31 C
Kudus
Rabu, April 21, 2021
Beranda Kisah Rela Tinggalkan Pekerjaan...

Rela Tinggalkan Pekerjaan Satpam, Ismanto Kembangkan Sawo Raksasa yang Kini Omzetnya Puluhan Juta

BETANEWS.ID, SEMARANG – Bagi sebagian orang, untuk menekuni sebuah hobi terkadang harus rela untuk keluar dari zona nyaman. Seperti halnya yang dilakukan Ismanto (39) warga Mijen, Kota Semarang. Ia rela keluar dari pekerjaanya sebagai satpam di sebuah perusahaan swasta di Kota Semarang demi hobinya untuk budidaya tanaman.

Sawo yang bernama Mamey Sapote menjadi pilihan bagi Ismanto untuk dikembangkan di lahannnya. Dirinya yakin, tanaman yang memiliki buah lebih besar dibanding sawo khas Indonesia ini, menjadi jalan untuk meningkatkan perekomian keluarganya.

Meski sudah banyak pemesan dari beberapa negara seperti Thailand, Filipina dan Malaysia, ternyata bisnis tanaman yang digeluti Ismanto tak semulus yang dilihat.

Ismanto sedang melakukan proses pencangkokan sawo Mamey Sapote. Foto: Dafi Yusuf

Baca juga : Bisnis Daging Ayam Terpuruk Karena Pandemi, Lilis Bangkit dengan Usaha Ayam Geprek

Karena keputusannya yang nekat keluar dari pekerjaannya sebagai satpam, hubungannya dengan sang istri sempat memanas. Salah satu alasannya adalah, penghasilannya menurun. Apalagi saat itu belum banyak yang membeli tanaman di tempatnya.

“Badai pasti berlalu” itulah kata-kata orang bijak yang pantas untuk menggambarkan kisah Ismanto menekuni hobinya yang kini bisa menghasilkan puluhan juta setiap bulannya.

Bekat kerja kerasnya, kini dia sudah mengembangkan sawo raksasa yang besarnya sebesar buah semangka. Dia menyebut, sawo tersebut bernama Mamey Sapote.

Baik dari segi ukuran dan cita rasa, sawo yang dimiliki Ismanto itu memang berbeda dengan sawo yang biasa ditemui di Indonesia.

Karena ukurannya lebih besar, daging sawo raksasa itu lebih tebal. Hal itu membuat sawo Ismanto menjadi primadona bagi pecinta buah-buahan.

“Sawo raksas saya ini bukan berasal dari Indonesia, melainkan berasal dari Meksiko, Amerika latin,” jelasnya, Selasa (02/03/2021).

Sampai saat ini, bibit sawo raksasa miliknya sudah banyak dipesan negara-negara Asia seperti Thailand, Malaysia dan juga India.

“Paling membanggakan, negara seperti Thailand, Malaysia, dan India juga memesan bibit Mamey Sapote dari kebun saya karena dirasa lebih bagus lebih murah,” ujarnya.

Untuk harga penjualan bibit berukuran kecil 60 hingga 70 centimeter, Ismanto mematok harga Rp 1 juta, yang berukuran sedang dengan ketinggian 2 meter, dipatok Rp 5 juta rupiah menyesuaikan dengan ukurunnya.

“Sesuai dengan ukuran besarnya. Bahkan ada yang harganya mencapai Rp 15 juta,” imbuhnya.

Namun, para pembeli mayoritas membeli sawo yang ukurannya masih kecil dan dibesarkan di rumahnya atau dicangkok di tanaman yang lain jika mau dijual.

“Kalau pesenan kebanyakan masih yang ukuran kecil, biasanya itu penghobi yang pingin kembangkan, terus ada juga pemula yang masih coba coba,” imbuhnya.

Baca juga : Gagal Berulang hingga Habiskan 1 Kuintal Jagung, Iringi Harmoko Rintis Pembibitan Jamur

Sementara, untuk pembeli yang memesan sawo dengan ukuran besar atau sedang biasanya kolektor tanaman buah yang sudah paham sawo Mamey Sapote. Untuk buahnya sendiri Ismanto mematok harga mulai Rp 300 ribu per buah.

Untuk cita rasa, sawo raksasa ini lebih manis dibanding dengan sawo lokal. Selain itu, warna daging sawo yang warnanya lebih kemerah-merahan.”Kemudian warnanya memang berbeda dari sawo lokal,”ujarnya.

Dari jualan sawo, Ismanto dapat meraup keuntungan puluhan juta setiap bulannya. “Kalau detailnya tak pernah dihitung ya, pokoknya sampai puluhan juta setiap bulannya,” katanya.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

29,270FansSuka
14,686PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
36,004PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler