpulkannya untuk dibuang.

Aktivitas tersebut merupakan kegiatan rutin pengelola Hutan Naga Organik yang berada di Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Mereka berkumpul sepekan sekali untuk merawat tanaman di lahan seluas 7.360 meter persegi itu.

Pengelola sedang merawat tanaman buah naga di Hutan Naga Organik, Minggu (14/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

Salah satu pengelola, Eko Purnomo (51) mengatakan, kebun buah naga tersebut mulai dirintis sejak 3-4 tahun silam. Awalnya, mereka tertarik untuk budi daya buah naga setelah mengikuti pelatihan bersama rekan-rekan Hidup Cerah Sejahtera (HCS) di Yogyakarta, beberapa tahun silam. Di sana, mereka bertemu dengan master buah naga yang menanam secara organik dari Banyuwangi.

- Ads Banner -

Baca juga: Di Lahan 3000 Meter Persegi, Aan Wujudkan Mimpi Buat Tempat Wisata Edukasi Buah Anggur

“Nah, itu akhirnya kami ke sana, ke tempatnya Mbah Sairi dan belajar langsung mengenai budidaya buah naga secara organik. Lalu akhirnya kami menyewa lahan ini, dan akhirnya sampai sekarang menanam sekitar 1.135 tonggak varietas jumbai merah. Jadi varian buah naga yang ditanam itu jumbai merah,” papar Eko.

Pria yang berprofesi sebagai Guru IPA di SMPN 2 Jati, Kudus itu menambahkan, keputusan memilih buah naga, lantaran buah itu masih jarang ada di Kudus. Dari situlah mereka mulai belajar bertani, termasuk menyuburkan lahan tidak produktif yang mereka sewa.

“Ini kan memang kanan kiri banyak lahan untuk membuat batu bata. Termasuk lahan ini dulunya. Tanahnya sebenarnya sudah tidak produktif. Tapi kami olah dengan pemberian pupuk organik hingga akhirnya bisa ditanami. Butuh waktu sekitar 1 tahun untuk akhirnya siap ditanami. Karena mengembalikan micro organisme alami untuk menyuburkan tanah,” papar dia.

Sambil memperlihatkan beberapa pohon yang baru saja berbuah, Eko melanjutkan, hingga saat ini, berbagai kegiatan sudah dilaksanakan di Hutan Naga Organik. Mulai dari wisata edukasi buah naga hingga pelatihan membuat pupuk organik. Untuk waktu pelaksanaanya hanya dibuka di Hari Minggu.

Baca juga: Perawatan Mudah dan Makin Diminati, Ida Rintis Wisata Edukasi Kaktus

Selain itu, pihaknya juga melayani pembelian buah naga dengan cara memetik sendiri. Di tempat tersebut, pengelola menyediakan buah naga untuk diicip pengunjung. Jika tertarik membeli, pengunjung akan diantar untuk memetik buah naga sekaligus diajari cara mengambil buahnya.

“Nah, kebanyakan, yang awalnya hanya mencicip, lama-lama mereka balik ke sini. Karena memang buah naga yang organik buahnya lebih manis. Selain itu, tentu saja lebih sehat,” tandas Eko.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler