BETANEWS.ID, KUDUS – Buah alpukat yang bergelantungan di pohon depan sebuah rumah Dukuh Tawangrejo, Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus itu terlihat tak biasa. Pasalnya, buah berwarna hijau itu ukurannya begitu besar, tak seperti umumnya. Sontak saja, buah itu sering mengundang decak kagum siapapun yang lewat rumah tersebut.
Buah alpukat itu merupakan hasil budi daya Agung Tri Handoyo (42). Pria yang menekuni pengembangan alpukat sejak 10 tahun lalu itu kini sudah punya 3 varietas. Menurutnya, pengembangan tersebut agar alpukat yang dihasilkan lebih berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi.

“Alpukat yang saya kembangkan ini buahnya berukuran jumbo. Satu buah bobotnya bisa dua kilogram. Sehingga lebih menguntungkan,” ujarnya, Minggu (2/1/2021).
Baca juga: Rela Tinggalkan Pekerjaan Satpam, Ismanto Kembangkan Sawo Raksasa yang Kini Omzetnya Puluhan Juta
Pria yang sudah dikaruniai dua anak itu kemudian menjelaskan varietas yang ia kembangkan. Yang pertama yaitu alpukat pepaya. Sesuai namanya, alpukat jenis ini berbentuk lonjong bak pepaya dan bobotnya bisa mencapai 1,5 kilogram.
Kemudian yang kedua adalah alpukat Kendil. Jenis ini berbentuk bulat dan besarnya bisa seukuran kepala bayi. Sedangkan bobot satu alpukat Kendil bisa mencapai 2 kilogram.
“Kemudian satunya lagi itu alpukat Gembul. Bentuk buah alpukat Gembul itu oval. Berbeda dengan dua varietas lainnya, buah alpukat Gembul lebih kecil. Namun, dibanding buah alpukat di pasaran, buah alpukat Gembul tetap lebih besar. Satu buah alpukat Gembul biasanya setengah kilogram,” bebernya.
Baca juga: Tinggi 60 Cm Bisa Berbuah, Jambu Kristal yang Dijual Salamun Ini Jadi Primadona
Untuk kualitas buah alpukat yang ia kembangkan tak usah diragukan. Selain buahnya besar, bijinya itu kecil, sehingga dagingnya lebih tebal. Rasanya juga lebih gurih. Untuk harga juga dipastikan lebih tinggi dari alpukat biasa.
“Harga buah alpukat biasa itu kan kisaran Rp20 ribu sampai Rp25 ribu sekilo, Sedangkan alpukat yang saya kembangkan ini antara Rp35 ribu sampai Rp45 ribu per kilogram,” katanya.
Saat ini, Agung menanam sekitar 200 pohon alpukat di tanah pekarangannya seluas dua hektare. Selain itu, bibit yang ia budi dayakan itu juga bisa dibeli dengan harga mulai Rp25 ribu hingga Rp150 ribu.
“Harga itu tergantung besar kecilnya bibit,” tandas Agung.
Editor: Ahmad Muhlisin

